• Indeks
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Hubungi-kami
Sabtu, Januari 31, 2026
No Result
View All Result
lamanqu.com
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi
No Result
View All Result
lamanqu.com
No Result
View All Result
danau ranau, oku selatan banner pemkab muba
ADVERTISEMENT
Home News

Diskusi Publik dan Launching Buku Monolog di Simpang Republik, Haekal Al Haffah: Ketika Trias Politika Lemah, Civil Society Harus Bangkit

Reporter YN
31 Januari 2026
Launching Buku Monolog
Bagikan ke Whatsapp

Palembang, LamanQu.Com – Diskusi Publik dan Launching Buku Monolog di Simpang Republik digelar di Hotel Swarna Dwipa Palembang, Jumat (31/1/2026). Kegiatan ini mengangkat tema “Kepemimpinan Politik, Civic Virtue, dan Tanggung Jawab Intelektual”, dengan menghadirkan sejumlah tokoh intelektual, akademisi, dan pengamat politik Sumatera Selatan.

Hadir sebagai narasumber utama penulis buku Monolog di Simpang Republik, M. Haekal Al Haffah, S.Sos, M.Sos, didampingi Ketua Umum DPP Gencar Charma Afrianto, SE, Ketua PDHI Sumsel Drh. Alfin Suhanda, Akademisi Ilmu Politik Sumsel Dr. Zulfikri Suleman, MA, Ilmuwan Politik dan Kebijakan Publik Dr. Husni Thamrin, M.Si, serta Pengamat Politik Sumsel Ade Indra Chaniago. Acara ini turut dihadiri kalangan akademisi, mahasiswa, dan masyarakat umum.

M. Haekal Al Haffah menegaskan bahwa salah satu persoalan mendasar demokrasi Indonesia hari ini adalah lemahnya tradisi intelektual dan tidak hidupnya komunitas kritis di ruang publik.

“Tradisi intelektual kita masih sangat lemah. Komunitas push atau komunitas yang mendorong lahirnya gagasan kritis itu tidak hidup,” ujarnya.

Ia juga menyoroti tidak berjalannya fungsi trias politica secara semestinya. Menurutnya, ketika fungsi eksekutif, legislatif, dan yudikatif melemah, maka variabel penentu terakhir yang harus hidup adalah civil society.

“Kita butuh NGO, kelompok intelektual, akademisi, dan kelas menengah yang kritis. Ketika trias politika tidak berjalan, maka kelompok kritis inilah yang harus bersuara,” tegas Haekal.

Namun, ia menekankan bahwa komunitas kritis tidak bisa muncul secara instan. Tradisi intelektual harus dibangun melalui interaksi gagasan yang sehat dan berkelanjutan, bukan sekadar didorong oleh rasa suka atau tidak suka.

“Diskusi publik seharusnya menghasilkan pikiran berkualitas. Tapi hari ini, diskusi kita justru terjebak pada persoalan receh. Masyarakat dibuat asal senang, happy sesaat. Kita miskin imajinasi,” katanya.

Menurut Haekal, demokrasi hanya dapat hidup jika dua kanal berjalan bersamaan, yakni kanal koalisi dan kanal oposisi.

“Demokrasi tidak akan berjalan jika hanya satu kanal yang hidup. Oposisi harus tumbuh, terpelihara, dan punya basis intelektual,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa keseimbangan antara negara dan masyarakat sipil sangat penting. Negara yang terlalu kuat berpotensi melahirkan otoritarianisme, sementara masyarakat yang terlalu dominan tanpa institusi akan memicu kekacauan.

“Negara harus tumbuh, masyarakat juga harus tumbuh. Kalau hanya kelompok ekonomi yang kuat, maka kapitalisme yang akan menyerap semuanya,” bebernya.

Menanggapi kondisi Sumatera Selatan, Haekal menilai parlemen di tingkat kabupaten/kota hingga provinsi masih lemah. Oposisi tidak berjalan, dan hampir tidak ada perda inisiatif yang lahir dari pemikiran legislator.

“Yang ada justru bagaimana menyiasati efisiensi anggaran, memanfaatkan pokok-pokok pikiran (pokir), dan mencari profit. Ini melemahkan institusi,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa institusi yang kuat hanya bisa dibangun melalui ideologi dan pemikiran yang kuat, bukan semata karena uang atau kendaraan partai.

Sementara itu, terkait kondisi politik nasional, Haekal menyebut Indonesia saat ini berada dalam cengkeraman oligarki politik dan oligarki ekonomi. Ia juga menyoroti wacana pemilihan kepala daerah melalui DPR yang dinilainya sebagai bentuk kemunduran demokrasi.

“Dalam demokrasi, kebebasan publik seharusnya luas dan elit dibatasi. Faktanya hari ini kebebasan publik hanya sebatas pemilu, sementara elit justru semakin bebas. Ini adalah arus balik demokrasi,” tegasnya.

Ketua Umum DPP Gencar, Charma Afrianto, SE, dalam kesempatan yang sama menyampaikan apresiasinya terhadap buku karya Haekal Al Haffah. Menurutnya, buku tersebut menawarkan perspektif kritis dan reflektif tentang demokrasi dan kepemimpinan politik.

“Buku ini sangat unik dan luar biasa. Ini adalah hasil pemikiran yang jernih tentang demokrasi dan kepemimpinan agar benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Mudah-mudahan ke depan akan lahir karya-karya kritis lainnya,” pungkas Charma.

Tags: Buku Monolog
ADVERTISEMENT
Previous Post

Kilang Pertamina Plaju Dukung Kesiapan Infrastruktur Proyek DME

Next Post

Proyek Gudang PT Sriwijaya Ban Diduga Langgar Hak Pekerja, Karyawan Tanpa APD dan Tak Terdaftar BPJS

YN

Info Terkait

No Content Available

Berita Terbaru

Kapolrestabes Palembang Sampaikan Permohonan Maaf dan Belasungkawa atas Meninggalnya Korban Laka Lantas

SKABIGA SPARDHA 2026 Ditutup, Disdik Sumsel Apresiasi Pembinaan Karakter Siswa

Proyek Gudang PT Sriwijaya Ban Diduga Langgar Hak Pekerja, Karyawan Tanpa APD dan Tak Terdaftar BPJS

Diskusi Publik dan Launching Buku Monolog di Simpang Republik, Haekal Al Haffah: Ketika Trias Politika Lemah, Civil Society Harus Bangkit

Kilang Pertamina Plaju Dukung Kesiapan Infrastruktur Proyek DME

Mantan Walikota Palembang Dilaporkan Dugaan Penyerobotan Tanah

Sumsel Health Tourism Diluncurkan, Pemprov Bidik Pasien Dalam dan Luar Negeri

Kilang Pertamina Plaju Gelar Sertifikasi Welder Migas untuk Perkuat Kompetensi dan Kualifikasi SDM

Perkuat Disiplin Anggota, Bidpropam Polda Sumsel Gelar Gaktibplin Di Mapolda Sumsel

Berita Populer

Pemkot Palembang Siap Sukseskan Haul dan Ziarah Kubra 2026

Ziarah Kubra 2026
Reporter YN
26 Januari 2026

Palembang, LamanQu.Com – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Palembang, Aprizal Hasyim, memimpin rapat bersama panitia pelaksana Haul dan Ziarah Kubra Habib...

Read more

Dishub Palembang Segera Perbaiki Lampu Jalan Mati di Alang-Alang Lebar

lampu penerangan jalan umum
Reporter YN
27 Januari 2026

Palembang, LamanQu.Com - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Palembang memastikan akan segera melakukan perbaikan terhadap lampu penerangan jalan umum (PJU) yang...

Read more

Pelantikan KSMI Palembang Tegaskan Kesiapan Dukung Piala Asia Sepak Bola Mini 2026

Piala Asia Sepak Bola Mini
Reporter YN
24 Januari 2026

Palembang, LamanQu.Com - Perkembangan sepak bola mini di Indonesia terus menunjukkan tren positif dan kian menguat sebagai bagian penting dalam sistem...

Read more

Konsolidasi BDN di Palembang Tegaskan Arah Nasional Dapur Makan Bergizi Gratis

Konsolidasi BDN di Palembang
Reporter YN
28 Januari 2026

Palembang, LamanQu.Com - Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Badan Dapur Nasional (BPP BDN), Drs. Basyaruddin Siregar, S.SP, menghadiri rapat konsolidasi Badan...

Read more

© 2025 DIgital Media Sriwijaya

  • Indeks
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Hubungi-kami
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi

© 2025 DIgital Media Sriwijaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In