PALEMBANG,LamanQu.Com – Matahari belum terlalu tinggi ketika belasan prajurit TNI berbaris rapi di lokasi rehabilitasi Mushola Baitul Magfurin, RT 26 RW 05 Perumahan Griya Sinar Rose, Jalan Pertanian, Kelurahan Talang Jambe.
Di tengah suasana pagi yang masih sejuk, apel singkat digelar sebagai pembuka aktivitas hari ke-11, Sabtu (25/7/2025) pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 0418/Palembang.
Bagi personel Satgas TMMD, apel pagi bukan sekadar rutinitas. Di sanalah semangat, kedisiplinan, dan keselamatan kerja kembali diingatkan sebelum mereka memulai pekerjaan. Personel tertua memimpin apel, memastikan seluruh prajurit dalam kondisi siap, sehat, dan memahami setiap penekanan agar selalu mengutamakan faktor keamanan selama bekerja.
Tak lama setelah apel usai, suasana berubah menjadi hiruk-pikuk pekerjaan. Ember berisi adukan semen berpindah tangan, cetok mulai menempel di dinding, sementara beberapa prajurit lainnya meratakan pelamir dengan penuh ketelitian. Tak ada yang berdiri berpangku tangan. Masing-masing telah memahami tugasnya.
Sebanyak 14 personel TNI bersama empat warga bahu-membahu menyelesaikan pelamir dinding mushola. Peluh yang menetes tak mengurangi semangat mereka. Sesekali terdengar canda ringan di sela pekerjaan, mencairkan suasana sekaligus mempererat kebersamaan antara prajurit dan masyarakat.
Bagi para prajurit, merehabilitasi mushola bukan sekadar menyelesaikan target fisik program TMMD. Lebih dari itu, mereka sedang menyiapkan tempat yang kelak menjadi pusat ibadah, tempat anak-anak belajar mengaji, serta ruang berkumpul warga dalam berbagai kegiatan keagamaan.
Danki Satgas TMMD ke-129 Kodim 0418/Palembang, Kapten Inf Pringgo B.S., mengatakan setiap tahapan pekerjaan selalu diawali dengan apel untuk memastikan kesiapan personel sekaligus mengingatkan pentingnya keselamatan kerja.
“Sebelum bekerja kami selalu melaksanakan apel pagi untuk mengecek kesiapan personel sekaligus mengingatkan agar selalu memperhatikan faktor keamanan dalam setiap kegiatan. Dengan semangat gotong royong, kami optimistis rehab Mushola Baitul Magfurin dapat selesai sesuai target,” ujarnya.
Menurutnya, kualitas pekerjaan menjadi perhatian utama. Karena itu, setiap lapisan pelamir dikerjakan secara teliti agar hasil rehabilitasi benar-benar kuat, rapi, dan mampu dimanfaatkan masyarakat dalam jangka panjang.
Di bawah terik matahari, para prajurit tetap bekerja tanpa mengenal lelah. Seragam loreng yang mereka kenakan mulai dipenuhi bercak semen dan debu bangunan. Namun tak satu pun mengeluh. Semangat pengabdian menjadi tenaga yang terus menggerakkan langkah mereka hingga pekerjaan selesai setiap harinya.
Kebersamaan antara TNI dan warga juga menjadi pemandangan yang begitu terasa. Warga tidak hanya menyaksikan proses pembangunan, tetapi ikut turun tangan mengangkat material, menyiapkan adukan semen, hingga membantu merapikan area kerja. Gotong royong yang terjalin menjadi bukti bahwa TMMD bukan hanya membangun bangunan, melainkan juga membangun rasa memiliki dan kepedulian bersama.
Sementara itu, Dansatgas TMMD ke-129 Kodim 0418/Palembang Kolonel Arh Erik Novianto, S.Sos. berharap rehabilitasi Mushola Baitul Magfurin dapat selesai tepat waktu sehingga segera dimanfaatkan oleh masyarakat.
“Kami berharap pembangunan Mushola Baitul Magfurin dapat selesai sesuai target sehingga masyarakat bisa segera beribadah dengan lebih nyaman. Inilah salah satu bentuk nyata pengabdian TNI kepada rakyat melalui program TMMD,” katanya.
Program TMMD ke-129 tidak hanya menghadirkan pembangunan infrastruktur, tetapi juga meninggalkan nilai-nilai kebersamaan yang terus tumbuh di tengah masyarakat. Di balik setiap dinding mushola yang kini semakin rapi, tersimpan peluh, kerja keras, dan ketulusan para prajurit yang mengabdikan tenaga mereka demi menghadirkan rumah ibadah yang lebih layak bagi warga Talang Jambe.
(Yanti)










