Palembang,LamanQu.Com– Tahap akhir rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) milik Bapak Fernando terus dikebut oleh Satgas TMMD Ke-129 TA 2026 Kodim 0418/Palembang. Memasuki hari ke-19 pelaksanaan program, pekerjaan difokuskan pada proses pengecatan sebagai bagian dari penyelesaian akhir sebelum rumah tersebut dapat kembali ditempati dengan nyaman.
Sejak pagi, personel Satgas TMMD memulai aktivitas dengan apel, kemudian langsung menuju lokasi rehabilitasi di Kelurahan Talang Jambe. Suasana gotong royong tampak mewarnai pekerjaan. Tujuh personel TNI bersama tiga warga bahu-membahu menyelesaikan pengecatan bagian dalam maupun luar rumah, termasuk dinding sisi kanan bangunan.
Pengecatan dilakukan tidak hanya untuk mempercantik tampilan rumah, tetapi juga menjadi tahapan penting guna melindungi dinding bangunan sekaligus menandai bahwa proses rehabilitasi telah memasuki tahap penyelesaian. Setiap bagian dikerjakan secara teliti agar hasil pembangunan memiliki kualitas yang baik dan dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.
Bagi Satgas TMMD, rehabilitasi RTLH merupakan salah satu sasaran fisik yang memiliki dampak langsung terhadap kehidupan masyarakat. Program ini diharapkan mampu menghadirkan lingkungan hunian yang lebih aman, sehat, dan layak bagi keluarga penerima manfaat.
Dansatgas TMMD Ke-129 Kodim 0418/Palembang, Kolonel Arh Erik Novianto, S.Sos., mengatakan bahwa pembangunan rumah layak huni bukan sekadar menyelesaikan pekerjaan fisik, melainkan menghadirkan harapan baru bagi masyarakat.
“Program RTLH bukan sekadar membangun rumah, tetapi menghadirkan harapan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kebersamaan antara TNI dan warga menjadi kekuatan utama dalam menyukseskan seluruh sasaran TMMD,” ujar Kolonel Erik.
Menurut dia, keterlibatan masyarakat dalam setiap tahapan pekerjaan menjadi salah satu kekuatan utama TMMD. Semangat gotong royong yang terus terjaga tidak hanya mempercepat penyelesaian pembangunan, tetapi juga mempererat hubungan antara TNI dan warga.
Selama pelaksanaan TMMD Ke-129, kolaborasi tersebut terlihat di berbagai sasaran, mulai dari pembangunan infrastruktur, rehabilitasi rumah warga, pembangunan fasilitas ibadah, hingga program ketahanan pangan.
Kehadiran masyarakat dalam setiap proses menunjukkan bahwa pembangunan akan memberikan hasil yang lebih optimal ketika dikerjakan secara bersama-sama.
Dengan progres yang terus meningkat setiap hari, rehabilitasi RTLH milik Bapak Fernando ditargetkan segera rampung.
Rumah yang sebelumnya masuk kategori tidak layak huni itu diharapkan segera berubah menjadi tempat tinggal yang lebih aman, nyaman, dan sehat bagi keluarga, sekaligus menjadi bukti nyata bahwa kemanunggalan TNI dan rakyat mampu menghadirkan manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
(Yanti)










