• Indeks
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Hubungi-kami
Rabu, Oktober 28, 2026
No Result
View All Result
lamanqu.com
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi
No Result
View All Result
lamanqu.com
No Result
View All Result
kpid sumsel HUR RI Ke-81, oku selatan banner pemkab muba
ADVERTISEMENT
Home News

Dibalik Toga Hitam Chairul S Matdiah Pernah Gugat Presiden Megawati Soekarnoputri

Reporter YN
7 Januari 2026
Toga Hitam Chairul S Matdiah
Bagikan ke Whatsapp

Palembang, LamanQu.Com – Sosok advokat senior sekaligus legislator, Chairul S Matdiah, SH, MHKes, bersiap meluncurkan karya literatur terbarunya yang bertajuk Di Balik Toga Hitam. Buku ini menjadi catatan penting bagi dunia hukum Indonesia, khususnya di Sumatera Selatan (Sumsel), yang memotret realitas pahit-manis perjuangan seorang pengacara selama puluhan tahun berkarier.

Melalui buku ini, Chairul tidak hanya berbicara sebagai praktisi hukum, tetapi juga sebagai penyambung lidah masyarakat kecil. Ia membuka tabir tentang apa yang sebenarnya terjadi di balik megahnya jubah toga hitam yang ia kenakan.

“Toga hitam yang saya pakai mungkin terlihat kaku, namun di baliknya ada tanggung jawab moral yang sangat cair dan menyentuh setiap sendi kehidupan manusia. Buku ini adalah saksi bahwa keadilan harus diperjuangkan, bukan ditunggu,” ujar Chairul S. Matdiah.

Sebelumnya, Chairul S Matdiah sudah meluncurkan buku biografi berjudul Jejak Penjual Kopi yang ditulis oleh Ferly Marison. Buku itu sudah dilaunching pada, Sabtu (23/8/2025) di Aryaduta Hotel Palembang.

Chairul mengatakan, buku Di Balik Toga Hitam akan memberikan perspektif baru mengenai dunia hukum di Indonesia. Buku ini bukan sekadar catatan kasus, melainkan sebuah narasi mendalam tentang perjuangannya sebagai pengacara dalam mencari keadilan di tengah labirin hukum yang sering kali dingin dan kaku.

Judul Di Balik Toga Hitam dipilih untuk melambangkan apa yang tidak terlihat oleh publik saat seorang pengacara berdiri di depan hakim. Jika selama ini pengacara identik dengan ketegasan dan retorika di ruang sidang, buku ini justru menyoroti dilema moral tentang pertarungan batin antara nurani dan profesionalisme saat menangani kasus-kasus pelik.

Pengorbanan personal seperti waktu, keluarga, hingga ancaman keselamatan yang sering kali menjadi “harga” yang harus dibayar. Kemudian sisi humanis klien tentang kisah-kisah rakyat kecil yang mencari secercah harapan di tengah sistem yang rumit.

“Saya ingin mematahkan stigma bahwa hukum hanya milik mereka yang berkuasa. Saya ingin mengajak pembaca mengikuti perjalanan dari meja hijau hingga ke pelosok daerah, di mana keadilan sering kali harus dijemput dengan keringat dan air mata,” katanya.

“Toga hitam ini bukan sekadar seragam. Ia adalah beban tanggung jawab. Di baliknya ada detak jantung yang berdegup kencang setiap kali kami memperjuangkan nasib seseorang,” Chairul menambahkan.

Chairul mengatakan, menjadi pengacara bukan sekadar tampil perlente di ruang sidang. Di balik kemegahan retorika mereka, ada jam-jam panjang yang dihabiskan untuk riset, diskusi malam yang melelahkan, dan pergulatan batin tentang apa itu keadilan yang sebenarnya.

“Di Balik Toga Hitam bukan hanya tentang profesi, melainkan tentang manusia yang mencoba menyeimbangkan antara hukum tertulis dan keadilan nurani,” katanya.

Chairul mengungkapkan bahwa motivasi menulis buku ini adalah untuk memberikan edukasi sekaligus inspirasi.

“Banyak orang mengira pengacara itu hanya soal menang perkara dan uang. Lewat buku ini, saya ingin bilang bahwa hukum itu punya hati. Ada tangis yang harus kita hapus dan ada hak yang harus kita jemput,” ujar Chairul dengan nada rendah namun penuh penekanan.

Buku ini juga menyisipkan pesan kuat bagi generasi muda di Sumsel agar tidak takut bermimpi menjadi penegak hukum yang jujur. Baginya, menjadi pengacara adalah panggilan jiwa, bukan sekadar profesi mencari nafkah.

Tags: karya literaturToga Hitam
ADVERTISEMENT
Previous Post

Bintang Sumsel Bersinar Nasional, Daeng Supriyanto Pimpin Urusan Umum KSMI

Next Post

Meriahkan HAB ke-80, Kemenag Sumsel Gelar Bazar Kerukunan

YN

Info Terkait

No Content Available

Berita Terbaru

Sudah Berjualan Sejak 2005, UMKM 2 Ulu Minta Kepastian di Tengah Ancaman Relokasi

Terancam Kehilangan Tempat Usaha, Pedagang UMKM 2 Ulu Minta Perlindungan HAM

Bantu Penuhi Kebutuhan Air Bersih, Relawan Pertamina Peduli RU Plaju Hadir untuk Masyarakat di Tiga Wilayah

Tiga Bis Rombongan Peserta Mengunjungi Destinasi Wisata, Berikut Disampaikan Ketua DPD Astindo Sumsel

Kreativitas Siswa SMKN 4 OKU, Mengolah Limbah Plastik Menjadi Bahan Bakar

Disdik Sumsel Buka Ruang Inovasi bagi Pelajar SMK, Karya Siswa Didorong Jadi Solusi

Bicara Soal Pendidikan, Diknas Dan Komisi IV DPRD Kota Serta KOSGORO 1957 Gelar Diskusi Lintas Lembaga

Karutan Kelas I Palembang Bersama Jajaran Panen Kangkung, Dukung Ketahanan Pangan dan Optimalisasi Lahan Produktif

Pelantikan KPSTI Sumsel 2026–2030, Imam Mustakim Ajak Generasi Muda Cintai Budaya Bangsa

Berita Populer

Bagikan Seribu Bingkisan Vitamin, Madu, Air Mineral, dan Masker FOKAL IMM Bergerak Bersama Peduli Kabut Asap

Bagikan Seribu Bingkisan Vitamin, Madu, Air Mineral, dan Masker FOKAL IMM Bergerak Bersama Peduli Kabut Asap
Reporter YN
14 Oktober 2026

Palembang,LamanQu.Com-Forum Komunikasi Alumni Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (FOKAL IMM) Sumatera Selatan terlihat melakukan kegiatan sosial membagikan seribu bingkisan berupa vitamin, madu,...

Read more

Ponpes Darul Quran Mufidatul Ilmi Menjadi Pilot Projek Penanaman Perdana GSMP, Ini Yang Disampaikan

Ponpes Darul Quran Mufidatul Ilmi Menjadi Pilot Projek Penanaman Perdana GSMP, Ini Yang Disampaikan
Reporter YN
17 Oktober 2026

Banyuasin,LamanQu.Com-Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel) dalam hal ini Gubernur Sumsel dan Pemerintah Kabupaten Banyuasin (Pemkab) dalam ini Bupati Banyuasin...

Read more

Bersama Masyarakat, Polda Sumsel Berantas Premanisme demi Keamanan dan Kelancaran Pembangunan

Bersama Masyarakat, Polda Sumsel Berantas Premanisme demi Keamanan dan Kelancaran Pembangunan
Reporter YN
14 Oktober 2026

PALEMBANG,LamanQu.Com— Polda Sumatera Selatan memperkuat komitmen dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat melalui penindakan terhadap aksi premanisme di seluruh wilayah...

Read more

Lebri Oktora Desak Kapolda Sumsel Usut Tuntas Dugaan Pengeroyokan Mahasiswa Cipayung dan Insan Pers

Pengeroyokan Mahasiswa Cipayung
Reporter Editor Sumsel
14 Oktober 2026

Palembang, LamanQu.Com — Konsultan Hukum dan Aktivis Sumatera Selatan dari Yayasan Bantuan Hukum Sumsel Berkeadilan, Lebri Oktora, S.H., mendesak Kapolda...

Read more

© 2026 DIgital Media Sriwijaya

  • Indeks
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Hubungi-kami
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi

© 2026 DIgital Media Sriwijaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In