• Indeks
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Hubungi-kami
Rabu, Maret 18, 2026
No Result
View All Result
lamanqu.com
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi
No Result
View All Result
lamanqu.com
No Result
View All Result
danau ranau, oku selatan banner pemkab muba
ADVERTISEMENT
Home News

Proyek Gudang PT Sriwijaya Ban Diduga Langgar Hak Pekerja, Karyawan Tanpa APD dan Tak Terdaftar BPJS

Reporter YN
31 Januari 2026
proyek pembangunan gudang
Bagikan ke Whatsapp

Palembang, LamanQu.Com — Proyek pembangunan gudang dan bengkel milik PT Sriwijaya Ban diduga melanggar hak dasar pekerja terkait keselamatan dan jaminan sosial tenaga kerja.

Dugaan pelanggaran ini mencuat setelah pemborong proyek, Husni, mengakui bahwa para pekerja yang direkrutnya tidak menggunakan alat pelindung diri (APD) sesuai standar keselamatan dan kesehatan kerja (K3), serta tidak terdaftar dalam program BPJS Ketenagakerjaan.

Husni mengakui bahwa pekerja yang direkrutnya tidak menggunakan pakaian safety meskipun, menurutnya, APD telah disediakan.

“Sudah disiapkan tapi ya itu idak dipake,” terang Husni.

Ia juga menegaskan bahwa seluruh pekerja di proyek tersebut direkrut olehnya.

“Ya saya yang merekrut karyawan,” ujarnya.

Namun, saat ditanya mengenai kewajiban penggunaan APD sesuai standar K3, Husni justru menganggap proyek tersebut tidak memerlukan standar keselamatan yang ketat.

“Ya ini kan proyek pribadi, bukan proyek kayak pembangunan jalan,” katanya.

Ketika diminta menunjukkan APD yang diklaim telah tersedia, Husni memanggil perwakilan perusahaan bernama Dola yang mengaku bernama Daulai. Setelah awak media mengikuti keduanya, Husni hanya menunjukkan tiga set perlengkapan safety yang tidak lengkap.

Saat ditanya mengapa jumlah APD hanya tiga set dan tidak lengkap, Husni mengaku bahwa perlengkapan tersebut hanya disediakan untuk pekerja tertentu.

“Ya cuma ada untuk yang manjat-manjat itu, Mas,” ungkapnya.

Ia juga menyebutkan bahwa hanya tiga pekerja yang bertugas di bagian tersebut, sambil menunjuk tiga orang karyawan yang terlihat bekerja di atas atap bangunan tanpa perlindungan diri yang memadai.

Di lokasi yang sama, seorang pekerja yang tengah mengaduk semen di dekat gudang mengaku tidak pernah diberikan APD.

“Wong dienjuk idak,” katanya spontan.

Lebih jauh, Husni juga mengakui bahwa para pekerja yang dipekerjakan dalam proyek tersebut tidak terdaftar dalam program BPJS Ketenagakerjaan.

“Dak terdaftar, ini kan saya cuma jasa,” sangkalnya.

Padahal, proyek pembangunan gudang yang berdiri di atas lahan dengan panjang sekitar 34 meter dan lebar 21 meter itu diketahui mempekerjakan lebih dari 30 orang pekerja, yang telah bekerja hampir enam bulan.

Ironisnya, puluhan pekerja tersebut tidak dilengkapi APD yang memadai dan tidak mendapatkan perlindungan jaminan sosial tenaga kerja.

Dugaan Pelanggaran Hukum Ketenagakerjaan dan K3 Praktik yang terjadi dalam proyek pembangunan gudang PT Sriwijaya Ban tersebut diduga bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia.

Dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan yang telah diubah melalui Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja (Omnibus Law) serta peraturan turunannya, pemberi kerja memiliki kewajiban untuk:

  • Menjamin keselamatan dan kesehatan kerja (K3) bagi pekerja.
  • Menyediakan alat pelindung diri (APD) sesuai standar keselamatan kerja.
  • Mendaftarkan pekerja dalam program jaminan sosial tenaga kerja (BPJS Ketenagakerjaan).

Selain itu, kewajiban penyediaan APD juga ditegaskan dalam:

UU No. 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja,
PP No. 50 Tahun 2012 tentang Sistem Manajemen K3,
serta peraturan turunan Kementerian Ketenagakerjaan.

Sementara kewajiban kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan diatur dalam:

UU No. 24 Tahun 2011 tentang BPJS, yang mewajibkan setiap pemberi kerja mendaftarkan pekerjanya dalam program jaminan sosial.

Secara hukum, alasan bahwa proyek bersifat “pribadi” atau dikelola oleh pihak pemborong tidak menghapus kewajiban perusahaan dan pemberi kerja untuk melindungi keselamatan dan hak pekerja.

Potret Buruk Perlindungan Tenaga Kerja

Kasus ini mencerminkan lemahnya penerapan standar keselamatan kerja dan perlindungan tenaga kerja dalam proyek konstruksi swasta. Padahal, sektor konstruksi dikenal sebagai salah satu sektor dengan risiko kecelakaan kerja yang tinggi.

Ketidakhadiran APD dan jaminan sosial tenaga kerja bukan hanya pelanggaran administratif, tetapi juga berpotensi membahayakan nyawa pekerja. Jika terjadi kecelakaan kerja, pekerja tidak memiliki perlindungan hukum maupun jaminan sosial.

Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen PT Sriwijaya Ban belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan pelanggaran hak pekerja dalam proyek pembangunan gudang dan bengkel tersebut.

Tags: Proyek Pembangunan GudangPT Sriwijaya Ban
ADVERTISEMENT
Previous Post

Diskusi Publik dan Launching Buku Monolog di Simpang Republik, Haekal Al Haffah: Ketika Trias Politika Lemah, Civil Society Harus Bangkit

Next Post

SKABIGA SPARDHA 2026 Ditutup, Disdik Sumsel Apresiasi Pembinaan Karakter Siswa

YN

Info Terkait

No Content Available

Berita Terbaru

Tekanan Publik Menguat, Puluhan Aktivis Desak Penahanan Tersangka Penganiayaan

Sejauh Ini Kuota Minyak Masih Aman, Berikut Beberapa Hal Disampaikan

Polda Sumsel Rilis Peta Mudik Sumatera: 143 Truk ODOL Ditertibkan, Jalintim Jadi Titik Tekanan Utama

Pertamina Patra Niaga Kilang Plaju Tutup Rangkaian Safari Ramadan, Salurkan Dukungan untuk Masjid di Sekitar Wilayah Operasional

Kapolda Sumsel Bersama Gubernur dan Pangdam Konsolidasikan Pengamanan Lebaran

Ramadhan Penuh Berkah, Ditpolairud Polda Sumsel Salurkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat di Masjid Babul Ihsan

Dukung Program Akselerasi Kementerian, Rutan Kelas I Palembang Siapkan Pendidikan Kesetaraan bagi Warga Binaan

Gandeng DPR RI, BPJS Kesehatan Palembang Edukasi Warga Pemulutan Ulu tentang Layanan Program JKN

BPKAD Sumsel Tegaskan Lahan yang Dipolemikkan Aset Pemprov, Siapkan Langkah Hukum

Berita Populer

Eks Ketua PSI Musi Rawas dan Dua Pengurus PSI Muba Resmi Bergabung ke PDIP Sumsel

Pengurus PSI Muba
Reporter YN
28 Februari 2026

Palembang, LamanQu.Com - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan/PDIP) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) kembali menambah kekuatan politiknya. Bertempat di Kantor...

Read more

Bata dan Bakti Prajurit, Dari Lumpur ke Martabat, MCK Itu Menjadi Titik Balik di Somagede

Desa Somagede
Reporter UMR
28 Februari 2026

Kebumen, LamanQu.Com — Pagi di Desa Somagede, Kecamatan Sempor, Kabupaten Kebumen, Sabtu (28/02/2026), merekah perlahan. Embun masih setia di ujung...

Read more

Ditengah Malam, Satgas TMMD Kodim 0624/Kabupaten Bandung Genjot Pengecoran Jalan

Satgas TMMD
Reporter UMR
1 Maret 2026

Kabupaten Bandung, LamanQu.Com – Semangat membangun dari akar rumput kembali menggema. Program Satuan Tugas (Satgas) TMMD Reguler ke-127 Kodim 0624/Kabupaten...

Read more

Menyusuri Jalan Terjal, Dedikasi Dansatgas Menjaga Asa TMMD

Menjaga Asa TMMD
Reporter UMR
1 Maret 2026

Kebumen, LamanQu.Com — Pagi merambat pelan di Desa Somagede. Kabut tipis masih bergelayut di pucuk-pucuk pepohonan ketika langkah tegas itu...

Read more

© 2025 DIgital Media Sriwijaya

  • Indeks
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Hubungi-kami
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi

© 2025 DIgital Media Sriwijaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In