• Indeks
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Hubungi-kami
Minggu, Mei 24, 2026
No Result
View All Result
lamanqu.com
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi
No Result
View All Result
lamanqu.com
No Result
View All Result
danau ranau, oku selatan banner pemkab muba
ADVERTISEMENT
Home News Kesehatan

Ingin Pasang Kawat Gigi? Simak Dulu Penjelasannya

Reporter Editor Sumsel
1 September 2020
Catherine Ambarini, Dokter cantik, Dokter Gigi, Dokter gigi muda, penyakit periodontal, perawatan ortho, perawatan orthodontik, pemakaian behel
Bagikan ke Whatsapp

Palembang, lamanqu.com – Pemakaian kawat gigi atau dikenal dengan behel, menjadi tren yang di gandrungi bagi kaum muda. Pasalnya, warna-warni karet kawat gigi memang menjadi salah satu daya tarik yang disukai remaja.

Tahukah Anda bahwa penggunaan kawat gigi tanpa adanya masalah susunan gigi justru bisa menimbulkan masalah baru pada kesehatan gigi.

pemasangan kawat gigi, bahaya pasang kawat gigi, pasang behel

Gigi yang berjejal /crowded menyebabkan sisa makanan mudah melekat pada gigi, sehingga self cleansing gigi menurun dan dapat menyebabkan karies gigi (gigi berlubang), serta penyakit periodontal.

 

“Keluhan dari pemakaian kawat gigi adalah sulit membersihkan gigi. Kalau pasien tidak membersihkan dengan baik, pasang kawat gigi malah bisa bikin gigi berlubang,” ungkap Catherine Ambarini, S.KG Dokter gigi muda pada awak LamanQu saat diwawancarai via WhatsApp. Selasa (1/9/2020).

Catherine sapaan akrab bagi Dokter cantik ini menjelaskan bahwa, Perawatan orthodontik atau biasa disebut behel bertujuan untuk memperbaiki posisi gigi yang abnormal sehingga dapat diperoleh fungsi pengunyahan yang baik.

Serangkaian pemeriksaan medis pun harus dilakukan sebelum memulai perawatan. Ini penting loh bagi milenial untuk mengetahuinya.

Dalam melakukan perawatan orthodontik, tentunya terdapat faktor yang perlu dipertimbangkan, seperti status kesehatan pasien, kondisi gigi dan rahang serta usia.

“Usia yang ideal untuk dilakukan perawatan orthodontik yaitu mulai dari usia 12-13 tahun, karena pada usia tersebut gigi susu telah seluruhnya tanggal dan hampir seluruh gigi permanen telah erupsi/tumbuh,” kata Catherine.

Lebih lanjut Catherine menjelaskan. Berdasarkan jenis alat yang digunakan terdapat 2 jenis perawatan orthodontik, yaitu perawatan ortho dengan alat lepasan dan perawatan ortho dengan alat cekat.

“Perawatan ortho dengan alat lepasan biasanya digunakan untuk kasus yang sederhana/ kondisi gigi yang tidak terlalu berjejal. Sedangkan untuk alat ortho cekat digunakan pada kasus yang lebih kompleks/kondisi gigi yang crowded parah.” Bebernya.

Dokter gigi muda ini pun mengajak generasi milenial untuk cerdas dalam penggunaan behel, sembari menerangkanya lagi.

Dalam ilmu orthodontik ada yang disebut dengan biomekanika pergerakan gigi yaitu, bagaimana efek gaya/kekuatan yang diberikan oleh suatu alat orthodontik terhadap gigi.

Perawatan ortho dengan alat lepasan maupun alat cekat tentunya akan menghasilkan suatu pergerakan gigi dan menggeser posisi gigi sesuai dengan besarnya kekuatan/gaya yang diberikan.

Sekecil apapun gaya/kekuatan yang diaplikasikan pada gigi, dapat mengubah posisi gigi. Perawatan ortho bukan hanya memasang kawat pada gigi saja.

Tidak hanya itu, kawat yang digunakan dalam pemasangan alat ortho merupakan kawat khusus yang memang digunakan untuk perawatan, bukan sembarang kawat seperti pada salon gigi yang kita tidak tau kawat jenis apa yang mereka gunakan. Sementara, untuk pemasangan bracket juga perlu di perhatikan aplikasi dan arah pasangnya terhadap gigi, bukan hanya asal tempel seperti yang dilakukan para tukang salon gigi. Tegasnya.

Aplikasi alat yang tidak sesuai dan asal-asalan, akan menimbulkan berbagai masalah baru bagi gigi seperti kegoyangan gigi, kehilangan gigi, infeksi, gigi-geligi menjadi berbentuk seperti “kipas” karena penggunaan kawat yang tidak sesuai indikasi, dsb.

Mungkin masih banyak yang menyepelekan perihal gigi, namun bila gigi rusak tentunya akan berdampak pada sistem organ tubuh lainnya.

Itulah mengapa trend pasang behel di salon gigi perlu dihindari. Jika ingin melakukan perawatan ortho, sebaiknya ke dokter gigi, bukan salon gigi. Imbau Catherine.(RED)

Tags: Catherine AmbariniDokter cantikDokter GigiDokter gigi mudapenyakit periodontalperawatan orthoperawatan orthodontik
ADVERTISEMENT
Previous Post

Kasdam III Siliwangi Tinjau Latihan Pratugas Batalyon Infanteri di Desa Muncang Cianjur

Next Post

Fitrianti Agustinda Kunjungi Kediaman Ruslan Penderita Penyakit Tumor

Editor Sumsel

Info Terkait

Dokter gigi muda, Catherine Ambarini, Dokter gigi, pemasangan kawat gigi, tukang behel

Alih Fungsi Behel Sebagai Alat Medis Menjadi Alat Modis

27 Agustus 2020

Berita Terbaru

Targetkan Generasi Muda, Acara LIKE IT 2026 Resmi Diluncurkan di Yogyakarta

Laga Persib vs Persijap, KAI Bandung Imbau Penumpang Tak Pakai Atribut Bola

Program MBG Lindungi ASI Eksklusif, Kepala BGN Luruskan Aturan Makan Bergizi Gratis

Wakil Ketua DPRD Sumsel Nopianto Hadiri Peluncuran SPMB 2026 Sumsel, Siap Awasi SPMP Secara Menyeluruh

SPMB Ramah 2026 Sumsel Diluncurkan, Penerimaan Siswa Objektif, Transparan, Akuntabel, Berkeadilan dan Tanpa Diskriminasi

Progres Sempat Lamban, Menteri PU Kebut Pembangunan 88 Gedung Sekolah Rakyat

RM Yusuf Indra Kesuma Dorong Pembenahan Tata Kelola Lalu Lintas untuk Atasi Kemacetan Palembang

Kemenperin Bantah Isu Deindustrialisasi Manufaktur Indonesia Lewat Data BPS Terbaru

Kemenekraf Dukung Jamu Nusantara Tembus Pasar Global Lewat Ekosistem Digital

Berita Populer

Gandeng Green Diplomacy Network, Wapres Gibran Pacu Kualitas SDM Muda di Kancah Global

Green Diplomacy Network
Reporter lian
21 Mei 2026

LamanQu.Com - Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming menerima kunjungan kehormatan dari perwakilan Green Diplomacy Network (GDN) di Istana Wakil Presiden,...

Read more

Terima ASITA Bali, Wapres Gibran Tegaskan Pariwisata Sebagai Motor Ekonomi Nasional

Bali and Beyond Travel Fair
Reporter lian
14 Mei 2026

LamanQu.Com - Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming menerima audiensi jajaran pengurus Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA)...

Read more

Resmi Disepakati, Deklarasi Bali Jadi Tonggak Baru Kolaborasi Olahraga Asia Tenggara

Kolaborasi Olahraga Asia Tenggara
Reporter lian
5 Mei 2026

LamanQu.Com - Pertemuan tingkat tinggi bertajuk SEA Ministerial Meeting On Youth and Sports 2026 di The Meru Hotel, Bali, resmi...

Read more

Erick Thohir Ajak Menteri Olahraga Se-Asia Tenggara Reformasi Tata Kelola SEA Games

Tata Kelola SEA Games
Reporter lian
5 Mei 2026

LamanQu.Com - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir mendorong transformasi besar-besaran dalam penyelenggaraan SEA Games. Selain itu, ia menegaskan...

Read more

© 2026 DIgital Media Sriwijaya

  • Indeks
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Hubungi-kami
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi

© 2026 DIgital Media Sriwijaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In