PALEMBANG,LamanQu.Com-SMA Negeri 3 Palembang (SMANTA) terus memperkuat komitmennya dalam membentuk generasi muda yang unggul, berkarakter, dan berprestasi. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Grand Final Pemilihan Putra Putri SMANTA Tahun 2026, Selasa (20/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung meriah ini menjadi puncak rangkaian seleksi bagi para siswa yang tidak hanya dituntut memiliki penampilan menarik, tetapi juga kecerdasan, wawasan luas, kepribadian positif, serta kemampuan membawa nama baik sekolah.
Acara dibuka dengan penampilan Tari Tanggai yang dibawakan para siswi SMAN 3 Palembang. Tarian tradisional khas Sumatera Selatan tersebut menambah semarak suasana sekaligus menjadi bentuk penghormatan dan penyambutan bagi para tamu undangan.
Grand final ini turut dihadiri Kepala Bidang SMA Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan, Basuni, S.Pd., M.M., M.Pd., yang hadir mewakili Kepala Dinas Pendidikan Sumsel.
Dalam sambutannya, Basuni mengapresiasi penyelenggaraan Pemilihan Putra Putri SMANTA 2026. Menurutnya, kegiatan semacam ini memiliki nilai strategis dalam mendukung pengembangan potensi siswa, khususnya dalam membangun keseimbangan antara karakter, pengetahuan, dan kemampuan berkompetisi.
Ia menegaskan, generasi muda tidak cukup hanya memiliki kepribadian yang baik, tetapi juga perlu dibekali pengetahuan yang memadai agar mampu menghadapi tantangan di masa depan.
“Selain siswa harus memiliki karakter yang kuat, mereka juga mutlak harus dibekali dengan knowledge (pengetahuan) yang mumpuni, agar nantinya mampu bersaing di jenjang pendidikan maupun lingkungan yang lebih tinggi,” tegas Basuni.
Menurutnya, pembinaan siswa melalui kegiatan ekstrakurikuler dan kompetisi positif dapat menjadi sarana untuk melatih kepercayaan diri, kedisiplinan, serta kemampuan berkomunikasi. Bekal tersebut penting agar pelajar mampu berkembang dan beradaptasi di tengah persaingan yang semakin kompetitif.
*Wadah Mengembangkan Bakat dan Potensi Siswa
Kepala SMA Negeri 3 Palembang, Armansyah, S.Pd., M.M., menjelaskan bahwa Pemilihan Putra Putri SMANTA bukan sekadar ajang kompetisi penampilan, melainkan bagian dari upaya sekolah untuk menggali, menyeleksi, dan mengembangkan bakat siswa.
Menurutnya, kegiatan ini juga menjadi bentuk apresiasi terhadap siswa yang aktif mengikuti kegiatan ekstrakurikuler sekaligus memberikan ruang bagi mereka untuk mengasah kemampuan melalui proses latihan dan kompetisi.
“Tujuan kegiatan ini diselenggarakan adalah untuk menyaring bakat siswa-siswa kita. Mereka ini kan tergabung dalam ekstrakurikuler (ekskul), artinya kalau kita tidak adakan kegiatan seperti ini, dikhawatirkan nantinya mereka sedikit kendor latihannya,” ungkap Armansyah.
Ia menambahkan, penyelenggaraan kegiatan tersebut mendapat antusiasme tinggi, tidak hanya dari para peserta, tetapi juga dari orang tua siswa yang memberikan dukungan selama proses persiapan hingga pelaksanaan grand final.
Antusiasme itu terlihat dari jumlah pendaftar yang mencapai 120 orang. Setelah melalui tahapan seleksi, jumlah peserta kemudian disaring menjadi 40 orang sebelum akhirnya ditetapkan 22 finalis putra dan putri terbaik yang berhak tampil pada malam puncak pemilihan.
Proses seleksi yang berjenjang tersebut menjadi bagian dari upaya sekolah untuk mendapatkan kandidat terbaik yang memenuhi kriteria penilaian.
Untuk menjaga kualitas dan objektivitas penjurian, pihak sekolah juga menghadirkan juri dari kalangan praktisi pageant profesional di luar lingkungan sekolah, termasuk perwakilan Ikatan Bujang Gadis Palembang dan Putri Nusantara.
Kehadiran juri eksternal diharapkan dapat memberikan penilaian yang lebih objektif sekaligus menghadirkan perspektif profesional dalam menentukan peserta terbaik.
Menjadi Duta Sekolah dan Inspirasi Pelajar.
Armansyah menjelaskan, para siswa yang terpilih sebagai Putra Putri SMANTA nantinya akan mengemban tanggung jawab sebagai duta sekolah. Mereka diharapkan mampu merepresentasikan identitas dan nilai-nilai positif SMA Negeri 3 Palembang, baik dalam kegiatan internal maupun ketika mengikuti agenda di luar sekolah.
“Mereka akan menjadi duta sekolah di setiap ajang, baik di sekolah maupun di luar sekolah. Kita berharap mereka nanti akan mengikuti lomba-lomba atau ajang mencari bakat di posisi yang lebih tinggi dan lebih bergengsi lagi, serta bisa menularkan kompetisi positif ini ke sekolah-sekolah lain,” paparnya.
Melalui peran tersebut, para pemenang diharapkan dapat menjadi teladan bagi siswa lainnya, sekaligus mendorong tumbuhnya semangat berkompetisi secara sehat di lingkungan pendidikan.
Lebih dari sekadar gelar, predikat Putra Putri SMANTA juga membawa tanggung jawab untuk menjaga sikap, menunjukkan prestasi, serta berkontribusi positif dalam berbagai kegiatan sekolah dan masyarakat.
Sekolah berharap pengalaman yang diperoleh selama mengikuti proses seleksi hingga grand final dapat menjadi bekal berharga bagi seluruh peserta untuk terus mengembangkan kemampuan diri.
*Seluruh Finalis Adalah Kebanggaan Sekolah
Menutup rangkaian kegiatan, Armansyah menyampaikan pesan kepada seluruh finalis agar menjadikan ajang tersebut sebagai pengalaman berharga dalam perjalanan mereka meraih prestasi.
Bagi peserta yang terpilih, ia mengucapkan selamat sekaligus mengingatkan bahwa gelar yang diraih harus diiringi tanggung jawab untuk menjaga nama baik sekolah. Para pemenang dinilai telah memenuhi kriteria yang mencakup kecerdasan, penampilan, perilaku, dan karakter yang baik.
Sementara bagi peserta yang belum berhasil meraih gelar, ia berpesan agar tidak berkecil hati dan tetap bersemangat mengembangkan potensi masing-masing.
Menurutnya, keberanian untuk mengikuti seleksi, menjalani proses latihan, serta tampil di hadapan dewan juri merupakan pencapaian tersendiri yang patut diapresiasi.
Armansyah menegaskan, seluruh 22 finalis merupakan siswa-siswi terbaik yang telah membawa kebanggaan bagi SMA Negeri 3 Palembang.
Melalui Pemilihan Putra Putri SMANTA 2026, sekolah berharap lahir generasi muda yang tidak hanya unggul dalam penampilan, tetapi juga memiliki wawasan luas, kepercayaan diri, integritas, dan karakter kuat untuk menjadi inspirasi bagi lingkungan sekitarnya.
(Yanti)










