• Indeks
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Hubungi-kami
Selasa, Februari 17, 2026
No Result
View All Result
lamanqu.com
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi
No Result
View All Result
lamanqu.com
No Result
View All Result
danau ranau, oku selatan banner pemkab muba
ADVERTISEMENT
Home News

Dibalik Toga Hitam Chairul S Matdiah Pernah Gugat Presiden Megawati Soekarnoputri

Reporter YN
7 Januari 2026
Toga Hitam Chairul S Matdiah
Bagikan ke Whatsapp

Palembang, LamanQu.Com – Sosok advokat senior sekaligus legislator, Chairul S Matdiah, SH, MHKes, bersiap meluncurkan karya literatur terbarunya yang bertajuk Di Balik Toga Hitam. Buku ini menjadi catatan penting bagi dunia hukum Indonesia, khususnya di Sumatera Selatan (Sumsel), yang memotret realitas pahit-manis perjuangan seorang pengacara selama puluhan tahun berkarier.

Melalui buku ini, Chairul tidak hanya berbicara sebagai praktisi hukum, tetapi juga sebagai penyambung lidah masyarakat kecil. Ia membuka tabir tentang apa yang sebenarnya terjadi di balik megahnya jubah toga hitam yang ia kenakan.

“Toga hitam yang saya pakai mungkin terlihat kaku, namun di baliknya ada tanggung jawab moral yang sangat cair dan menyentuh setiap sendi kehidupan manusia. Buku ini adalah saksi bahwa keadilan harus diperjuangkan, bukan ditunggu,” ujar Chairul S. Matdiah.

Sebelumnya, Chairul S Matdiah sudah meluncurkan buku biografi berjudul Jejak Penjual Kopi yang ditulis oleh Ferly Marison. Buku itu sudah dilaunching pada, Sabtu (23/8/2025) di Aryaduta Hotel Palembang.

Chairul mengatakan, buku Di Balik Toga Hitam akan memberikan perspektif baru mengenai dunia hukum di Indonesia. Buku ini bukan sekadar catatan kasus, melainkan sebuah narasi mendalam tentang perjuangannya sebagai pengacara dalam mencari keadilan di tengah labirin hukum yang sering kali dingin dan kaku.

Judul Di Balik Toga Hitam dipilih untuk melambangkan apa yang tidak terlihat oleh publik saat seorang pengacara berdiri di depan hakim. Jika selama ini pengacara identik dengan ketegasan dan retorika di ruang sidang, buku ini justru menyoroti dilema moral tentang pertarungan batin antara nurani dan profesionalisme saat menangani kasus-kasus pelik.

Pengorbanan personal seperti waktu, keluarga, hingga ancaman keselamatan yang sering kali menjadi “harga” yang harus dibayar. Kemudian sisi humanis klien tentang kisah-kisah rakyat kecil yang mencari secercah harapan di tengah sistem yang rumit.

“Saya ingin mematahkan stigma bahwa hukum hanya milik mereka yang berkuasa. Saya ingin mengajak pembaca mengikuti perjalanan dari meja hijau hingga ke pelosok daerah, di mana keadilan sering kali harus dijemput dengan keringat dan air mata,” katanya.

“Toga hitam ini bukan sekadar seragam. Ia adalah beban tanggung jawab. Di baliknya ada detak jantung yang berdegup kencang setiap kali kami memperjuangkan nasib seseorang,” Chairul menambahkan.

Chairul mengatakan, menjadi pengacara bukan sekadar tampil perlente di ruang sidang. Di balik kemegahan retorika mereka, ada jam-jam panjang yang dihabiskan untuk riset, diskusi malam yang melelahkan, dan pergulatan batin tentang apa itu keadilan yang sebenarnya.

“Di Balik Toga Hitam bukan hanya tentang profesi, melainkan tentang manusia yang mencoba menyeimbangkan antara hukum tertulis dan keadilan nurani,” katanya.

Chairul mengungkapkan bahwa motivasi menulis buku ini adalah untuk memberikan edukasi sekaligus inspirasi.

“Banyak orang mengira pengacara itu hanya soal menang perkara dan uang. Lewat buku ini, saya ingin bilang bahwa hukum itu punya hati. Ada tangis yang harus kita hapus dan ada hak yang harus kita jemput,” ujar Chairul dengan nada rendah namun penuh penekanan.

Buku ini juga menyisipkan pesan kuat bagi generasi muda di Sumsel agar tidak takut bermimpi menjadi penegak hukum yang jujur. Baginya, menjadi pengacara adalah panggilan jiwa, bukan sekadar profesi mencari nafkah.

Tags: karya literaturToga Hitam
ADVERTISEMENT
Previous Post

Bintang Sumsel Bersinar Nasional, Daeng Supriyanto Pimpin Urusan Umum KSMI

Next Post

Meriahkan HAB ke-80, Kemenag Sumsel Gelar Bazar Kerukunan

YN

Info Terkait

No Content Available

Berita Terbaru

Pantau Hilal dari Ketinggian Palembang, Kakanwil Kemenag Sumsel Sampaikan Pesan Kerukunan

Open House Imlek 2577 di Kediaman Zewwy Salim Jadi Ajang Silaturahmi Lintas Kalangan

Tingkatkan Kualitas Hunian, Satgas TMMD Kodim 0624/Kab. Bandung Bangun RTLH di Cipelah

Bukan Sekadar Aspal dan Beton: Hangatnya Komsos Satgas TMMD dan Warga Cipelah di Balik Dinginnya Rancabali

Komunikasi Humanis Dalam Pemberdayaan Masyarakat Antakan Kilang Pertamina Plaju Raih Penghargaan PRIA 2026

Sekda Edward Candra Hadiri Imlek Bersama Warga Tionghoa, Tegaskan Komitmen Harmoni dan Persatuan di Sumsel

Komitmen Dan Tanggungjawab, Dandim Brebes Terjun Langsung Bantu Pengecoran Jalan Rabat Beton

Tim Kesehatan Satgas TMMD Kodim 0624/Kabupaten Bandung Selalu Sigap Berikan Bantuan Kesehatan

KIP Award 2025: Kanwil Kemenag Sumsel Raih Predikat Informatif dengan Nilai 99,20

Berita Populer

Pelantikan Pengurus Masjid dan Baitul Maal IKAB Palembang 2025–2030, Siap Makmurkan Masjid dan Perangi Riba

Baitul Maal IKAB Palembang
Reporter YN
13 Februari 2026

Palembang, LamanQu.Com - Pelantikan Pengurus Masjid IKAB Darul Mukhlishin Periode 2025–2030 dengan tema “Insya Allah Pengurus Yang Dilantik Amanah Laksanakan...

Read more

Komisi IV DPRD Palembang Terima Audiensi FORKESI, Dorong Penguatan Perlindungan dan Layanan Anak Berkebutuhan Khusus

Layanan Anak Berkebutuhan Khusus
Reporter YN
11 Februari 2026

Palembang, LamanQu.Com - Komisi IV DPRD Kota Palembang menggelar rapat audiensi bersama Forum Keluarga Spesial Indonesia (FORKESI) Sumatera Selatan di...

Read more

Forum Komite SMA/SMK Sumsel Matangkan Struktur dan Standarisasi AD/ART

Forum Komite SMA/SMK Sumsel
Reporter YN
11 Februari 2026

Palembang, LamanQu.Com - Upaya memperkuat tata kelola pendidikan di Sumatera Selatan memasuki babak baru. Forum Komite SMA dan SMK Sumatera Selatan...

Read more

Pegadaian Resmikan TGCL ke-30 di Unila, Dorong Mahasiswa Kreatif dan Melek Investasi

TGCL ke-30 di Unila
Reporter YN
12 Februari 2026

Lampung, LamanQu.Com - PT Pegadaian kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan generasi muda melalui peresmian The Gade Creative Lounge (TGCL)...

Read more

© 2025 DIgital Media Sriwijaya

  • Indeks
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Hubungi-kami
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi

© 2025 DIgital Media Sriwijaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In