Palembang,LamanQu. Com-Sudah bertahun-tahun jemaah dan warga di sekitar Mushola Al Mufakat harus berdamai dengan air yang berwarna kuning, berbau, bahkan berkarat. Air yang mereka gunakan sehari-hari jauh dari kata layak, namun tidak banyak pilihan yang bisa diambil.
Di balik keterbatasan itu, tersimpan harapan sederhana. Warga hanya menginginkan satu hal, memiliki sumber air bersih yang bisa digunakan bersama tanpa harus khawatir akan kualitasnya.
Harapan itu kini mulai menjadi kenyataan melalui Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 0418/Palembang. Memasuki hari ke-10 pelaksanaan TMMD, pembangunan sumur bor di Mushola Al Mufakat terus dipantau agar dapat segera dimanfaatkan masyarakat.
Ketua Mushola Al Mufakat, Dumyati, mengenang perjalanan panjang sebelum akhirnya lokasi pembangunan sumur bor ditetapkan. Upaya mencari sumber air bersih ternyata tidak mudah.
“Awalnya tim dari sumur bor mencari di sekitar sembilan titik. Berkali-kali dicoba, tetapi tidak ditemukan sumber air yang memadai. Alhamdulillah, akhirnya air ditemukan di tanah milik Pak Afdol,” tutur Dumyati, Jumat (24/7/2026).
Menurutnya, bukan hanya sumber air yang ditemukan, tetapi juga ketulusan seorang warga. Pak Afdol dengan sukarela menghibahkan sebagian tanahnya agar dapat dijadikan lokasi pembangunan sumur bor untuk kepentingan bersama.

“Bapak Afdol menghibahkan tanahnya untuk pembangunan sumur bor. Kami sangat bersyukur karena akhirnya jemaah dan masyarakat memiliki harapan mendapatkan air bersih,” katanya.
Selama ini, lanjut Dumyati, kualitas air di lingkungan tersebut memang menjadi persoalan yang cukup lama dirasakan warga. Air yang tersedia berwarna kuning, berbau, dan mengandung karat sehingga kurang nyaman digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.
Karena itu, keberadaan sumur bor bukan hanya menjadi fasilitas tambahan bagi mushola, melainkan juga menjadi jawaban atas kebutuhan dasar masyarakat.
“Alhamdulilah air sudah mengalir. Harapan kami airnya bisa terus mengalir dan bermanfaat untuk jamaah maupun warga sekitar. Siapa pun nantinya bisa mengambil air di mushola untuk kebutuhan sehari-hari,” ujarnya penuh harap.
Bagi masyarakat, air bersih bukan sekadar memenuhi kebutuhan rumah tangga. Air bersih juga menjadi bagian dari kehidupan ibadah. Jamaah tidak lagi harus khawatir ketika hendak berwudu, sementara warga sekitar memiliki akses air yang lebih layak tanpa harus bergantung pada sumber air yang kualitasnya kurang baik.
Pada hari ke-10 pelaksanaan TMMD, Wakil Komandan Satgas TMMD ke-129 Kodim 0418/Palembang, Letkol Inf Dery Septriadi, S.T., M.M., M.Han., turun langsung meninjau progres pembangunan sumur bor di Mushola Al Mufakat.
Menurutnya, monitoring dilakukan untuk memastikan seluruh sasaran fisik TMMD berjalan sesuai rencana sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan masyarakat.
“Kami terus melakukan monitoring di setiap sasaran agar pekerjaan sesuai dengan target yang telah ditetapkan. Sumur bor ini merupakan kebutuhan penting bagi masyarakat, sehingga kami ingin memastikan pembangunannya selesai tepat waktu dengan kualitas yang baik,” kata Dery.
Ia menegaskan, keberhasilan program TMMD bukan hanya diukur dari selesainya pembangunan fisik, tetapi juga dari manfaat nyata yang dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.
Karena itu, sinergi antara personel TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat terus diperkuat selama pelaksanaan TMMD ke-129. Kebersamaan tersebut menjadi modal utama untuk menghadirkan pembangunan yang benar-benar menjawab kebutuhan warga.
Di Mushola Al Mufakat, suara mesin dan aktivitas para personel TMMD mungkin hanya akan terdengar untuk sementara. Namun ketika pekerjaan selesai, yang tersisa adalah sesuatu yang jauh lebih berarti: aliran air bersih yang akan menemani aktivitas ibadah, memenuhi kebutuhan warga, dan menjadi bukti bahwa gotong royong mampu menghadirkan perubahan bagi kehidupan masyarakat.
(Yanti)










