Palembang,LamanQu.Com– Memasuki hari ke-19 pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 Tahun Anggaran 2026, Satgas TMMD Kodim 0418/Palembang terus mengoptimalkan program ketahanan pangan terpadu sebagai salah satu sasaran tambahan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat di Kelurahan Talang Jambe, Kecamatan Sukarami, Kota Palembang.
Pada Senin, Senin (3/8/2026) personel Satgas TMMD bersama warga melaksanakan perawatan intensif lahan pertanian seluas kurang lebih satu hektare yang telah ditanami berbagai komoditas hortikultura, di antaranya sawi dan pakcoy. Kegiatan yang dilakukan meliputi pembersihan gulma, penyiraman tanaman, pengecekan kondisi lahan, hingga memastikan pertumbuhan tanaman tetap optimal.
Program ketahanan pangan ini menjadi bukti bahwa pelaksanaan TMMD tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga menyentuh sektor pemberdayaan masyarakat. Melalui pemanfaatan lahan produktif, Satgas TMMD berupaya mendorong terciptanya kemandirian pangan yang dapat dirasakan manfaatnya secara berkelanjutan oleh warga.
Kehadiran personel TNI di tengah aktivitas pertanian juga menjadi bentuk pendampingan kepada masyarakat. Selain memberikan motivasi, Satgas turut berbagi pengalaman mengenai pentingnya perawatan tanaman agar hasil panen dapat maksimal dan memiliki nilai ekonomi.
Dansatgas TMMD Ke-129 Kodim 0418/Palembang, Kolonel Arh Erik Novianto, S.Sos., mengatakan bahwa program ketahanan pangan merupakan bagian dari komitmen TNI dalam mendukung program pemerintah untuk mewujudkan swasembada pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Melalui TMMD, kami ingin menghadirkan manfaat yang berkelanjutan. Ketahanan pangan menjadi salah satu upaya membangun kemandirian masyarakat melalui pemanfaatan lahan yang ada. Kami berharap hasil dari lahan ini nantinya dapat memenuhi kebutuhan pangan warga sekaligus menjadi contoh bagi masyarakat untuk mengembangkan pertanian di lingkungan masing-masing,” ujarnya.
Menurutnya, kolaborasi antara TNI dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan program tersebut. Semangat gotong royong yang terbangun selama pelaksanaan TMMD diharapkan terus terjaga, sehingga berbagai program yang telah dilaksanakan dapat dipelihara dan dikembangkan oleh masyarakat setelah TMMD berakhir.
Dengan perawatan yang dilakukan secara rutin, tanaman sawi dan pakcoy di lahan ketahanan pangan terpadu diproyeksikan dapat tumbuh subur dan menghasilkan panen yang optimal. Hasilnya diharapkan tidak hanya meningkatkan ketersediaan pangan di lingkungan sekitar, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi warga melalui pengelolaan hasil pertanian.
Program ketahanan pangan terpadu ini menjadi salah satu bukti nyata bahwa TMMD hadir tidak hanya membangun sarana fisik, tetapi juga memperkuat ketahanan ekonomi dan pangan masyarakat. Melalui sinergi antara TNI dan warga, semangat kemanunggalan terus diwujudkan dalam berbagai kegiatan yang berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat.
(Yanti)










