• Indeks
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Hubungi-kami
Sabtu, September 26, 2026
No Result
View All Result
lamanqu.com
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi
No Result
View All Result
lamanqu.com
No Result
View All Result
kpid sumsel HUR RI Ke-81, oku selatan banner pemkab muba
ADVERTISEMENT
Home News

Tanaman di Tanah Bisa Gunakan Pupuk Ini, Berikut Penjelasannya

Reporter YN
17 Agustus 2025
pupuk dari sisa batubara
Bagikan ke Whatsapp

Palembang, LamanQu.Com – Berdasarkan himbauan Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) sebagaimana tertuang dalam Peraturan Gubernur (Pergub) Sumsel Nomer 15 Tahun 2024 tentang penerapan inovasi daerah mendorong pemanfaatan potensi lokal secara inovatif termasuk pengelolaan material sisa yang memiliki nilai guna sebagai bagian dari implementasi inovasi yang berkelanjutan.

Menindaklanjuti himbauan tersebut maka dari Dinas Energi Sumber Daya Mineral dan Batubara (ESDM) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) dalam hal ini Kepala Dinas (Kadis) ESDM Provinsi Sumse Hendriansyah, S.T., M.M melalui Muhammad Ilham Afrandy selaku Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Geologi dan Laboratorium ESDM Provinsi Sumsel menjelaskan mengenai pupuk yang berasal dari sisa batubara, demikian diutarakannya saat ditemui diruang kerjanya.

Dikatakan Kepala UPTD Geologi dan Laboratorium ESDM Provinsi Sumsel Muhammad Ilham Afrandy, dari layanan larut ini kami ada tiga, yang pertama menganalisa batubara, menganalisa air, yakni air untuk air bersih, analisa untuk kimia batubara mineral.

Jadi ketika kami menguji batubara kan ada sisanya batubara yang tidak terpakai, atas dasar itu berdasarkan arahan pimpinan dari Kadis ESDM Provinsi Sumsel kami mencoba berinovasi.

“Tentunya kami mencari dari literatur-literatur yang ada, ternyata sisa batubara ini bisa di manfaatkan bagi pupuk yang namanya yakni Pupuk Asam Lumat,” ujarnya.

Kemudian, jadi prosesnya batubara itu kita larutkan dengan larutan NHA atau KOH, prosesnya dicampur, sudah dicampur diaduk, setelah diaduk dilakukan penyaringan, setelah disaring itu, ya itulah cairan itu bisa dipakai.

Setelah itu kita ukur lagi PH nya, kalau dari penyaringan awal itu PH nya diatas 10, kita belum memenuhi idealnya PH 7.

“Artinya di tambahkan larutan lagi, kita tambahkan asam sulfat sehingga PH airnya jadi 7, di mana PH 7 inilah kita bisa memanfaatkan untuk dipakai ke tanaman atau tumbuhan,” ungkapnya.

Dilanjutkannya, karena kan asam batubara itu berasal dari tumbuhan-tumbuhan itu, dari kayu-kayu yang sudah tertimbun ribuan tahun. Bisa berkembali ke tanah lagi berdasarkan itu, karena batubara itu berasal dari tumbuhan-tumbuhan, pohon-pohonan terutama yang lama tertimbun didalam tanah sehingga dia bentuk batubara.

Sebenarnya kalau kita ini belum yang mendalam sekali, hanya sebatas dari referensi saja, terbukti dan sudah kita terapkan dalam Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (GSMP).

“Kita sudah siram dengan pupuk tadi yakni tadi dari yang dari sisa batubara, tapi tidak setiap hari, itu kalau kita coba itu yakni seminggu sekali,” katanya.

Masih dilanjutkannya, kalau sementara ini belum ada kita karena memanfaatkan sisa batubara tadi, kita coba berinovasi dengan referensi-referensi yang sudah ada, yang sebenarnya pupuk ini sudah ada yang menerapkan juga.

Kalau selama ini kita di tanah, belum pernah coba di hidroponik, ya artinya kalau hidpronik bisa juga kemungkinan karena dia kan cairan dengan PH yang sama.

“Air kan PH 7, tadi kan pupuk itu PH 7 juga, karena dia tadi pupuk umat ya itu lebih ke tanaman yang di tanah, tanaman yang ditanam di tanah, tapi untuk yang hidpronik belum kita coba untuk sementara ini,” ucapnya.

Masih disampaikannya, kalau tentang hasil itu belum kalau kami uji coba, yang jelas yang telah kami tetapkan artinya dia bisa hidup, dan hidup. Dan memang awal-awlanya penyesuaiannya sedikit layu, tetapi beberapa hari kemudian dia bisa menyesuaikan, minimal jenis bonsai dahulu untuk jenis tanamannya.

Ke depan kita coba, karena kan untuk yang lebih mendalam perlu waktu yang lebih belum secara mendalam, kita berdasarkan referensi dahulu. Harapannya yang pertama dengan adanya GSMP ini kita bisa memenuhi kebutuhan kita sehari-hari tidak usah beli lagi, kita bisa metik langsung kan yang mana ada di kantor.

“Kalau dikantor ini kita sistemnya tetap beli, jadi hasil dari disini itu kalau pegawai boleh beli, nanti uangnya di pakai untuk biaya beli bibit lagi, biaya beli pupuk untuk pemeliharaannya tadi,” imbuhnya.

Tags: implementasi inovasipemanfaatan potensi lokalpengelolaan material sisa
ADVERTISEMENT
Previous Post

Ki Edi Susilo : Dirgahayu RI Tahun 2025, Warga Sumsel Sangat Bersukur atas Kebijakan H. Herman Deru yang Membebaskan Pajak untuk Warganya

Next Post

Penambahan Perjalanan LRT Sumsel Hadirkan Kenyamanan Bagi Pelanggan di Momen HUT RI 17 Agustus 2025

YN

Info Terkait

No Content Available

Berita Terbaru

Dewan Komisaris Pertamina Patra Niaga Apresiasi Kinerja dan Keandalan Kilang Plaju

Dari Energi untuk Negeri hingga Kepedulian bagi Sesama, Kilang Plaju Hadirkan Harapan melalui Donor Darah

Mobil Listrik di Sumsel Tumbuh Dua Kali Lipat, PLN Perkuat Layanan melalui SPKLU Center Pertama di Sumsel

Kisruh Internal Universitas PGRI Palembang Memanas, Edi Harapan: Saya Diangkat Yayasan

Perkuat Kapasitas Politisi Perempuan, KPPI Sumsel Gelar Seminar Lintas Partai

FKS Sumsel Satukan Persepsi Komite dan Sekolah, Cegah Multitafsir Pengelolaan Anggaran

Pemprov Sumsel Percepat Pengembangan 3.258 Koperasi Desa Merah Putih

Bantuan Presiden untuk Karhutla Cair, Pemprov Sumsel Tekankan Kecepatan dan Akuntabilitas

Kapal Tongkang OCEANIC 238 Dilelang Negara, PT TJM Tegaskan Bukan Penggelapan

Berita Populer

Hadapi Musim Kering, PT RHM Kelola Tata Air untuk Cegah Karhutla

Hadapi Musim Kering, PT RHM Kelola Tata Air untuk Cegah Karhutla
Reporter YN
19 September 2026

Muba,LamanQu.Com – Menjaga ketersediaan air menjadi salah satu bagian penting dalam upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di...

Read more

Kodam III Siliwangi Gelar Bakti Sosial Kesehatan Gratis di Cimahi

Bakti Sosial Kesehatan Gratis
Reporter UMR
20 September 2026

Cimahi, LamanQu.Com - Dalam rangka HUT TNI ke-81, Kodam III/Siliwangi menggelar bakti sosial kesehatan bertempat di Rumah Sakit TK II...

Read more

Greebel Gelar Lomba Mewarnai di PTC Palembang, 300 Anak Tunjukkan Kreativitas

Greebel Gelar Lomba Mewarnai di PTC Palembang, 300 Anak Tunjukkan Kreativitas
Reporter YN
20 September 2026

PALEMBANG,LamanQu.Com-Sekitar 300 anak dari jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Taman Kanak-kanak (TK), hingga Sekolah Dasar (SD) se-Kota Palembang mengikuti...

Read more

Sempat Jadi Dugaan Pelanggaran Berlapis, Kepemilikan Kios Karya Tani Angkat Suara Ke Beberapa Awak Media

Kios Karya Tani
Reporter TNS
27 Agustus 2026

Oku Selatan, LamanQu.Com - Sempat viral di media sosial dan menjadi dugaan pelanggaran berlapis, kios Karya Tani yang berlokasi di...

Read more

© 2026 DIgital Media Sriwijaya

  • Indeks
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Hubungi-kami
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi

© 2026 DIgital Media Sriwijaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In