PALEMBANG,LamanQu.com– Sebuah jalan sepanjang sekitar 750 meter menjadi salah satu jejak utama pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 0418/Palembang di Kelurahan Talang Jambe, Kecamatan Sukarami, Palembang.
Jalan dengan lebar sekitar lima meter tersebut resmi dinyatakan selesai bersamaan dengan penutupan TMMD ke-129 Tahun Anggaran 2026 yang digelar di halaman Kelurahan Talang Jambe, Kamis (13/8/2026).
Upacara penutupan dihadiri Kasdam II/Sriwijaya Brigjen TNI Iwan Ma’ruf Zainudin, S.E., M.M., yang mewakili Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Ujang Darwis, M.D.A., bersama jajaran Forkopimda Sumatera Selatan, Pemerintah Kota Palembang, TNI, Polri, tokoh masyarakat serta warga Talang Jambe.
Bagi masyarakat, keberadaan jalan tersebut bukan sekadar hasil pembangunan fisik selama satu bulan pelaksanaan TMMD. Jalan itu diharapkan menjadi akses yang dapat menunjang aktivitas warga dalam jangka panjang.
Dansatgas TMMD ke-129 Kodim 0418/Palembang Kolonel Arh. Erik Novianto, S.Sos., mengatakan pembangunan jalan sepanjang 750 meter merupakan salah satu sasaran fisik utama yang dikerjakan Satgas bersama masyarakat.
“Pembangunan jalan 750 meter, pembuatan parit dan enam titik gorong-gorong semuanya sudah selesai,” kata Erik.
Pembangunan jalan tersebut juga dilengkapi dengan sistem drainase melalui pembuatan parit dan gorong-gorong. Infrastruktur pendukung itu penting untuk menjaga kondisi jalan agar tetap dapat digunakan dengan baik, terutama ketika hujan turun.
Menurut Erik, pembangunan infrastruktur dalam TMMD tidak hanya diukur dari selesainya pekerjaan konstruksi. Lebih jauh, fasilitas yang dibangun harus mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Jalan yang sebelumnya menjadi bagian dari akses warga kini diharapkan mampu memperlancar mobilitas masyarakat dari dan menuju kawasan permukiman. Aktivitas ekonomi, pendidikan, sosial maupun keagamaan juga diharapkan menjadi lebih mudah dengan kondisi akses yang lebih baik.
“Harapan kita, jalan ini bisa memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama dalam mendukung aktivitas dan mobilitas warga,” ujarnya.
Erik juga mengingatkan bahwa setelah program TMMD berakhir, keberadaan fasilitas tersebut tidak lagi hanya menjadi tanggung jawab Satgas. Masyarakat memiliki peran penting dalam menjaga kondisi jalan agar manfaatnya dapat dirasakan dalam waktu yang panjang.
“Kita berharap fasilitas ini dapat dimanfaatkan dan dirawat bersama oleh masyarakat,” katanya.
Pembangunan jalan tersebut menjadi bagian dari rangkaian sasaran fisik TMMD ke-129 Kodim 0418/Palembang. Selain jalan, Satgas juga menyelesaikan rehabilitasi lima unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), rehabilitasi Mushola Baitul Magfurin, pembangunan poskamling serta pembangunan lima sumur bor.
Sejumlah pekerjaan pendukung juga dikerjakan, termasuk pembangunan fasilitas umum dan infrastruktur lingkungan yang dibutuhkan masyarakat di wilayah sasaran.
Tidak hanya pembangunan fisik, TMMD ke-129 juga diisi berbagai kegiatan nonfisik. Di antaranya penyuluhan hukum, bela negara, kesehatan, Posyandu, keluarga berencana serta kegiatan edukasi lainnya.
Kegiatan nonfisik tersebut menjadi bagian penting karena tujuan TMMD bukan hanya menghadirkan perubahan berupa bangunan atau infrastruktur, tetapi juga mendorong peningkatan pengetahuan dan kesadaran masyarakat.
Dalam amanat Pangdam II/Sriwijaya yang dibacakan Kasdam II/Sriwijaya Brigjen TNI Iwan Ma’ruf Zainudin, ditegaskan bahwa TMMD merupakan bentuk sinergi antara TNI, pemerintah daerah dan masyarakat dalam mendukung pembangunan.
“TMMD membantu pemerintah daerah mempercepat akselerasi pembangunan infrastruktur jalan dan infrastruktur lainnya,” katanya.
Pembangunan jalan 750 meter di Talang Jambe pun menjadi salah satu gambaran bagaimana program TMMD diarahkan untuk menjawab kebutuhan langsung masyarakat. Jalan yang dibangun diharapkan tidak hanya mempermudah kendaraan melintas, tetapi juga membuka ruang yang lebih besar bagi aktivitas warga.
Bagi masyarakat Talang Jambe, selesainya pembangunan tersebut menandai berakhirnya pekerjaan Satgas di lapangan, tetapi sekaligus menjadi awal tanggung jawab baru untuk menjaga hasil pembangunan.
Setelah penutupan TMMD ke-129, personel Satgas akan meninggalkan lokasi dan kembali menjalankan tugas masing-masing. Sementara jalan sepanjang 750 meter itu akan tetap berada di tengah masyarakat.
Di sanalah keberlanjutan program TMMD akan diuji. Jalan tersebut bukan lagi sekadar sasaran pembangunan yang tercatat dalam laporan, melainkan fasilitas bersama yang setiap hari akan digunakan dan dirawat oleh warga.
Dengan demikian, warisan TMMD ke-129 di Talang Jambe tidak berhenti pada seremoni penutupan. Jalan sepanjang 750 meter itu diharapkan terus menjadi penghubung bagi aktivitas ekonomi, pendidikan, sosial dan keagamaan masyarakat sekaligus menjadi pengingat bahwa pembangunan akan lebih berarti ketika dijaga dan dimanfaatkan bersama.
(Yanti)










