Palembang,LamanQu.Com-Senyum tak lagi sulit ditemukan di wajah Ibu Sriyanti setiap kali melihat para prajurit TNI bekerja di depan rumahnya di Jalan Nurdin Panji, RT 08 RW 08, Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Sako, Kota Palembang.
Rumah yang selama ini ditempatinya dalam kondisi kurang layak kini perlahan berubah menjadi hunian yang lebih kokoh, aman, dan nyaman.
Memasuki hari kedelapan pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 Tahun Anggaran 2026, Rabu (22/7/2026), rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) milik Ibu Sriyanti terus menunjukkan perkembangan yang signifikan.
Sejak pagi, personel Satgas TMMD Kodim 0418/Palembang bersama warga kembali bergotong royong menyelesaikan berbagai tahapan pekerjaan.
Suara adukan semen, ketukan palu, dan sesekali canda para prajurit dengan warga mengiringi aktivitas pembangunan. Bagi Ibu Sriyanti, suara-suara itu bukan lagi sekadar bunyi pekerjaan bangunan, melainkan pertanda bahwa impiannya untuk memiliki rumah yang layak segera terwujud.
Selama bertahun-tahun, ia harus bertahan dengan kondisi rumah yang semakin menua. Ketika hujan turun, rasa khawatir selalu datang. Beberapa bagian rumah sudah mengalami kerusakan sehingga tidak lagi memberikan rasa aman dan nyaman bagi keluarga.
Kini keadaan mulai berubah. Dinding rumah yang sebelumnya kusam dan rapuh perlahan berdiri lebih kokoh. Setiap hari, perubahan kecil terus terlihat, menghadirkan optimisme baru bagi keluarga sederhana tersebut.
Di tengah kesibukan para prajurit, Ibu Sriyanti tak henti mengucapkan rasa syukur. Menurutnya, bantuan rehabilitasi rumah melalui program TMMD menjadi berkah yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya.
“Saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada bapak-bapak TNI yang sudah membantu memperbaiki rumah kami. Semoga semua yang dikerjakan menjadi amal ibadah dan dibalas dengan kesehatan serta keselamatan dalam bertugas,” ungkapnya dengan mata berkaca-kaca.
Program rehabilitasi RTLH merupakan salah satu sasaran fisik TMMD Ke-129 Kodim 0418/Palembang yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui penyediaan hunian yang layak, sehat, dan aman. Namun lebih dari itu, program ini juga menghadirkan kedekatan antara TNI dan masyarakat melalui budaya gotong royong yang terus dipelihara.
Di lokasi pembangunan, prajurit TNI dan warga bekerja tanpa membedakan peran. Ada yang mengangkat material bangunan, mengaduk semen, memasang dinding, hingga merapikan bagian rumah yang telah selesai dikerjakan. Kebersamaan itu menjadi gambaran nyata bahwa pembangunan akan lebih bermakna ketika dilakukan secara bersama-sama.
Bagi Satgas TMMD, rumah yang sedang dibangun bukan sekadar sasaran fisik yang harus diselesaikan sesuai target. Rumah itu adalah tempat sebuah keluarga akan menjalani kehidupan dengan rasa aman dan penuh harapan.
Memasuki hari kedelapan, progres rehabilitasi terus berjalan sesuai rencana. Satgas TMMD optimistis seluruh pekerjaan dapat diselesaikan tepat waktu tanpa mengurangi kualitas bangunan.
Semangat gotong royong yang terus terjaga menjadi kekuatan utama dalam setiap tahapan pembangunan. Kehadiran masyarakat yang ikut membantu membuat pekerjaan terasa lebih ringan, sekaligus mempererat hubungan emosional antara TNI dan warga.
Ketika rehabilitasi rumah ini nantinya selesai, yang berdiri bukan hanya sebuah bangunan baru. Lebih dari itu, akan lahir harapan baru bagi Ibu Sriyanti dan keluarganya untuk menjalani kehidupan yang lebih layak. Melalui TMMD Ke-129, pengabdian TNI kembali hadir dalam bentuk yang paling dekat dengan masyarakat, membantu mereka yang membutuhkan dan menghadirkan senyum di balik setiap rumah yang berhasil dibangun.
(Yanti)