• Indeks
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Hubungi-kami
Selasa, Oktober 13, 2026
No Result
View All Result
lamanqu.com
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi
No Result
View All Result
lamanqu.com
No Result
View All Result
kpid sumsel HUR RI Ke-81, oku selatan banner pemkab muba
ADVERTISEMENT
Home News

Diskusi Publik dan Launching Buku Monolog di Simpang Republik, Haekal Al Haffah: Ketika Trias Politika Lemah, Civil Society Harus Bangkit

Reporter YN
31 Januari 2026
Launching Buku Monolog
Bagikan ke Whatsapp

Palembang, LamanQu.Com – Diskusi Publik dan Launching Buku Monolog di Simpang Republik digelar di Hotel Swarna Dwipa Palembang, Jumat (31/1/2026). Kegiatan ini mengangkat tema “Kepemimpinan Politik, Civic Virtue, dan Tanggung Jawab Intelektual”, dengan menghadirkan sejumlah tokoh intelektual, akademisi, dan pengamat politik Sumatera Selatan.

Hadir sebagai narasumber utama penulis buku Monolog di Simpang Republik, M. Haekal Al Haffah, S.Sos, M.Sos, didampingi Ketua Umum DPP Gencar Charma Afrianto, SE, Ketua PDHI Sumsel Drh. Alfin Suhanda, Akademisi Ilmu Politik Sumsel Dr. Zulfikri Suleman, MA, Ilmuwan Politik dan Kebijakan Publik Dr. Husni Thamrin, M.Si, serta Pengamat Politik Sumsel Ade Indra Chaniago. Acara ini turut dihadiri kalangan akademisi, mahasiswa, dan masyarakat umum.

M. Haekal Al Haffah menegaskan bahwa salah satu persoalan mendasar demokrasi Indonesia hari ini adalah lemahnya tradisi intelektual dan tidak hidupnya komunitas kritis di ruang publik.

“Tradisi intelektual kita masih sangat lemah. Komunitas push atau komunitas yang mendorong lahirnya gagasan kritis itu tidak hidup,” ujarnya.

Ia juga menyoroti tidak berjalannya fungsi trias politica secara semestinya. Menurutnya, ketika fungsi eksekutif, legislatif, dan yudikatif melemah, maka variabel penentu terakhir yang harus hidup adalah civil society.

“Kita butuh NGO, kelompok intelektual, akademisi, dan kelas menengah yang kritis. Ketika trias politika tidak berjalan, maka kelompok kritis inilah yang harus bersuara,” tegas Haekal.

Namun, ia menekankan bahwa komunitas kritis tidak bisa muncul secara instan. Tradisi intelektual harus dibangun melalui interaksi gagasan yang sehat dan berkelanjutan, bukan sekadar didorong oleh rasa suka atau tidak suka.

“Diskusi publik seharusnya menghasilkan pikiran berkualitas. Tapi hari ini, diskusi kita justru terjebak pada persoalan receh. Masyarakat dibuat asal senang, happy sesaat. Kita miskin imajinasi,” katanya.

Menurut Haekal, demokrasi hanya dapat hidup jika dua kanal berjalan bersamaan, yakni kanal koalisi dan kanal oposisi.

“Demokrasi tidak akan berjalan jika hanya satu kanal yang hidup. Oposisi harus tumbuh, terpelihara, dan punya basis intelektual,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa keseimbangan antara negara dan masyarakat sipil sangat penting. Negara yang terlalu kuat berpotensi melahirkan otoritarianisme, sementara masyarakat yang terlalu dominan tanpa institusi akan memicu kekacauan.

“Negara harus tumbuh, masyarakat juga harus tumbuh. Kalau hanya kelompok ekonomi yang kuat, maka kapitalisme yang akan menyerap semuanya,” bebernya.

Menanggapi kondisi Sumatera Selatan, Haekal menilai parlemen di tingkat kabupaten/kota hingga provinsi masih lemah. Oposisi tidak berjalan, dan hampir tidak ada perda inisiatif yang lahir dari pemikiran legislator.

“Yang ada justru bagaimana menyiasati efisiensi anggaran, memanfaatkan pokok-pokok pikiran (pokir), dan mencari profit. Ini melemahkan institusi,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa institusi yang kuat hanya bisa dibangun melalui ideologi dan pemikiran yang kuat, bukan semata karena uang atau kendaraan partai.

Sementara itu, terkait kondisi politik nasional, Haekal menyebut Indonesia saat ini berada dalam cengkeraman oligarki politik dan oligarki ekonomi. Ia juga menyoroti wacana pemilihan kepala daerah melalui DPR yang dinilainya sebagai bentuk kemunduran demokrasi.

“Dalam demokrasi, kebebasan publik seharusnya luas dan elit dibatasi. Faktanya hari ini kebebasan publik hanya sebatas pemilu, sementara elit justru semakin bebas. Ini adalah arus balik demokrasi,” tegasnya.

Ketua Umum DPP Gencar, Charma Afrianto, SE, dalam kesempatan yang sama menyampaikan apresiasinya terhadap buku karya Haekal Al Haffah. Menurutnya, buku tersebut menawarkan perspektif kritis dan reflektif tentang demokrasi dan kepemimpinan politik.

“Buku ini sangat unik dan luar biasa. Ini adalah hasil pemikiran yang jernih tentang demokrasi dan kepemimpinan agar benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Mudah-mudahan ke depan akan lahir karya-karya kritis lainnya,” pungkas Charma.

Tags: Buku Monolog
ADVERTISEMENT
Previous Post

Kilang Pertamina Plaju Dukung Kesiapan Infrastruktur Proyek DME

Next Post

Proyek Gudang PT Sriwijaya Ban Diduga Langgar Hak Pekerja, Karyawan Tanpa APD dan Tak Terdaftar BPJS

YN

Info Terkait

No Content Available

Berita Terbaru

Kepala L2Dikti Wilayah 2 Terima Jajaran Civitas Akademika UM AD Palembang, Berikut Beberapa Hal Disampaikan

Ulama dan Ketua DKP Soroti Perbandingan Hukuman Irza dan Ajun: Jangan Ada Ketidakadilan

Irza Bantah Gelapkan Dump Truk, Kuasa Hukum Pertanyakan Kerugian Rp2,1 Juta

Peran Strategis INKINDO Dibidang Pembangunan Di Sumsel, Berikut Beberapa Penyampaiannya

Sekda Sumsel Mencatat Sejarah Satu-satunya Perwakilan Pemda Tingkat Provinsi Di Indonesia Raih Peringkat 2 Terbaik Nasional PKN LAN RI

INKINDO Sumsel Genap 44 Tahun, Perkuat Daya Saing dan Kolaborasi Pembangunan

Perbati Sumsel Siapkan Bibit Petinju Muda, Kompetisi Berjenjang Jadi Target Utama

Karhutla di Sumsel Jadi Perhatian, Agung Bahari Minta Pelaku Ditindak Tegas

Malam Kenal Pamit Kapolda Sumsel, Pesan Kebersamaan Jadi Bekal Kepemimpinan Baru

Berita Populer

Kodam III Siliwangi Gelar Bakti Sosial Kesehatan Gratis di Cimahi

Bakti Sosial Kesehatan Gratis
Reporter UMR
20 September 2026

Cimahi, LamanQu.Com - Dalam rangka HUT TNI ke-81, Kodam III/Siliwangi menggelar bakti sosial kesehatan bertempat di Rumah Sakit TK II...

Read more

Hadapi Musim Kering, PT RHM Kelola Tata Air untuk Cegah Karhutla

Hadapi Musim Kering, PT RHM Kelola Tata Air untuk Cegah Karhutla
Reporter YN
19 September 2026

Muba,LamanQu.Com – Menjaga ketersediaan air menjadi salah satu bagian penting dalam upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di...

Read more

Greebel Gelar Lomba Mewarnai di PTC Palembang, 300 Anak Tunjukkan Kreativitas

Greebel Gelar Lomba Mewarnai di PTC Palembang, 300 Anak Tunjukkan Kreativitas
Reporter YN
20 September 2026

PALEMBANG,LamanQu.Com-Sekitar 300 anak dari jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Taman Kanak-kanak (TK), hingga Sekolah Dasar (SD) se-Kota Palembang mengikuti...

Read more

Sempat Jadi Dugaan Pelanggaran Berlapis, Kepemilikan Kios Karya Tani Angkat Suara Ke Beberapa Awak Media

Kios Karya Tani
Reporter TNS
27 Agustus 2026

Oku Selatan, LamanQu.Com - Sempat viral di media sosial dan menjadi dugaan pelanggaran berlapis, kios Karya Tani yang berlokasi di...

Read more

© 2026 DIgital Media Sriwijaya

  • Indeks
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Hubungi-kami
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi

© 2026 DIgital Media Sriwijaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In