Palembang,LamanQu. Com-Setiap kali hujan turun, Ibu Sumilah hanya bisa pasrah. Air yang merembes dari atap seng yang telah lapuk menggenangi lantai rumah sederhana yang telah belasan tahun ia tempati di RT 19 RW 05, Kelurahan Talang Jambe, Kecamatan Sukarami, Palembang. Di usia senjanya, perempuan yang telah lama ditinggal wafat sang suami itu tak memiliki kemampuan ekonomi untuk memperbaiki rumah yang terus menua.
Kini, secercah harapan mulai datang.Pada pelaksanaan Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Tahun Anggaran 2026 Kodim 0418/Palembang, rumah Sumilah menjadi salah satu sasaran rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Sejumlah material bangunan mulai diantar ke lokasi sebagai tanda dimulainya proses perbaikan, Jumat (17/7/2026)
Sumilah mengaku tak mampu menyembunyikan rasa syukur saat mengetahui rumahnya terpilih mendapatkan bantuan. Selama ini ia tinggal bersama seorang anak, menantu, dan tiga orang cucunya.
Kehidupan keluarga mereka bergantung pada penghasilan sederhana sang anak yang berjualan mainan di sekolah.
“Awalnya saya didata Pak RT, rumah difoto, lalu diberi tahu kalau ada program bedah rumah. Saya hanya berharap bisa mendapat bantuan. Alhamdulillah, ternyata benar. Senang sekali, terima kasih sudah membantu memperbaiki rumah kami,” ujarnya dengan mata berbinar.
Menurut Sumilah, kondisi atap rumahnya sudah rusak sejak lama. Seng yang digunakan telah berusia belasan tahun sehingga hampir di setiap musim hujan air masuk ke dalam rumah. Tak hanya bocor, rumahnya juga kerap terdampak banjir ketika hujan deras mengguyur kawasan Talang Jambe.
Melalui program TMMD, atap rumah akan diganti, dinding dicat ulang, serta fasilitas mandi, cuci, dan kakus (MCK) diperbaiki agar keluarga dapat tinggal dengan lebih nyaman dan sehat.
“Bocornya sudah lama sekali. Kalau hujan deras air masuk ke rumah. Kami juga diberi tahu nanti rumah dicat lagi dan MCK diperbaiki,” katanya.
Sementara itu,
Dandim 0418/Palembang sekaligus Dansub Satgas
Kolonel Arhanud Erik Novianto,S.sos
Arhanud ( Arh ) mengatakan, rehabilitasi RTLH merupakan salah satu sasaran fisik utama dalam pelaksanaan TMMD tahun ini.
Menurutnya, program tersebut bukan sekadar membangun rumah, tetapi juga menghadirkan kehidupan yang lebih layak bagi masyarakat yang membutuhkan.
“Kami ingin seluruh rangkaian Program TMMD ke-129 berjalan lancar. Rehabilitasi rumah tidak layak huni harus selesai tepat waktu sehingga masyarakat dapat segera merasakan manfaatnya,” kata Erik.
Ia menambahkan, TMMD merupakan wujud sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mempercepat pembangunan sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga.
Bagi Sumilah dan keluarganya, kedatangan material bangunan bukan sekadar awal sebuah pekerjaan konstruksi. Di balik datangnya bahan bangunan itu, tersimpan harapan agar musim hujan berikutnya tak lagi diwarnai tetesan air dari atap yang bocor, melainkan rasa tenang karena akhirnya mereka memiliki rumah yang lebih layak untuk dihuni.
(Yanti)










