• Indeks
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Hubungi-kami
Kamis, Februari 12, 2026
No Result
View All Result
lamanqu.com
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi
No Result
View All Result
lamanqu.com
No Result
View All Result
danau ranau, oku selatan banner pemkab muba
ADVERTISEMENT
Home News Jabar

PHK Sepihak, Manajemen RS Muhammadiyah Bandung Diduga Tanpa Kesepakatan

Reporter UMR
18 Februari 2025
RS Muhammadiyah Bandung
Bagikan ke Whatsapp

Bandung, LamanQu.Com – Buntut Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal karyawan Rumah Sakit Muhammadiyah Bandung beberapa waktu yang lalu, kini menimbulkan sengketa antara pihak Rumah sakit dengan para korban PHK. Pasalnya pihak Manajemen RS Muhammadiyah melakukan PHK diduga tanpa kesepakatan dan sepihak. Sejumlah 164 Orang dari 500 Karyawan Rumah sakit Muhamadiyah Bandung di PHK massal.

Kepada media salah satu korban PHK bernama Purqon juga sebagai Perawat di RS tersebut mengatakan, “Sangat disayangkan adanya PHK tersebut. Pihak Rumah Sakit dalam implementasinya PHK Massal tersebut, diantaranya ada korban PHK Ibu Hamil, Korban PHK yang keguguran, yang sakit dan lain lain,” ujarnya saat ditemui media di RS Muhammadiyah Jln. K.H. Ahmad Dahlan No.53, Turangga, Kecamatan Lengkong, Kota Bandung, Senin (17/ 2/2025).

Kemudian menurut Ibu Ayu yang juga salah satu karyawan korban PHK yang juga (sedang Hamil) mengakui merasa tersdzolimi dan merasa tidak adil. “Kata Resna saya sudah mohon-mohon sampai nagis-nangis. Namun tetap saya terkena PHK oleh pihak RS dengan alasan dari pihak RS karena saya baru 5 Tahun masa kerja, tetapi ternyata ada juga teman saya yang bareng masuk kerjanya, ternyata tidak kena PHK. Jadi terkesan pilih pilih, sementara dirinya sekarang sedang hamil. Kemarin ada yang nawarin kerja, tetapi sampai melahirkan terus nasib saya setelah melahirkan bagai mana? Saya berharap ada kejelasan dari pihak Rumahsakit,” keluhnya.

Seterusnya Resna juga salah satu korban PHK yang mengalami keguguran mengungkapkan bahwa dikala proses gonjang ganjingnya Rumahsakit itu dimana saya sebagai pengurus SP saat itu cukup sibuk, mengurus hak teman-teman seperti gaji yang tidak sesuai dan sebagainya.

PHK Massal Karyawan RS Muhammadiyah Bandung Berbuntut Sengketa

“Tenaga dan pikiran saya terporsir saat itu, dan saya mengetahui saya sedang Hamil di proses itu, mungkin dengan proses itu saya mengalami keguguran, ditanggal 22 Nopember dan saya diputus PHK ditanggal 30 nya. Saya disini bukan cuma membela hak saya tapi juga hak teman teman, yang masih ingin bekerja tapi sudah diputus,” tutur Resna.

Birwansori sebagai Staf RS yang juga sebagai Kader Muhammadiyah mengaku sudah bekerja di RS Muhammadiyah hampir 24 Tahun, “Pada dasarnya kami tidak mau di PHK secara dzolim yang mau di PHK tidak di PHK yang tidak mau di PHK malah di PHK, menurutnya alasan dari pihak Rumahsakit melakukan PHK itu karena ga punya duit buat gaji Karyawan , itu sejak diputus oleh BPS Agustus , kita mulai di PHK November,” kata Birwansori.

Sementara Ahmad Sodikin selaku advokasi SP Rumah sakit Muhamadiyah, memberikan pernyataan kepada media bahwa dirinya dapat berita ada karyawan yang mau bunuh diri karena dia sakit, posisinya dia tidak dipekerjakan, dia juga sekarang tidak di gaji selama 3 bulan, apalagi kita yang normal yang sakit juga tidak diperhatikan oleh pihak Rumahsakit.

“Menurutnya sudah ngasih tahu ke pihak manajemen dia sakit. Namun tidak direspon, artinya di abaikan. Dia engga di PHK, masuk list, tetapi dia tidak dipekerjakan, statusnya di gantung,” ucapnya.

Ditemui ditempat yang sama Jams Panjaitan, S.H., M.H. sebagai kuasa hukum dari pihak korban PHK, kepada media memberikan pernyataan bahwa apa yang dikatakan oleh Kliennya benar.

“Klien kami menjadi dasar buat kami sebagai tim kuasa hukum, kami menerima kuasa untuk menindaklanjuti permasalahan ini. Di dalam perjalanan, kami melihat ada sesuatu hal yang melawan hukum. Hal ini terbukti disaat kami konfirmasi kepada Manajemen ada jawaban dari Manajemen yang diwakili oleh Lembaga Bantuan Hukum PP Muhammadiyah dari Jakarta,” ungkapnya.

Buntut PHK Masal

Mereka mengatakan alasan mereka melakukan PHK ini adalah efesiensi dan diperparah adanya pemutusan hubungan kerja sama antara BPJS dengan pihak Rumah Sakit, disini suatu kejanggalan yang menurut kami dibuatkan suatu alasan dengan terputus nya hubungan kerjasama antara BPJS dengan Muhamadiyah itu tidak bisa dibawa menjadi alasan melakukan PHK masal ini.Kami menolak itu, jadi tidak bisa mengatakan kalau BPJS memutus kerja sama dengan pihak Rumahsakit yang dikorbankan adalah karyawan.

“Kami patut menduga adanya sesuatu hal atau perbuatan yang kita duga yang tidak ditepati oleh pihak Rumahsakit, dalam perjanjian kerjasama itu, kami sudah meminta supaya ini diawasi oleh Dewan Pengawas BPJS supaya ditindak lanjuti apa alasan BPJS untuk melakukan tindakan pemutusan kerjasama itu. Dalam dugaan kami ini adalah suatu perbuatan kesewenangan yang dilakukan oleh pihak manajemen,” bebernya.

Hal senada saat ditemui ditempat dan hari yang sama, saat di temuai media AKBP (Pur) Dr. Rusman S.H., M.H. yang juga sebagai tim kuasa hukum dari korban PHK mengatakan, “Kami sudah melakukan Somasi kesatu, ditindaklanjuti pertemuan denga kuasa hukum mereka tetapi tidak jelas jawabnya,” kata Rusman.

“Lanjutnya Di somasi kedua di menganggap bahwa ini normatif padahal ini melanggar dan tidak berprikemanusiaan, ketiga inilah jawaban kami. Kita akan lihat celah hukumnya karena banyak pasal-pasal yang di langgar dia, kita bisa saja melakukan jalur pidana maupun perdata,” pungkasnya.

Tags: PHK Massal KaryawanPHK SepihakRS Muhammadiyah Bandung
ADVERTISEMENT
Previous Post

Kasdim 0418/Palembang Hadiri Rapat Pembahasan Perubahan Nama Stadion Kamboja

Next Post

KPID Sumsel, FISIP Unsri, dan Radio se-Sumsel Gelar Peringatan Hari Radio Sedunia

UMR

Info Terkait

No Content Available

Berita Terbaru

Komisi IV DPRD Palembang Terima Audiensi FORKESI, Dorong Penguatan Perlindungan dan Layanan Anak Berkebutuhan Khusus

Pembela Egy Sudjana Sumsel Minta Kapolri Segera Proses Laporan Dugaan Pencemaran Nama Baik Egy Sudjana

Revitalisasi Bundaran Air Mancur Palembang Tuai Polemik, DPRD Palembang Minta Dikaji Ulang

Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) Dorong Penegakan Hukum Tegas terhadap ODOL di Sumsel

Muktamar Ke-33 PII di Palembang Bakal Pilih Ketum Baru

Warga Royyan Mulya Dukung Penyelesaian Santun, Apresiasi Respons PT TSM

Penetapan Tersangka Dugaan Tipikor Kegiatan Pendistribusian Semen di Provinsi Sumsel Oleh Distributor PT KMM

Hari Pers Nasional, Kilang Pertamina Plaju Perkuat Sinergi Media dalam Mendukung Kedaulatan Energi Negeri

Bidik Pembinaan Berkelanjutan, KSMI Kota Palembang Susun Arah Besar Sepak Bola Mini

Berita Populer

Peringati Isra Mi’raj dan Sambutan Ramadhan, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Bapenda Palembang Perkuat Silaturahmi

Peringati Isra Mi’raj
Reporter YN
5 Februari 2026

Palembang, LamanQu.Com - Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Palembang, Dian Marhaen, menggelar kegiatan syukuran yang...

Read more

Dit Intelkam Polda Sumsel Lakukan Kurvei (Bersih-Bersih) di Museum Sultan Mahmud Badaruddin II

kegiatan kurvei
Reporter YN
6 Februari 2026

Palembang, LamanQu.Com - Personel Direktorat Intelijen dan Keamanan (Dit Intelkam) Polda Sumatera Selatan melaksanakan kegiatan kurvei atau bersih-bersih di kawasan...

Read more

Kompetensi First Aider Jadi Pilar Pencegahan Risiko Operasional di Kilang Plaju

Kompetensi First Aider Jadi Pilar Pencegahan Risiko Operasional di Kilang Plaju
Reporter YN
5 Februari 2026

Palembang, LamanQu.Com - Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) merupakan fondasi utama dalam menjaga keberlangsungan operasional sekaligus melindungi setiap pekerja di lingkungan...

Read more

Jose Rico Sukses Besarkan Brand Earthy Genova Memikat Pasar Lokal dan Ekspor

Brand Earthy Genova
Reporter UMR
7 Februari 2026

Bandung, LamanQu.Com - Produk Earthy Genova adalah brand fesyen berasal dari Kota Bandung yang berfokus memakai bahan denim, dengan kualitas...

Read more

© 2025 DIgital Media Sriwijaya

  • Indeks
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Hubungi-kami
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi

© 2025 DIgital Media Sriwijaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In