• Indeks
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Hubungi-kami
Kamis, Februari 12, 2026
No Result
View All Result
lamanqu.com
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi
No Result
View All Result
lamanqu.com
No Result
View All Result
danau ranau, oku selatan banner pemkab muba
ADVERTISEMENT
Home Opini

Smartphone Usir Kepekaan Sosial, Kok bisa?

Reporter Editor Sumsel
16 Oktober 2018
Smartphone Usir Kepekaan Sosial, Kok bisa?
Bagikan ke Whatsapp

Palembang, lamanqu.com-Seringkali bahaya gudged disuarakan lewat copas Whatsapp line BBM dan aplikasi bernuansa grup sejenis yang bisa kirim artikel. Bahaya gudged bahkan diseminarkan oleh kalangan pemerhati sosial dan kelompok orang pegiat sosial sejenis nya pula.
Rasa nya juga ingin membuat karya sejenis tapi tidak terlalu memojokan pembaca dengan alasan sama sama terjebak dalam era milenial mau bilang apa.

Seorang dosen pengajar tetangga dekat pernah bilang tahun lalu dan selalu dijadikan buah pikiran untuk tidak bisa dan serta merta kita ini menyalahkan keadaan.
Katanya kita bagaimanapun juga harus bisa bersahabat dengan banjir itu sendiri, kenapa juga kita harus jual rumah yang nyatanya terkena banjir tahunan ya memang keadaan nya begitu. Sang dosen menambahkan yang kita harus fikirkan ketika banjir itu datang persiapan apa yang harus kita perbuat.

Kembali ke cerita bahaya gudged ada beberapa tulisan menarik tapi dia ganti dengan Smartphone beda beda tipis lah, tapi samanya banyak.
Serta objek pengamatan nya cenderung lebih umum dan universal kalimat dan paragrap awalnya sederhana tapi judul nya exreem karena untuk “eyescatching” (attrative). Seperti, “Smartphone MenguburMu Hidup hidup”.
Dengan munculnya berbagai aplikasi membuat banyak penggunanya lebih aktif berkomunikasih menggunakan aplikasi dibandingkan komunikasi langsung.
Di facebook misalnya, ada saja netizen yang berkomunikasi sangat intens dan berdebat sangat panas.
Bahkan orang yang ada dalam 1 ruangan pun berkomunikasi via aplikasi, gimana gak rusak?

Padahal, komunikasi langsung banyak manfaatnya lho. Selain menciptakan komunikasi yang positif, komunikasi langsung juga bisa mencegah salah paham.
Lama kelamaan, manusia akan lupa cara berbicara.
SP membuat Candu Online.
Kemunculan internet dan SP membuat manusia menghabiskan banyak waktu untuk online di sosial media.
Baru aja lihat hape, udah kepikiran lagi untuk cek sosial media. Kondisi ini sangat mirip dengan kecanduan, ada yang lupa makan, lupa tidur dan lupa bernafas karena serunya online di sosial media.
SP membuat orang kesusahan untuk belajar.
Peran buku sudah mulai berkurang sejak kemunculan smartphone, hanya dengan benda kecil ini kita bisa menyimpan berbagai materi yang bisa di buka kapan saja.

Tapi menurut pengalaman kita lebih mudah mengingat dan memahami pelajaran yang di dapat dari buku dibandingkan dengan smartphone karena ktita lebih fokus membaca materi di buku.
Jika baca materi di smartpone maka akan banyak gangguan yang muncul, misalnya : SMS iklan ayam goreng promo, SMS mama minta pulsa, pemberitahuan update aplikasi dan iklan bigo yang bikin error.

SP membuat kita lupa cara membangun hubungan.

Dulu di jaman kita SD, kalo mau berteman pasti kenalan dulu trus main bareng kemana mana. Di jaman itu penggunaan internet belum seperti sekarang, hampir semua komunikasi dilakukan secara langsung tatap muka.

Nah, jaman sekarang sudah berbeda, orang kenalan di sosial media, nembak cewek di sosial media dan putus juga di sosial media.Koar-koar di sosial media bagaikan professor dengan bahasa ilmiah yang bikin kita error, namun gak berani ngomong ketika tatap muka. Kan aneh ?

SP gak baik untuk otak kita.

Penggunaan smartphone yang praktis dan instan sudah membuat kebiasaan malas di dalam diri kita.

Ketika ada hitung-hitungan sederhana, orang langsung buka aplikasi kalkulator di hape padahal itu bisa memperlambat daya pikir kita.

Oke, mungkin ada yang bilang bahwa semua itu tergantung kita menggunakan hape untuk keperluan apa. Gak ada juga yang berani nyangkal itu semua tergantung dengan pilihan masing masing.
Pandangan diatas sekedar mencari batas kepekaan kita masing masing masih ada kah kepekaan sosial bersemayam di di diri kita guys. Jika benar ambil sarinya jika tidak cuekin aja.

Tags: gudgedMedia SosialSmartphone
ADVERTISEMENT
Previous Post

Mawardi Yahya, Sinkronisasi Program Kegiatan OPD Dengan Visi-Misi HDMY

Next Post

Komitmen Layanan PLN S2JB Siapkan Posko ULP Jelang Pileg dan Pilpres 2019

Editor Sumsel

Info Terkait

isu kepergian ronaldo, Cristiano Ronaldo

MU Gelisah Ketika Isu Kepergian Ronaldo Semakin Beredar

23 Juli 2022
Rajutan Khas Minang, Produk Khas Minang, Tenun Khas Minang

Menengok Produk Rajutan Khas Perempuan Minang

6 Februari 2021
Smartphone, Album Foto, Ichi Mulia Photobook, Mencetak Foto Bentuk Buku, Mencetak Foto

Ichi Mulia Photobook, Jasa Buku Foto Pertama di Palembang

9 September 2020
Cukup Rp 3 Jutaan Nikmati Fitur Menarik Oppo A7

Cukup Rp 3 Jutaan Nikmati Fitur Menarik Oppo A7

26 November 2018

Berita Terbaru

Ketua Harian APKASI Kang DS Salurkan Bantuan Bencana ke Situbondo

Workshop PSR dan Pekan Benih Sawit 2026 Dorong Produktivitas Petani Sumsel

Yayasan Bhakti Bela Negara Gelar Panen Raya Padi Organik PS-08

Pegadaian Resmikan TGCL ke-30 di Unila, Dorong Mahasiswa Kreatif dan Melek Investasi

Forum Komite SMA/SMK Sumsel Matangkan Struktur dan Standarisasi AD/ART

Komisi IV DPRD Palembang Terima Audiensi FORKESI, Dorong Penguatan Perlindungan dan Layanan Anak Berkebutuhan Khusus

Pembela Egy Sudjana Sumsel Minta Kapolri Segera Proses Laporan Dugaan Pencemaran Nama Baik Egy Sudjana

Revitalisasi Bundaran Air Mancur Palembang Tuai Polemik, DPRD Palembang Minta Dikaji Ulang

Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) Dorong Penegakan Hukum Tegas terhadap ODOL di Sumsel

Berita Populer

Peringati Isra Mi’raj dan Sambutan Ramadhan, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Bapenda Palembang Perkuat Silaturahmi

Peringati Isra Mi’raj
Reporter YN
5 Februari 2026

Palembang, LamanQu.Com - Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Palembang, Dian Marhaen, menggelar kegiatan syukuran yang...

Read more

Dit Intelkam Polda Sumsel Lakukan Kurvei (Bersih-Bersih) di Museum Sultan Mahmud Badaruddin II

kegiatan kurvei
Reporter YN
6 Februari 2026

Palembang, LamanQu.Com - Personel Direktorat Intelijen dan Keamanan (Dit Intelkam) Polda Sumatera Selatan melaksanakan kegiatan kurvei atau bersih-bersih di kawasan...

Read more

Kompetensi First Aider Jadi Pilar Pencegahan Risiko Operasional di Kilang Plaju

Kompetensi First Aider Jadi Pilar Pencegahan Risiko Operasional di Kilang Plaju
Reporter YN
5 Februari 2026

Palembang, LamanQu.Com - Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) merupakan fondasi utama dalam menjaga keberlangsungan operasional sekaligus melindungi setiap pekerja di lingkungan...

Read more

Jose Rico Sukses Besarkan Brand Earthy Genova Memikat Pasar Lokal dan Ekspor

Brand Earthy Genova
Reporter UMR
7 Februari 2026

Bandung, LamanQu.Com - Produk Earthy Genova adalah brand fesyen berasal dari Kota Bandung yang berfokus memakai bahan denim, dengan kualitas...

Read more

© 2025 DIgital Media Sriwijaya

  • Indeks
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Hubungi-kami
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi

© 2025 DIgital Media Sriwijaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In