Palembang,LamanQu.Com-Usia senja semestinya menjadi masa menikmati hari-hari dengan tenang di rumah yang nyaman. Namun, kenyataan itu belum lama ini belum dirasakan Karyo. Pria yang usianya hampir menginjak 90 tahun tersebut selama bertahun-tahun tinggal seorang diri di sebuah rumah sederhana di RT 20 RW 06, Kelurahan Talang Jambe, Kecamatan Sukarami, Palembang.
Rumah yang menjadi tempat berteduhnya telah dimakan usia. Atapnya mulai lapuk, dindingnya rapuh, dan fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK) jauh dari kata layak.
Melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 Tahun Anggaran 2026 Kodim 0418/Palembang, rumah Pak Karyo direhabilitasi. Memasuki hari ketujuh Selasa 21 Juli 2026 pelaksanaan TMMD, progres pembangunan telah mencapai hampir 60 persen.
Semangat para personel Satgas TMMD menjadi penanda hadirnya harapan baru bagi pria lanjut usia itu.
Rumah yang sebelumnya nyaris tak layak huni kini mulai berubah wajah. Atap diperbaiki agar tak lagi bocor saat hujan, dinding diplester dan disemen sehingga lebih kokoh, kanopi dipasang untuk melindungi bagian depan rumah, sementara fasilitas MCK dibangun agar Pak Karyo dapat menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih layak.
Perubahan itu bukan hanya memperbaiki bangunan, tetapi juga mengembalikan rasa aman bagi seorang lansia yang selama ini menjalani hidup dalam kesederhanaan.
Di balik kisah Pak Karyo, ada sosok Sri, keponakannya, yang selama bertahun-tahun menjadi tempat bersandar sekaligus keluarga terdekat yang setia merawatnya.
Sri menuturkan, kehidupan pamannya tidaklah mudah. Istri Pak Karyo telah lama meninggal dunia. Duka semakin mendalam ketika anak semata wayangnya juga berpulang sekitar 12 tahun lalu dalam usia sekitar 40 tahun.
Sejak saat itu, Pak Karyo hidup seorang diri.
“Saya ini keponakan beliau. Sehari-hari saya yang mengurus Pak Karyo. Anak beliau sudah meninggal sekitar 12 tahun yang lalu, sedangkan istrinya juga sudah lebih dulu meninggal,” tutur Sri.
Menurutnya, sepanjang hidup, Pak Karyo dikenal sebagai sosok pekerja keras. Bertani menjadi mata pencaharian yang digelutinya sejak muda. Dari bertani itulah ia membesarkan keluarga, meski kehidupan yang dijalani jauh dari kata berkecukupan.
Seiring bertambahnya usia, tenaga Pak Karyo tak lagi sekuat dulu. Aktivitasnya semakin terbatas, sementara kondisi rumah yang ditempatinya semakin memprihatinkan.
Sebagai keluarga, Sri mengaku hanya bisa melakukan perbaikan seadanya karena keterbatasan ekonomi.

“Alhamdulillah sekarang rumah Pak Karyo diperbaiki. Dulu memang kondisinya sudah tidak memadai. Kami sangat bersyukur dan mengucapkan terima kasih kepada bapak-bapak TNI dari Kodim 0418/Palembang yang sudah membantu,” katanya dengan mata berbinar.
Baginya, bantuan tersebut bukan sekadar pembangunan fisik sebuah rumah, melainkan bentuk kepedulian yang memberi harapan baru bagi seorang lansia yang telah menghabiskan sebagian besar hidupnya dalam kesederhanaan.
Sri juga menyampaikan doa agar seluruh prajurit yang terlibat dalam TMMD senantiasa diberikan kesehatan dan keberkahan.
“Mudah-mudahan ke depan TNI semakin dicintai rakyat dan selalu mendapat keberkahan dari Allah SWT,” ucapnya.
Di lingkungan tempat tinggal Pak Karyo, perubahan itu turut disambut bahagia warga.
Ketua RT 20 RW 06, Agus Kurniawan, mengatakan bahwa Pak Karyo memang menjadi salah satu warga yang paling layak menerima bantuan rehabilitasi rumah.
Menurut Agus, kondisi rumah tersebut sudah tidak layak ditempati. Sebagai lansia yang hidup seorang diri, Pak Karyo membutuhkan perhatian bersama.
“Pak Karyo tinggal seorang diri. Rumahnya memang sudah tidak layak huni sehingga kami mengusulkan agar mendapat bantuan melalui program TMMD. Alhamdulillah sekarang progres rehabilitasinya sudah mencapai sekitar 60 persen,” ujarnya.
Ia menilai, kehadiran program TMMD membawa manfaat nyata bagi masyarakat. Tidak hanya membangun jalan, sumur bor, maupun fasilitas umum lainnya, tetapi juga menyentuh kebutuhan dasar warga yang benar-benar membutuhkan tempat tinggal yang layak.
Bagi warga Talang Jambe, pembangunan rumah Pak Karyo menjadi bukti bahwa program TMMD tidak sekadar membangun infrastruktur, tetapi juga menghadirkan kepedulian terhadap kehidupan masyarakat.
Di lokasi pembangunan, personel Satgas TMMD tampak bekerja bersama masyarakat. Mereka saling bergotong royong menyelesaikan setiap tahapan pekerjaan agar rumah tersebut segera bisa ditempati dengan nyaman.
Semangat kebersamaan itulah yang menjadi ruh dari program TMMD selama puluhan tahun.
Komandan Satgas TMMD Ke-129 Kodim 0418/Palembang, Kolonel Arh Erik Novianto, S.Sos., mengatakan bahwa rehabilitasi rumah Pak Karyo menjadi salah satu sasaran fisik yang mendapat perhatian serius.
Menurutnya, seluruh personel terus bekerja maksimal agar pekerjaan selesai sesuai target tanpa mengurangi kualitas pembangunan.
“Kami berharap proses rehabilitasi rumah Pak Karyo berjalan lancar hingga selesai. Harapan kami sederhana, beliau bisa segera menempati rumah yang lebih layak, aman, dan nyaman untuk menjalani hari-harinya,” ujar Erik.
Ia menegaskan bahwa TMMD bukan sekadar program pembangunan, tetapi juga wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat.
Melalui program ini, TNI hadir untuk membantu pemerintah daerah mempercepat pembangunan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama mereka yang membutuhkan.
Bagi Pak Karyo yang hampir 90 tahun menjalani hidup dengan segala keterbatasan, rumah yang kokoh berarti perlindungan dari hujan dan panas.
Dinding yang kuat menghadirkan rasa aman. Atap yang tidak lagi bocor menjadi penghibur di musim penghujan. Sementara MCK yang layak memberi kemudahan menjalani aktivitas sehari-hari di usia senja.
Di usia yang semakin renta, Pak Karyo mungkin tak lagi memiliki banyak keinginan. Namun melalui sentuhan gotong royong dalam TMMD Ke-129 Kodim 0418/Palembang, ia memperoleh sesuatu yang sangat berharga: kesempatan menikmati masa tua dengan lebih bermartabat.
Di sudut Kelurahan Talang Jambe itu, rumah yang perlahan berubah menjadi lebih layak bukan sekadar hasil tumpukan batu bata, semen, dan kayu. Ia menjadi simbol bahwa kepedulian masih hidup, gotong royong tetap terjaga, dan negara hadir melalui tangan-tangan para prajurit untuk memastikan tidak ada warga yang dibiarkan menghadapi hari tuanya seorang diri.
(Yanti)










