Palembang,LamanQu.Com– Bertahun-tahun Humedi harus berdamai dengan jalan berlumpur setiap kali hujan turun. Warga RT 10 RW 03, Kelurahan Talang Jambe itu masih mengingat bagaimana Jalan Rawa Jaya berubah menjadi kubangan yang licin dan menyulitkan siapa pun yang melintas.
Saat hujan mengguyur, kendaraan roda dua sering tergelincir. Warga terpaksa berjalan perlahan agar tidak jatuh. Bahkan, mobil nyaris tidak bisa melewati jalan tersebut karena kondisinya yang rusak dan dipenuhi lumpur.
Melalui Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 Kodim 0418/Palembang, Jalan Rawa Jaya sepanjang 750 meter mulai berubah wajah. Cerucuk-cerucuk telah dipasang sebagai pondasi jalan. Badan jalan mulai terbentuk, memberi harapan baru bagi masyarakat yang selama puluhan tahun mendambakan akses yang layak.
“Ini anugerah yang luar biasa bagi kami,” ujar Humedi dengan wajah penuh syukur.
Menurutnya, sebelum pembangunan dimulai, Jalan Rawa Jaya selalu menjadi momok ketika musim penghujan tiba.
“Kalau hujan, jalan ini sangat becek dan licin seperti kubangan. Kami sangat kesulitan melewatinya. Kadang motor tergelincir, orang berjalan pun harus hati-hati,” katanya.
Padahal, jalan tersebut bukan sekadar jalan lingkungan biasa. Jalan Rawa Jaya menjadi urat nadi yang menghubungkan sejumlah wilayah, mulai dari RT 03, RT 04 hingga RT 23.Jalan itu juga menjadi akses menuju Jalan Mataram dan Jalan Sugi Waras sehingga setiap hari dilintasi warga yang berangkat bekerja, anak-anak menuju sekolah, hingga masyarakat yang menjalankan berbagai aktivitas ekonomi.
Karena itu, pembangunan jalan ini disambut dengan penuh antusias oleh warga.
“Sekarang jalannya sudah dipasang cerucuk dan sudah mulai terbentuk. Kami sudah lebih lancar melewati jalan ini. Mudah-mudahan cepat selesai sehingga benar-benar nyaman digunakan,” ucapnya.
Tak hanya pembangunan jalan, Humedi juga mengaku masyarakat merasakan manfaat dari berbagai sasaran fisik TMMD lainnya.
Salah satunya adalah jembatan yang kini telah rampung seratus persen. Jembatan yang sempat viral di media sosial itu kini menjadi kebanggaan warga karena mampu memperlancar mobilitas masyarakat.
“Jembatannya sudah selesai. Kami sangat terbantu. Sekarang mobil bisa lewat, motor juga lancar. Kami benar-benar merasakan manfaat program TMMD ini,” ungkapnya.
Humedi mengaku telah tinggal di kawasan Talang Jambe sejak tahun 1972. Selama lebih dari lima dekade, ia menyaksikan perkembangan wilayah tersebut. Namun, menurutnya, pembangunan yang dilakukan melalui TMMD menjadi salah satu perubahan yang paling dirasakan masyarakat.
Ia pun berharap perhatian pemerintah dan TNI tidak berhenti sampai di sini.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada TNI melalui Program TMMD. Kalau bisa, ke depan pertanian di sini juga mendapat bantuan sehingga masyarakat semakin sejahtera. Kami berharap program seperti ini bisa terus berlanjut,” harapnya.
Sementara itu, Dansatgas TMMD Ke-129 Kodim 0418/Palembang Kolonel Arh Erik Novianto, S.Sos., mengatakan pembangunan Jalan Rawa Jaya terus dikebut agar selesai sesuai target yang telah ditetapkan.
Menurutnya, jalan tersebut memiliki peran strategis karena menghubungkan beberapa RT sekaligus menjadi jalur penghubung menuju sejumlah ruas jalan utama di Kelurahan Talang Jambe.
“Kami berharap pembangunan Jalan Rawa Jaya dapat selesai tepat waktu sehingga masyarakat segera menikmati akses jalan yang lebih baik. Kehadiran jalan ini diharapkan mampu memperlancar aktivitas warga, baik untuk bekerja, bersekolah maupun menjalankan kegiatan sehari-hari,” ujarnya.
Di Talang Jambe, pembangunan bukan hanya soal beton, cerucuk, atau panjang jalan. Bagi Humedi dan warga lainnya, setiap meter jalan yang kini mulai terbentuk adalah jawaban atas penantian panjang.
Jalan yang dahulu identik dengan lumpur, kini perlahan berubah menjadi jalan harapan yang menghubungkan bukan hanya antarwilayah, tetapi juga masa depan masyarakat yang lebih baik.
(Yanti)










