Palembang,LamanQu.Com-SMA Negeri 1 Palembang terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan mutu pendidikan dengan tetap berpedoman pada regulasi yang ditetapkan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan melalui Dinas Pendidikan (Disdik) serta rekomendasi Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP). Selain memastikan seluruh proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) berjalan sesuai petunjuk teknis (juknis), sekolah juga menyiapkan berbagai program strategis untuk meningkatkan kualitas lulusan.
Kepala SMA Negeri 1 Palembang, Drs. Sugiyono, M.M., mengatakan bahwa pihak sekolah saat ini lebih memfokuskan program-program yang berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan. Menurutnya, dukungan orang tua menjadi salah satu faktor penting dalam mewujudkan target tersebut.
“Program yang kami sampaikan kepada orang tua lebih kepada peningkatan mutu sekolah.
Tantangan SMA Negeri 1 Palembang ke depan bukan hanya mempertahankan kualitas yang sudah ada, tetapi juga meningkatkan prestasi agar semakin baik,” ujarnya.
Sugiyono menjelaskan, salah satu indikator keberhasilan sekolah terlihat dari meningkatnya jumlah siswa yang diterima di perguruan tinggi negeri melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT). Pada tahun ini, jumlah siswa yang lolos SNBT meningkat dari 35 orang menjadi 55 orang.
“Yang membanggakan, dari jumlah tersebut ada 11 siswa yang berhasil diterima di Fakultas Kedokteran melalui jalur SNBT. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran,” katanya.
Ia menambahkan, target sekolah agar sedikitnya 60 persen lulusan diterima di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) melalui berbagai jalur, seperti Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), SNBT, jalur mandiri, hingga sekolah kedinasan, telah berhasil dilampaui.
“Ke depan kami ingin mempertahankan bahkan meningkatkan capaian tersebut. Salah satu program yang sedang kami siapkan adalah menggelar Expo Perguruan Tinggi yang menghadirkan kampus negeri maupun swasta favorit agar siswa mendapatkan informasi yang lebih luas mengenai pendidikan tinggi,” jelasnya.
Selain itu, sekolah juga akan memberikan perhatian lebih terhadap pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) bagi siswa kelas XII. Persiapan yang pada tahun sebelumnya dinilai belum maksimal akan diperbaiki agar hasil yang diperoleh semakin optimal.
Tidak hanya TKA, sekolah juga akan memperkuat persiapan menghadapi Asesmen Nasional serta memberikan pembinaan khusus bagi siswa yang ingin melanjutkan pendidikan ke sekolah-sekolah kedinasan.
Di bidang sarana dan prasarana, SMA Negeri 1 Palembang juga terus melakukan pembenahan. Tahun ajaran ini, sekolah memperoleh tambahan satu rombongan belajar (rombel) dari BPMP sehingga total menjadi 13 rombel.
Menurut Sugiyono, sebenarnya ruang kelas sudah tersedia, namun beberapa ruangan sebelumnya belum dimanfaatkan secara optimal sehingga perlu dilakukan perbaikan dan penataan kembali.
“Di Dapodik tercatat masih ada beberapa ruang yang belum digunakan secara maksimal. Selama ini ada yang dimanfaatkan sebagai ruang kegiatan ekstrakurikuler maupun ruang band. Ruangan-ruangan tersebut akan kami bersihkan dan optimalkan menjadi ruang kelas,” ungkapnya.
Untuk mendukung proses pembelajaran berbasis teknologi, SMA Negeri 1 Palembang juga terus mengembangkan kelas digital. Pada tahun 2025 sekolah telah membangun satu kelas digital, sementara fasilitas smart board yang dimiliki saat ini masih terbatas.
“Kami baru memiliki satu smart board bantuan Presiden. Harapan kami ke depan bisa menambah dua atau tiga unit lagi sehingga proses pembelajaran digital bisa dilakukan secara bergantian di setiap angkatan,” katanya.
Pihak sekolah juga mengaku telah berupaya mencari dukungan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), meski hingga kini belum memperoleh hasil yang optimal.
Sementara itu, terkait kebutuhan tenaga pendidik dengan adanya penambahan rombongan belajar, Sugiyono memastikan kondisi sumber daya manusia masih mencukupi. Hal tersebut didukung adanya penambahan guru dari jalur Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Meski demikian, apabila terjadi kekurangan guru akibat adanya pegawai yang memasuki masa pensiun, sekolah tetap membuka peluang menggunakan tenaga honorer profesional.
“Kalaupun nanti ada kekurangan guru, kami tetap bisa memberdayakan tenaga honorer yang profesional. Walaupun tidak masuk Dapodik, yang terpenting mereka memiliki kompetensi dan hak-haknya tetap diberikan sesuai ketentuan,” jelasnya.
Sugiyono juga menegaskan bahwa seluruh kebijakan SMA Negeri 1 Palembang selalu sejalan dengan kebijakan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan melalui Dinas Pendidikan.
“Kami tetap linear dengan seluruh regulasi yang ada. Semua kebijakan sekolah mengacu pada arahan Dinas Pendidikan dan kebijakan Gubernur Sumatera Selatan. Kami tidak akan menjalankan kebijakan yang bertentangan dengan aturan,” tegasnya.
Mengenai pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun 2026, Sugiyono menilai prosesnya berlangsung aman dan kondusif. Menurutnya, gejolak yang muncul sangat minim dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
“Secara umum masyarakat dapat menerima hasil SPMB. Kami melihat pelaksanaannya berjalan baik dan sesuai aturan yang berlaku,” ujarnya.
Ia kembali menegaskan bahwa SMA Negeri 1 Palembang tidak pernah keluar dari ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah.
“Kami tidak pernah keluar dari juknis. Semua proses mengacu pada petunjuk teknis yang ditetapkan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan melalui Dinas Pendidikan serta rekomendasi BPMP. Selama seluruh rekomendasi itu dipatuhi, pelaksanaan SPMB berjalan aman, transparan, dan sesuai regulasi,” pungkas Sugiyono.
(Yanti)










