LamanQu.Com – Menteri Agama Nasaruddin Umar mengukuhkan Tim Hisab Rukyat Kementerian Agama Tahun 2026 di Jakarta. Oleh karena itu, langkah ini diambil untuk memperkuat sinergi ulama dan saintis dalam penentuan awal bulan Hijriah.
Selain itu, tim ini terdiri atas unsur Mahkamah Agung, BRIN, BMKG, hingga berbagai ormas Islam nasional. Maka dari itu, keberadaan para pakar astronomi dan tokoh agama diharapkan dapat memberikan hasil yang optimal.
Selanjutnya, Nasaruddin Umar mengungkapkan bahwa tim tersebut memiliki peran yang sangat strategis bagi umat Islam. Nasaruddin Umar menekankan pentingnya menghadirkan kepastian hukum terkait waktu pelaksanaan ibadah.
“Kehadiran Tim Hisab Rukyat merupakan bentuk nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan kepastian hukum terkait ibadah umat Islam. Penentuan awal bulan Hijriah bukan sekadar urusan teknis penanggalan, tetapi juga menyangkut aspek keyakinan dan kebersamaan sosial,” ujar Menag.
Sementara itu, Nasaruddin Umar meminta rekomendasi tim harus memiliki landasan syar’i dan saintifik yang kuat. Oleh sebab itu, Kemenag selalu mengedepankan pendekatan dialogis dalam menetapkan awal bulan Hijriah.
“Kita ingin menghadirkan keputusan yang mendatangkan kemaslahatan tanpa menafikan keberagaman pendekatan yang ada. Karena itu, dialog dan musyawarah menjadi sangat penting,” katanya.
Kemudian, Dirjen Bimas Islam Abu Rokhmad menilai pembentukan tim ini bersikap sangat moderat serta inklusif. Dengan demikian, keputusan yang dihasilkan akan memiliki legitimasi keagamaan dan dasar ilmiah yang kuat.
“Tim Hisab Rukyat menjadi ruang bersama untuk mempertemukan perspektif syariat dan sains dalam penentuan awal bulan Hijriah. Pendekatan ini penting agar keputusan yang dihasilkan memiliki legitimasi keagamaan sekaligus dasar ilmiah yang kuat,” ujarnya.
Terlebih lagi, tim ini disiapkan menjelang Sidang Isbat awal Zulhijah 1447 H pada Minggu besok. Terkait susunan pengurus, Arsad Hidayat resmi ditunjuk sebagai Ketua Tim Hisab Rukyat Kemenag 2026.
Selain itu, kepengurusan ini juga diperkuat oleh sejumlah ulama terkemuka dan para profesor astronomi. Akhirnya, kolaborasi komprehensif tersebut diharapkan dapat menjaga harmoni dan kemaslahatan seluruh kehidupan beragama.




