PALEMBANG,LamanQu.Com — Suara adukan semen yang berpadu dengan ketukan palu kembali terdengar di sebuah rumah sederhana di Jalan Pesantren Sultan Mahmud Badaruddin II, RT 20 RW 06, Kelurahan Talang Jambe, Kecamatan Sukarami, Palembang, Sabtu. Memasuki hari ke-11 pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 0418/Palembang, rumah milik Ibu Suwarni perlahan berubah menjadi tempat tinggal yang lebih layak dan nyaman.
Sejak Sabtu (25/7/2026) pagi, para personel Satgas TMMD telah berkumpul mengikuti apel. Bagi mereka, apel bukan sekadar rutinitas, melainkan momen memastikan seluruh pekerjaan hari itu berjalan sesuai rencana, mulai dari pembagian tugas hingga penekanan pentingnya keselamatan kerja di lapangan.
Usai apel, para prajurit langsung menyebar ke titik pekerjaan. Sebagian mulai meratakan plester pada dinding rumah, sementara yang lain memasang lembaran kalsiboard pada bagian atas bangunan. Setiap tahap dikerjakan dengan penuh ketelitian agar hasil pembangunan tidak hanya selesai tepat waktu, tetapi juga memiliki kualitas yang baik dan dapat bertahan dalam jangka panjang.
Di tengah aktivitas itu, semangat gotong royong begitu terasa. Para prajurit TNI bekerja berdampingan dengan warga sekitar yang ikut membantu sesuai kemampuan mereka. Kebersamaan tersebut menjadi pemandangan yang selalu hadir di setiap lokasi sasaran TMMD, memperlihatkan bahwa membangun sebuah rumah bukan hanya soal menyusun bata dan semen, tetapi juga membangun kepedulian serta kebersamaan.
Komandan SSK TMMD ke-129 Kodim 0418/Palembang, Kapten Inf Pringgo B.S., mengatakan bahwa progres rehabilitasi rumah Ibu Suwarni terus menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Pekerjaan dilakukan secara bertahap dengan tetap mengutamakan mutu bangunan dan keselamatan seluruh personel.
“Setiap pekerjaan diawali dengan apel pagi untuk memastikan kesiapan personel sekaligus menekankan pentingnya keselamatan kerja. Kami terus berupaya menyelesaikan rehabilitasi rumah ini sesuai target agar segera dapat dihuni dengan nyaman oleh Ibu Suwarni dan keluarga,” ujarnya.
Menurut Pringgo, program TMMD tidak hanya mengejar capaian fisik berupa selesainya pembangunan. Yang lebih penting adalah memastikan hasil pembangunan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat dalam jangka panjang.
Rumah yang sebelumnya mengalami berbagai kerusakan kini mulai memperlihatkan wajah baru. Dinding yang telah diplester tampak lebih rapi dan kokoh, sementara pemasangan kalsiboard menjadi salah satu tahapan penting menuju penyelesaian bangunan. Perubahan demi perubahan itu menjadi penanda bahwa harapan keluarga Suwarni untuk memiliki rumah yang layak huni semakin dekat menjadi kenyataan.
Bagi Ibu Suwarni, setiap perkembangan pembangunan membawa kebahagiaan tersendiri. Rumah yang selama ini menjadi tempat berteduh keluarganya kini mendapatkan perhatian melalui sentuhan tangan-tangan yang bekerja dengan penuh keikhlasan. Kehadiran Satgas TMMD tidak hanya membantu memperbaiki bangunan, tetapi juga menghadirkan rasa optimistis bahwa kehidupan keluarganya akan menjadi lebih baik.
Program rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) merupakan salah satu sasaran fisik dalam TMMD ke-129 Kodim 0418/Palembang. Melalui program ini, TNI bersama pemerintah daerah berupaya membantu masyarakat yang membutuhkan agar memiliki tempat tinggal yang aman, sehat, dan layak dihuni.
Lebih dari sekadar pembangunan fisik, TMMD juga menjadi ruang bertemunya nilai-nilai kebersamaan. Prajurit dan warga saling bahu-membahu, berbagi tenaga, waktu, dan semangat demi mewujudkan lingkungan yang lebih baik. Nilai gotong royong yang selama ini menjadi identitas masyarakat Indonesia kembali hidup di tengah proses pembangunan tersebut.
Memasuki hari ke-11 pelaksanaan TMMD ke-129, optimisme terus mengiringi setiap pekerjaan yang dilakukan. Dinding demi dinding yang semakin kokoh bukan hanya menjadi bagian dari sebuah bangunan, melainkan simbol hadirnya harapan baru bagi Ibu Suwarni dan keluarganya.
Di rumah sederhana itu, setiap adukan semen dan setiap lembar kalsiboard yang terpasang seolah mengisahkan satu hal yang sama: ketika TNI dan rakyat berjalan bersama, pembangunan bukan hanya menghadirkan rumah yang lebih layak, tetapi juga menumbuhkan keyakinan bahwa kepedulian dan gotong royong akan selalu menjadi fondasi terkuat dalam membangun kehidupan masyarakat.
(Yanti)










