PALEMBANG,LamanQu.Com – Pagi baru saja dimulai ketika puluhan personel Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 0418/Palembang, Sabtu (25/7/2026) berkumpul di halaman Mushola Baitul Makfurin, Kelurahan Talang Jambe, Kecamatan Sukarami, Sabtu. Sebelum memegang alat kerja, mereka lebih dahulu berdiri rapi mengikuti apel pagi, memastikan seluruh personel siap menjalankan tugas dengan mengutamakan keselamatan.
Apel yang dipimpin personel tertua itu bukan sekadar rutinitas. Di sana, setiap anggota diingatkan agar tetap disiplin, menjaga kekompakan, dan memperhatikan faktor keamanan selama proses rehabilitasi berlangsung. Bagi Satgas TMMD, keberhasilan pembangunan bukan hanya diukur dari cepatnya pekerjaan selesai, tetapi juga dari terlaksananya setiap tahapan secara aman dan berkualitas.
Usai apel, suasana di sekitar mushola kembali hidup. Sejumlah prajurit mulai menyiapkan adukan semen, sementara yang lain meratakan pelamir pada dinding bangunan. Gerakan mereka tampak terkoordinasi, saling membantu agar proses rehabilitasi berjalan sesuai target.
Memasuki hari ke-11 pelaksanaan TMMD ke-129, rehabilitasi Mushola Baitul Makfurin terus menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Fokus pekerjaan kali ini adalah pelamir dinding sebagai bagian dari tahapan akhir penyempurnaan bangunan sebelum memasuki proses finishing secara menyeluruh.
Sedikit demi sedikit wajah mushola berubah. Dinding yang sebelumnya kusam kini tampak lebih rapi, menjadi pertanda bahwa rumah ibadah yang selama ini menjadi pusat kegiatan keagamaan warga segera hadir dengan wajah baru yang lebih nyaman.
Mushola Baitul Makfurin memiliki peran penting bagi masyarakat sekitar. Selain menjadi tempat melaksanakan salat berjamaah, bangunan ini juga menjadi lokasi anak-anak belajar mengaji, pengajian rutin, hingga berbagai kegiatan sosial keagamaan. Karena itu, rehabilitasi yang dilakukan melalui program TMMD disambut penuh antusias oleh warga.
Komandan Kompi (Danki) Satgas TMMD ke-129 Kodim 0418/Palembang, Kapten Inf Pringgo B.S., mengatakan setiap hari pekerjaan selalu diawali dengan apel sebagai bentuk pengecekan kesiapan personel sekaligus memastikan seluruh pekerjaan dilaksanakan sesuai prosedur.
“Sebelum bekerja kami selalu melaksanakan apel pagi untuk mengecek kesiapan personel sekaligus mengingatkan agar seluruh anggota memperhatikan faktor keamanan dalam setiap kegiatan. Keselamatan personel menjadi prioritas, namun kualitas hasil pembangunan juga harus tetap terjaga,” katanya.
Menurut Pringgo, semangat gotong royong antara personel Satgas dan masyarakat menjadi modal utama dalam mempercepat penyelesaian rehabilitasi mushola. Kehadiran warga yang ikut membantu membuat pekerjaan terasa lebih ringan sekaligus mempererat hubungan kekeluargaan antara TNI dan masyarakat.
“Alhamdulillah, progres pembangunan berjalan sesuai rencana. Dengan dukungan masyarakat, kami optimistis rehabilitasi Mushola Baitul Makfurin dapat diselesaikan tepat waktu sehingga segera dimanfaatkan kembali oleh warga,” ujarnya.
Program TMMD ke-129 tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik semata. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi ruang untuk memperkuat semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat. Melalui pembangunan rumah ibadah, TNI ingin menghadirkan fasilitas yang lebih layak sekaligus mendukung aktivitas keagamaan warga.
Bagi masyarakat Talang Jambe, perubahan yang terjadi di Mushola Baitul Makfurin bukan hanya soal bangunan yang semakin indah. Setiap dinding yang dirapikan dan setiap bagian yang disempurnakan menjadi simbol hadirnya harapan baru, bahwa tempat ibadah yang selama ini menjadi pusat kehidupan spiritual warga akan kembali berdiri lebih kokoh, nyaman, dan mampu menjadi ruang yang mempersatukan masyarakat.
Melalui semangat gotong royong yang terus terpelihara, rehabilitasi Mushola Baitul Makfurin menjadi bukti bahwa kemanunggalan TNI dan rakyat tidak hanya diwujudkan dalam pembangunan infrastruktur, tetapi juga dalam membangun kebersamaan yang menjadi fondasi kuat bagi kehidupan bermasyarakat.
(Yanti)










