PALEMBANG, LamanQu.Com – Suasana di sekitar Mushola Baitul Maghfurin, Kelurahan Talang Jambe, Kecamatan Sukarami, Palembang, tampak berbeda.
Di tengah kesibukan personel Satgas TMMD Ke-129 Kodim 0418/Palembang yang terus mengebut proses rehabilitasi mushola, sejumlah tokoh masyarakat duduk bersama Komandan Kodim 0418/Palembang sekaligus Dansatgas TMMD Kodim 0418/Palembang, Kolonel Arh Erik Novianto, S.Sos., dalam sebuah komunikasi sosial (Komsos) yang berlangsung hangat dan penuh keakraban.
Tak ada sekat antara prajurit dan warga. Percakapan mengalir sederhana, membahas perkembangan pembangunan, harapan masyarakat, hingga berbagai perubahan yang mulai dirasakan sejak Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) hadir di lingkungan mereka.
Bagi warga, kehadiran Dandim yang menyempatkan diri berdialog secara langsung menjadi bukti bahwa pembangunan bukan hanya soal menyelesaikan sasaran fisik, tetapi juga membangun kedekatan dengan masyarakat.
Dalam kesempatan itu, warga menyampaikan rasa syukur karena Mushola Baitul Maghfurin yang selama ini menjadi pusat ibadah dan kegiatan keagamaan perlahan berubah menjadi lebih layak. Mereka juga mengapresiasi berbagai sasaran TMMD lainnya yang diyakini akan memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan.
Kolonel Arh Erik Novianto mengatakan, komunikasi dengan masyarakat merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pelaksanaan TMMD. Melalui dialog langsung, TNI dapat mengetahui kebutuhan masyarakat sekaligus memastikan setiap program yang dikerjakan benar-benar memberi manfaat.
“TMMD tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga membangun kebersamaan dan memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat. Dukungan masyarakat menjadi modal utama agar seluruh program dapat berjalan lancar dan hasilnya bisa dirasakan bersama,” ujarnya.
Menurutnya, semangat gotong royong yang ditunjukkan warga Talang Jambe menjadi energi bagi personel Satgas TMMD untuk terus bekerja maksimal hingga seluruh sasaran selesai tepat waktu.
Sementara itu, para tokoh masyarakat mengaku senang karena aspirasi mereka didengarkan secara langsung. Mereka menilai komunikasi seperti ini membuat hubungan antara TNI dan masyarakat semakin erat.
“Kami merasa dihargai karena bisa menyampaikan langsung apa yang menjadi harapan warga. Kehadiran bapak Dandim memberikan semangat bagi kami untuk terus bergotong royong membantu Satgas TMMD,” ungkap salah seorang tokoh masyarakat.
Mereka berharap sinergi yang telah terjalin selama pelaksanaan TMMD tidak berhenti setelah program selesai. Semangat kebersamaan yang telah tumbuh diharapkan terus menjadi modal dalam membangun lingkungan yang lebih maju, aman, dan nyaman.
Di tengah suara palu dan aktivitas para prajurit yang terus bekerja menyelesaikan rehabilitasi Mushola Baitul Maghfurin, dialog sederhana itu menjadi pengingat bahwa keberhasilan TMMD bukan hanya diukur dari bangunan yang berdiri kokoh, tetapi juga dari kuatnya hubungan antara TNI dan masyarakat. Dari komunikasi yang terjalin, tumbuh rasa saling percaya, kepedulian, dan tekad bersama untuk membangun Talang Jambe menjadi lebih baik.
(Yanti)










