Palembang,LamanQu.Com — Suasana berbeda tampak di Musholah Darul Mufaqoh, RT 10 RW 03, Kelurahan Talang Jambe, Kecamatan Sukarami, Kota Palembang, Selasa (28/7/2026) sore. Di sela-sela kesibukan menjalankan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129, sejumlah personel Kodim 0418/Palembang menyempatkan diri duduk bersama puluhan santri Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA).
Tidak terdengar suara alat berat maupun aktivitas pembangunan seperti biasanya. Yang terdengar justru lantunan ayat suci Al-Qur’an yang dibaca bergantian oleh anak-anak. Para prajurit yang sehari-hari bekerja membangun jalan, sumur bor, jembatan, merehabilitasi rumah tidak layak huni, hingga memperbaiki mushala, kali ini berperan sebagai pendamping yang membimbing anak-anak belajar mengaji.
Kehadiran para personel TNI disambut penuh antusias oleh para santri. Mereka tampak bersemangat mengikuti setiap arahan, mulai dari memperbaiki makhraj huruf, membaca ayat demi ayat, hingga mengulang bacaan bersama-sama. Rasa canggung yang sempat terlihat di awal perlahan berubah menjadi suasana akrab dan penuh keceriaan.
Bagi sebagian anak, momen tersebut menjadi pengalaman yang tidak terlupakan. Mereka tidak menyangka dapat belajar membaca Al-Qur’an bersama prajurit TNI yang selama ini mereka kenal sebagai sosok yang bertugas menjaga keamanan negara.Senyum dan tawa anak-anak pun menghiasi setiap sesi pembelajaran.
Babinsa Talang Jambe, Serma Mulyadi Zaki, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari kepedulian Satgas TMMD terhadap pembinaan karakter generasi muda.
Menurutnya, pembangunan desa tidak hanya diukur dari selesainya infrastruktur, tetapi juga dari tumbuhnya generasi yang memiliki akhlak baik dan kecintaan terhadap nilai-nilai keagamaan.
“Kami ingin memberikan semangat kepada anak-anak agar semakin rajin mengaji. Kehadiran kami di sini merupakan bentuk perhatian kepada para santri TPA Musholah Darul Mufaqoh. Mudah-mudahan mereka semakin termotivasi untuk terus belajar Al-Qur’an dan menjadi generasi yang berakhlak mulia,” ujar Serma Mulyadi Zaki.

Ia menambahkan, kedekatan antara TNI dan masyarakat merupakan salah satu tujuan utama dalam pelaksanaan TMMD. Melalui kegiatan sederhana seperti mendampingi anak-anak mengaji, diharapkan terjalin hubungan yang semakin erat antara prajurit dan warga.
Sementara itu, Dansatgas TMMD Ke-129 Kodim 0418/Palembang, Kolonel Arh Erik Novianto, S.Sos., menegaskan bahwa TMMD merupakan program terpadu yang tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik. Berbagai kegiatan nonfisik juga menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di wilayah sasaran.
Menurut Erik, pembangunan jalan, sumur bor, jembatan, rehabilitasi rumah tidak layak huni, maupun perbaikan tempat ibadah memang menjadi sasaran utama TMMD.
Namun, membangun karakter masyarakat, terutama generasi muda, memiliki nilai yang tidak kalah penting.
“TMMD bukan hanya membangun infrastruktur seperti jalan, sumur bor, jembatan, rehabilitasi RTLH, maupun mushala. Kami juga ingin menghadirkan manfaat melalui kegiatan sosial dan pembinaan masyarakat, salah satunya dengan mengajak anak-anak gemar mengaji serta menciptakan suasana belajar yang menyenangkan,” kata Erik.
Menurutnya, pendidikan agama sejak usia dini menjadi bekal penting dalam membentuk karakter anak. Karena itu, personel Satgas TMMD didorong untuk terlibat aktif dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan selama berada di lokasi program.
Kegiatan mengaji bersama tersebut menjadi gambaran bahwa kehadiran TNI di tengah masyarakat tidak hanya identik dengan pembangunan fisik, tetapi juga menghadirkan nilai-nilai kebersamaan, kepedulian, dan pendidikan.
Melalui interaksi yang hangat dengan anak-anak, Satgas TMMD berharap mampu menanamkan semangat belajar, cinta Al-Qur’an, serta rasa percaya diri kepada para santri.
Di akhir kegiatan, para santri tampak enggan berpisah dengan para prajurit. Sebelum kembali melanjutkan pekerjaan TMMD, personel TNI menyempatkan diri berbincang dan berfoto bersama anak-anak.
Momen sederhana itu menjadi bukti bahwa pembangunan desa bukan hanya tentang membangun fasilitas, melainkan juga membangun harapan dan masa depan generasi penerus bangsa.
(Yanti)










