Palembang,LamanQu.Com-Suasana Pos Komando Taktis (Poskotis) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 Kodim 0418/Palembang di Kelurahan Talang Jambe, Kecamatan Sukarami, Selasa (21/7/2026), tampak berbeda dari biasanya. Kali ini puluhan siswa SMK Penerbangan Sriwijaya memenuhi ruangan untuk mengikuti penyuluhan Bela Negara.
Kegiatan nonfisik yang mengusung tema “TMMD Satukan Langkah Membangun Negeri dari Desa” itu menjadi pengingat bahwa pembangunan tidak hanya diwujudkan melalui infrastruktur, tetapi juga melalui pembangunan karakter dan wawasan kebangsaan generasi muda.
Di hadapan para pelajar, Danramil 01 Makrayu Kodim 0418/Palembang, Kapten CBA Kashmir, menyampaikan materi Bela Negara dengan bahasa yang sederhana namun penuh makna. Sesekali ia mengajak peserta berdialog, melontarkan pertanyaan, dan memancing pendapat para siswa mengenai tantangan bangsa di era digital.
Menurutnya, semangat Bela Negara bukan hanya milik prajurit TNI. Setiap warga negara memiliki tanggung jawab yang sama untuk menjaga keutuhan bangsa sesuai dengan profesi dan perannya masing-masing.
“Apapun yang kita lakukan harus berlandaskan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Itulah fondasi kita sebagai bangsa Indonesia,” ujar Kapten Kashmir di hadapan para peserta.
Ia menjelaskan, nilai-nilai Bela Negara tidak selalu diwujudkan melalui tindakan besar. Justru hal-hal sederhana dalam kehidupan sehari-hari menjadi bentuk nyata kecintaan terhadap bangsa.
Mulai dari disiplin memanfaatkan waktu, menghormati guru dan orang tua, menghargai sesama tanpa membedakan latar belakang, hingga menjaga persatuan di lingkungan sekolah merupakan bagian dari implementasi Bela Negara yang dapat dilakukan oleh para pelajar.
“Kita harus melatih diri menjadi pribadi yang disiplin, memiliki pendirian yang kuat, serta mampu menghargai orang lain. Bangsa yang besar lahir dari masyarakat yang memiliki karakter kuat,” katanya.
Di tengah perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat, Kapten Kashmir juga mengingatkan para siswa agar bijak menggunakan media sosial. Menurutnya, ancaman terhadap bangsa saat ini tidak selalu berbentuk fisik, tetapi juga datang melalui penyebaran informasi yang tidak benar, provokasi, hingga berbagai konten negatif yang mudah diakses melalui internet.
Ia mengingatkan agar para pelajar tidak mudah mempercayai setiap informasi yang beredar di media sosial sebelum memastikan kebenarannya.
“Kalau dulu ada ungkapan ‘mulutmu harimaumu’, sekarang berubah menjadi ‘jarimu harimaumu’. Apa yang kita tulis dan sebarkan di media sosial bisa berdampak besar, baik bagi diri sendiri maupun orang lain. Karena itu, jangan asal menerima dan menyebarkan informasi. Saring terlebih dahulu sebelum membagikannya,” pesannya.
Nasihat tersebut mendapat perhatian serius dari para siswa. Mereka tampak menyimak setiap penjelasan yang disampaikan, bahkan beberapa di antaranya mencatat poin-poin penting yang dianggap bermanfaat.
Kapten Kashmir juga mengingatkan generasi muda agar menjauhi berbagai perilaku yang dapat merusak masa depan, seperti penyalahgunaan narkoba dan pergaulan bebas.
Menurutnya, tantangan generasi muda saat ini jauh lebih kompleks dibandingkan masa sebelumnya. Selain harus memiliki kemampuan akademik dan keterampilan, mereka juga dituntut memiliki karakter yang kuat agar tidak mudah terpengaruh oleh hal-hal negatif.
“Jangan pernah mencoba narkoba. Jangan mudah terbawa pergaulan yang salah. Masa depan bangsa ada di tangan kalian. Karena itu, persiapkan diri menjadi generasi yang sehat, cerdas, berakhlak, dan memiliki semangat nasionalisme,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa pelajar merupakan calon pemimpin bangsa pada masa mendatang. Oleh sebab itu, mereka harus dibekali wawasan kebangsaan sejak dini agar mampu menghadapi berbagai tantangan global tanpa kehilangan jati diri sebagai bangsa Indonesia.
Baginya, kecintaan terhadap Tanah Air harus diwujudkan melalui prestasi, kedisiplinan, semangat belajar, serta kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
“Menjadi generasi penerus bukan sekadar cita-cita, tetapi tanggung jawab. Kalian harus siap menghadapi perubahan zaman tanpa melupakan nilai-nilai kebangsaan,” katanya.
Penyampaian materi berlangsung interaktif. Tidak hanya mendengarkan paparan, para siswa juga diberi kesempatan mengajukan pertanyaan seputar Bela Negara, peran generasi muda, hingga tantangan yang dihadapi bangsa di era digital.
Suasana diskusi berlangsung hangat. Beberapa siswa tampak antusias mengangkat tangan untuk bertanya maupun menjawab pertanyaan yang diberikan narasumber. Sesekali terdengar tepuk tangan ketika jawaban peserta dinilai tepat.
Kapten Kashmir mengapresiasi semangat para pelajar yang aktif mengikuti jalannya penyuluhan. Menurutnya, antusiasme tersebut menjadi pertanda bahwa generasi muda masih memiliki kepedulian terhadap masa depan bangsa.
“Alhamdulillah, tadi banyak yang bertanya. Artinya mereka ingin tahu dan peduli. Semangat seperti ini harus terus dipelihara,” ujarnya.
Program penyuluhan Bela Negara merupakan salah satu sasaran nonfisik dalam pelaksanaan TMMD Ke-129 Kodim 0418/Palembang. Selain membangun infrastruktur seperti jalan, sumur bor, rehabilitasi rumah tidak layak huni, mushala, dan fasilitas umum lainnya, TMMD juga menghadirkan berbagai penyuluhan kepada masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, TNI ingin memastikan bahwa pembangunan desa tidak hanya menghasilkan perubahan secara fisik, tetapi juga membangun kualitas sumber daya manusia.
Nilai-nilai kebangsaan, nasionalisme, disiplin, gotong royong, dan kepedulian sosial menjadi bagian penting yang terus ditanamkan kepada masyarakat, terutama kalangan pelajar sebagai generasi penerus bangsa.
Di akhir kegiatan, salah seorang peserta, Novella Putri, siswi SMK Penerbangan Sriwijaya, mengaku mendapatkan banyak pelajaran baru dari penyuluhan tersebut.
Menurutnya, materi yang disampaikan sangat relevan dengan kehidupan generasi muda saat ini, terutama mengenai pentingnya menyaring informasi di media sosial dan menjaga perilaku agar tidak terjerumus dalam hal-hal negatif.
“Saya senang bisa mengikuti kegiatan ini. Penyuluhannya sangat bagus karena mengajak generasi muda untuk ikut memajukan bangsa dan negara. Kami juga diingatkan supaya lebih disiplin, bijak menggunakan media sosial, dan memiliki semangat untuk meraih masa depan yang lebih baik,” katanya.
Ia berharap kegiatan serupa dapat lebih sering dilaksanakan di sekolah-sekolah sehingga semakin banyak pelajar memperoleh pemahaman mengenai pentingnya Bela Negara.
“Bagi kami, kegiatan seperti ini sangat positif. Kami jadi lebih paham bahwa mencintai Indonesia bukan hanya lewat kata-kata, tetapi juga melalui sikap dan tindakan sehari-hari. Semoga ke depan semakin banyak anak muda yang memiliki kepedulian terhadap bangsa sehingga Indonesia bisa menjadi negara yang lebih maju,” ujarnya.
Penyuluhan Bela Negara di Poskotis TMMD Ke-129 itu pun berakhir dengan suasana penuh semangat. Di tengah berbagai pembangunan yang terus berlangsung di Talang Jambe, pesan yang disampaikan hari itu menjadi fondasi yang tak kalah penting: membangun jalan dan fasilitas umum memang mempermudah kehidupan masyarakat, tetapi membangun karakter generasi muda adalah investasi jangka panjang bagi masa depan Indonesia.
Melalui TMMD, TNI menunjukkan bahwa pembangunan sejati bukan hanya soal beton, aspal, atau bangunan yang berdiri kokoh, melainkan juga tentang menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada generasi penerus agar tetap teguh memegang Pancasila, cinta Tanah Air, serta mampu menghadapi tantangan zaman dengan karakter yang kuat dan semangat persatuan.
(Yanti)










