Palembang,LamanQu.Com — Suara palu yang menghantam dinding rumah terdengar silih berganti di sebuah rumah sederhana di Jalan Lutfi Panji, RT 08 RW 04, Kelurahan Sukamaju, Kota Palembang, Sabtu. Bagi sebagian orang, suara itu mungkin hanya pertanda sebuah bangunan sedang dibongkar. Namun bagi Ibu Sriyanti, bunyi tersebut menjadi penanda lahirnya harapan baru setelah bertahun-tahun hidup di rumah yang jauh dari kata layak.
Memasuki hari ke-11, Sabtu (25/7/2026) pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 0418/Palembang, personel Satgas TMMD melanjutkan rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) milik Sriyanti. Tahapan yang dikerjakan kali ini adalah pembongkaran dinding samping rumah sebagai bagian dari proses renovasi menyeluruh.
Sriyanti berdiri beberapa meter dari rumahnya. Sesekali ia memperhatikan para prajurit TNI yang bekerja bersama warga. Raut wajahnya memperlihatkan rasa haru sekaligus syukur. Rumah yang selama ini menjadi tempat berteduh keluarganya perlahan berubah menjadi hunian yang lebih aman dan nyaman.
Selama bertahun-tahun, Sriyanti hidup dengan berbagai keterbatasan. Dinding rumah yang mulai rapuh, atap yang sering bocor saat hujan turun, hingga kondisi bangunan yang semakin menua menjadi bagian dari kesehariannya.
Meski demikian, ia tetap bertahan karena keterbatasan ekonomi membuat renovasi rumah hanya menjadi impian yang sulit diwujudkan.
Pembongkaran dinding dilakukan secara hati-hati oleh personel Satgas TMMD. Setiap bagian bangunan yang dibongkar telah diperhitungkan agar tidak merusak struktur utama rumah. Tahapan ini menjadi langkah penting sebelum proses pembangunan dinding baru yang lebih kuat dan kokoh.
Di sela-sela pekerjaan, suasana penuh keakraban tampak terjalin. Prajurit TNI dan warga saling membantu mengangkat material, membersihkan puing-puing, hingga menyiapkan kebutuhan pekerjaan berikutnya. Tidak ada sekat di antara mereka. Semangat gotong royong menjadi kekuatan utama yang terus hidup dalam setiap pelaksanaan TMMD.
Bagi Sriyanti, perhatian yang diberikan bukan hanya soal pembangunan rumah, melainkan juga bentuk kepedulian yang membuat dirinya merasa tidak sendiri menghadapi kesulitan hidup.
“Setiap hari saya melihat bapak-bapak TNI bekerja tanpa mengenal lelah. Saya sangat bersyukur. Semoga semua kebaikan ini menjadi amal bagi mereka,” ucapnya.
Wakil Komandan Satgas TMMD ke-129 Kodim 0418/Palembang, Letkol Inf Dery Septriandi, S.T., M.M., M.Han., mengatakan pembongkaran dinding samping merupakan bagian penting dalam proses renovasi agar struktur bangunan menjadi lebih kuat dan aman.
“Seluruh tahapan pekerjaan kami laksanakan sesuai perencanaan dengan mengutamakan kualitas. Kami ingin rumah yang dibangun benar-benar layak huni, aman, dan nyaman sehingga dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi keluarga Ibu Sriyanti,” katanya.
Menurutnya, TMMD bukan sekadar program pembangunan fisik, tetapi juga menjadi wadah mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat melalui semangat kebersamaan. Kehadiran prajurit di tengah warga diharapkan mampu menumbuhkan rasa saling peduli dan memperkuat budaya gotong royong yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia.
Program rehabilitasi RTLH yang dilaksanakan Kodim 0418/Palembang merupakan salah satu sasaran fisik TMMD ke-129. Melalui program tersebut, rumah-rumah warga yang sebelumnya tidak layak huni diperbaiki agar menjadi tempat tinggal yang sehat, aman, dan memberikan kenyamanan bagi penghuninya.
Bagi Sriyanti, rumah bukan sekadar bangunan. Rumah adalah tempat berkumpul keluarga, tempat menyimpan harapan, sekaligus tempat memulai kehidupan yang lebih baik. Karena itu, setiap perubahan yang terjadi pada rumahnya menghadirkan kebahagiaan yang sulit diungkapkan dengan kata-kata.
Ketika dinding lama akhirnya roboh, bukan berarti kisah hidupnya ikut runtuh. Justru dari puing-puing itulah tumbuh harapan baru. Sedikit demi sedikit, rumah yang selama ini menyimpan banyak cerita perjuangan mulai berdiri kembali dengan wajah baru.
Melalui TMMD ke-129, Kodim 0418/Palembang tidak hanya membangun rumah, tetapi juga membangun optimisme masyarakat bahwa di balik setiap kesulitan selalu ada harapan yang bisa diwujudkan melalui kebersamaan.
Di rumah sederhana milik Sriyanti, semangat kemanunggalan TNI dan rakyat kini tidak hanya terlihat dari kokohnya bangunan yang sedang dikerjakan, tetapi juga dari senyum yang perlahan kembali merekah di wajah sang pemilik rumah.
(Yanti)










