PALEMBANG,LamanQu.Com – Pagi baru saja dimulai ketika suara palu dan adukan semen kembali terdengar di rumah sederhana milik Bapak Parja, warga Kelurahan Talang Jambe, Kecamatan Sukarami, Palembang. Rumah yang selama bertahun-tahun menjadi tempat berlindung keluarganya kini perlahan berubah. Dinding yang dahulu kusam mulai tampak rapi, sementara bagian teras dan plafon mulai dikerjakan oleh personel Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 0418/Palembang.
Bagi Bapak Parja, perubahan itu bukan sekadar pembangunan fisik. Setiap bagian rumah yang diperbaiki menjadi simbol harapan baru bagi keluarganya untuk menikmati tempat tinggal yang lebih aman, sehat, dan nyaman.
Memasuki hari ke-14 pelaksanaan TMMD ke-129 Tahun Anggaran 2026, Selasa (28/7/2026), rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) milik Bapak Parja yang menjadi Sasaran 8 terus dikebut. Sejak pagi, personel Satgas memulai kegiatan dengan apel untuk memastikan kesiapan anggota, membagi tugas, sekaligus menekankan pentingnya keselamatan kerja sebelum turun ke lapangan.
Setelah apel selesai, pekerjaan langsung dilanjutkan. Beberapa personel terlihat fokus melakukan plester pada bagian teras rumah, sementara anggota lainnya memasang plafon sebagai bagian dari tahap penyelesaian rehabilitasi. Di sela-sela pekerjaan, warga sekitar ikut membantu mengangkat material, mencampur semen, hingga membersihkan area kerja.
Suasana penuh keakraban terlihat begitu alami. Tidak ada sekat antara prajurit dan masyarakat. Mereka bekerja bersama, saling membantu, dan bercanda ringan di sela aktivitas. Semangat gotong royong itulah yang menjadi wajah utama pelaksanaan TMMD di Talang Jambe.
Bagi Bapak Parja, perhatian yang diberikan Satgas TMMD merupakan anugerah yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya. Rumah yang selama ini dihuni dengan segala keterbatasan kini mulai menunjukkan wajah baru. Ia berharap, setelah rehabilitasi selesai, keluarganya dapat menjalani kehidupan sehari-hari dengan rasa lebih tenang dan nyaman.
Program rehabilitasi RTLH memang menjadi salah satu sasaran fisik yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Tidak hanya memperbaiki bangunan, tetapi juga menghadirkan rasa aman dan meningkatkan kualitas hidup warga penerima manfaat.
Dansatgas TMMD ke-129 Kodim 0418/Palembang, Kolonel Arh Erik Novianto, S.Sos., mengatakan bahwa rehabilitasi rumah warga merupakan bentuk nyata kepedulian TNI terhadap masyarakat.
“Melalui program TMMD, kami ingin menghadirkan hunian yang lebih layak, aman, dan nyaman bagi warga. Semangat gotong royong antara Satgas dan masyarakat menjadi kekuatan utama dalam menyukseskan seluruh sasaran fisik TMMD,” ujarnya.
Menurut Erik, setiap pekerjaan yang dilakukan bukan semata mengejar target pembangunan, tetapi juga membangun kedekatan emosional antara prajurit TNI dan masyarakat. Karena itulah, TMMD tidak hanya menghasilkan infrastruktur, melainkan juga memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat.
Hingga hari ke-14 pelaksanaan TMMD ke-129, progres rehabilitasi rumah Bapak Parja terus menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Satgas optimistis seluruh pekerjaan dapat diselesaikan sesuai jadwal dengan tetap mengedepankan kualitas bangunan dan keselamatan personel.
Ketika pekerjaan selesai nanti, rumah itu mungkin hanya tampak sebagai bangunan sederhana bagi orang lain.
Namun, bagi Bapak Parja dan keluarganya, rumah tersebut akan menjadi tempat lahirnya harapan baru—sebuah bukti bahwa semangat gotong royong masih hidup, dan kepedulian mampu menghadirkan perubahan nyata bagi mereka yang membutuhkan.
(Yanti)