Palembang,LamanQu.Com – Jumat 24 Juli 2026 Ibu Sriyanti berdiri di depan rumahnya di Jalan Nurdin Panji, RT 08 RW 04, Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Sukarami, Palembang. Tatapannya tak lepas dari para prajurit TNI yang sibuk mengangkat rangka baja ringan, memasang kusen pintu, dan menyetel jendela yang sebentar lagi akan menjadi bagian dari rumah impiannya.
Suara palu yang bertalu-talu dan gurauan ringan di antara personel Satgas TMMD ke-129 Kodim 0418/Palembang dengan warga setempat seolah menjadi musik yang mengiringi lahirnya harapan baru bagi perempuan itu. Rumah yang selama bertahun-tahun menjadi tempat berteduh dengan berbagai keterbatasan, kini perlahan berubah menjadi hunian yang lebih layak.
Memasuki hari ke-10 pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129, pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) milik Ibu Sriyanti telah memasuki tahapan penting. Personel Satgas TMMD tengah memasang kusen pintu dan jendela, menyusun kerangka atap menggunakan rangka taso, serta membangun tembok layar bagian atas sebagai persiapan menuju proses penyelesaian akhir.
Bagi sebagian orang, pemasangan kusen dan kerangka atap mungkin hanya bagian dari proses pembangunan rumah. Namun, bagi Ibu Sriyanti, setiap batang rangka yang terpasang membawa arti yang jauh lebih besar. Itu adalah simbol bahwa kehidupan keluarganya perlahan sedang berubah ke arah yang lebih baik.
Sesekali ia tersenyum ketika melihat para prajurit bekerja tanpa mengenal lelah. Meski cuaca cukup terik, semangat gotong royong tetap terasa begitu kuat. Tidak hanya personel TNI, warga sekitar pun ikut membantu, mengangkat material, menyiapkan kebutuhan pekerjaan, hingga memastikan proses pembangunan berjalan lancar.
Sebanyak 10 personel Satgas TMMD bersama lima warga bergotong royong menyelesaikan pekerjaan hari itu. Kebersamaan yang terjalin memperlihatkan bahwa pembangunan bukan hanya soal mendirikan bangunan, melainkan juga membangun kepedulian dan mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat.
Program TMMD yang selama ini dikenal melalui pembangunan infrastruktur kembali menunjukkan sisi kemanusiaannya. Kehadiran para prajurit bukan sekadar membawa semen, pasir, dan baja ringan, tetapi juga menghadirkan rasa optimistis bagi warga yang selama ini hidup dalam keterbatasan.
Di sela-sela pekerjaan, para prajurit tampak saling berbagi tugas. Ada yang mengukur posisi kusen agar presisi, ada yang merakit rangka atap, sementara yang lain menyiapkan adukan untuk pembangunan tembok layar. Semua dilakukan dengan teliti agar rumah yang dibangun benar-benar kuat dan aman untuk ditempati.
Sriyanti mengaku senang rehab rumahnya berjalan lancar. semoga rehab ini tidak ada kendala, sehingga bisa selesai tepat waktu dan kami bisa kembali menempati rumah ini kembali dengan nyaman.
Dansatgas TMMD ke-129 Kodim 0418/Palembang, Kolonel Arh Erik Novianto, S.Sos., mengatakan bahwa pembangunan RTLH merupakan salah satu bentuk kepedulian TNI terhadap masyarakat yang membutuhkan hunian layak.
Menurutnya, setiap tahapan pembangunan dilaksanakan dengan memperhatikan kualitas pekerjaan sehingga rumah yang nantinya diserahkan kepada penerima manfaat dapat memberikan rasa aman dan nyaman dalam jangka panjang.
“Setiap tahapan pekerjaan kami laksanakan dengan mengutamakan kualitas agar rumah yang dibangun benar-benar kokoh, aman, dan nyaman untuk dihuni. Sinergi antara Satgas TMMD dan masyarakat menjadi kekuatan utama dalam menyelesaikan seluruh sasaran tepat waktu,” ujar Kolonel Erik Novianto.
Semangat kebersamaan itu menjadi wajah nyata TMMD ke-129 di Kota Palembang. Di balik setiap bata yang tersusun dan setiap atap yang mulai berdiri, tersimpan harapan baru bagi keluarga-keluarga yang selama ini mendambakan tempat tinggal yang layak.
Bagi Ibu Sriyanti, rumah itu bukan sekadar bangunan. Rumah tersebut adalah tempat keluarganya akan kembali berkumpul, beristirahat, dan menata masa depan dengan rasa aman. Melihat kerangka atap mulai berdiri, ia percaya bahwa penantian panjangnya akan segera berakhir.
Ketika seluruh pekerjaan nanti rampung, yang tersisa bukan hanya sebuah rumah baru, melainkan juga kisah tentang gotong royong, kepedulian, dan hadirnya negara melalui tangan-tangan prajurit TNI yang bekerja tanpa pamrih untuk mewujudkan harapan masyarakat.
(Yanti)










