• Indeks
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Hubungi-kami
Jumat, September 25, 2026
No Result
View All Result
lamanqu.com
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi
No Result
View All Result
lamanqu.com
No Result
View All Result
kpid sumsel HUR RI Ke-81, oku selatan banner pemkab muba
ADVERTISEMENT
Home Tokoh

Dari Pasar 16 Ilir ke Tanah Suci: Doa, Sholat, dan Sedekah yang Mengubah Takdir H. Jamak Udin

Reporter YN
4 Desember 2025
Kiyai Jamak
Bagikan ke Whatsapp

Palembang, LamanQu.Com – Nama H. Jamak Udin, S.H., atau yang akrab disapa Kiyai Jamak, dikenal luas sebagai tokoh masyarakat yang dermawan dan aktif membantu warga Palembang–Sumatera Selatan. Namun, tidak banyak yang tahu bahwa perjalanan hidupnya penuh perjuangan, kemiskinan, dan kerasnya pengalaman hidup sebelum meraih kesuksesan seperti saat ini.

Jamak tumbuh dalam keluarga yang sangat sederhana. Ibunya seorang janda yang berjualan bongkol di Pasar 16 Ilir untuk memenuhi kebutuhan hidup. Masa kecilnya dipenuhi keterbatasan dan kesulitan.

“Hidup aku dulu susah. Ibu jual bongkol di Pasar 16 Ilir. Nak sekolah susah, nak beli pakaian susah. Banyak air mata,” kenangnya.

Meski hidup serba kekurangan, ibunya selalu menanamkan pesan yang menjadi pegangan hidupnya hingga kini: jangan tinggalkan sholat. Ibunya berasal dari keluarga religius, cucu dari Haji Ketip Dahlan, seorang ulama pemilik pesantren.

“Ibu selalu bilang: Jamak, jangan tinggalkan sholat. Sesusah-susah hidup kau, pasti ado wong yang nolong kalau kau sholat.”

Jamak tidak menutupi bahwa masa remajanya sempat diwarnai kenakalan. Ia pernah terlibat perkelahian hingga beberapa kali pindah sekolah. Meski hidup dalam lingkungan keras, ada satu hal yang tidak pernah ia tinggalkan: sholat.

“Nakal-nakal aku dulu, kejam-kejam aku dulu, aku masih sembayang. Itu yang jadi penyelamat.”

Setiap sholat, ia memanjatkan tiga doa:

  1. Dipermudah mencari rezeki
  2. Diberikan kekayaan
  3. Bisa mencium Hajar Aswad

Pada 2016, ketiga doa itu terwujud ketika ia berangkat ke Tanah Suci.

Seiring waktu, hidupnya berubah. Ia meninggalkan masa kelam dan memilih menjadi pribadi yang bermanfaat. Setiap Jumat, ia rutin membagikan beras, nasi, dan uang kepada masyarakat. Ia ikut membantu pembangunan masjid serta membantu warga tanpa memandang status.

“Sedekah itu tidak mengurangi harta. Justru menambah.”

Konsistensinya membuat warga menghormatinya sebagai Tokoh Masyarakat, meski ia tidak pernah meminta gelar tersebut.

Mendirikan Sekolah Gratis dan Kantor Hukum

Berangkat dari masa kecil yang penuh keterbatasan, Jamak bertekad membuka akses pendidikan bagi generasi berikutnya. Ia mendirikan Yayasan Akas Haji Khotib Dahlan dan SMA Pendidikan Anak Bangsa (PAB) — sekolah gratis selama tiga tahun. Tak jarang, ia sendiri yang membelikan seragam olahraga siswa.

“Saya ingin anak-anak tidak putus sekolah. Semoga mereka menjadi orang semua.”

Tidak ingin anak muda terjebak pada jalan gelap yang pernah ia lalui, ia mendirikan PT Pengamanan Anak Bangsa, PT Krisna, Kantor Hukum Anak Bangsa, serta LBH Jamak Posai, yang banyak menyelesaikan kasus masyarakat kecil tanpa biaya melalui mediasi.

“Dulu orang bilang aku preman. Tapi aku tidak habiskan hidup di narkoba atau hiburan. Aku pilih buka lapangan kerja untuk budak-budak ini.”

Anak-anak Sukses, Doa Ibu Terjawab

Di usia yang matang, ia bersyukur melihat anak-anaknya tumbuh sukses:

  • Anak pertama: Direktur PT Pengamanan Anak Bangsa & PT Krisna
  • Anak kedua: Bidan
  • Anak ketiga: Anggota Polisi
  • Anak keempat: Pengacara
  • Anak kelima: Atlet Karateka internasional

“Banyak yang nanya kok buah jauh dari pohon. Mungkin buahnya jatuh saat banyu pasang,” candanya.

Pesan Hidup

Kisah hidup H. Jamak Udin menjadi bukti bahwa siapa pun bisa bangkit, berjuang, dan menjadi manfaat bagi orang lain.

“Aku dulu susah, pedih, kejam. Tapi Allah sayang. Tinggi pohon banyak angin. Yang penting kita terus nolong orang.”

Tags: Kiyai JamakPasar 16 Ilirpengalaman hidup
ADVERTISEMENT
Previous Post

Guru SMAN 16 Palembang Harumkan Nama Sumsel, Sabet Juara 1 Lomba Cipta Lagu PAI Tingkat Nasional

Next Post

Kejurnas Cabang Olahraga Berkuda Berlangsung Meriah di APM Equestrian Center, dengan Sumsel Membawa Pulang 1 Emas, 5 Perak, dan 3 Perunggu

YN

Info Terkait

Insiden Robohnya Atap Pasar

Insiden Robohnya Atap Pasar 16 Ilir, Ini Keterangan Saksi dan Pihak Terkait

25 November 2025
Pasar 16 Ilir

PKL Pasar 16 Ilir Dukung Penataan dan Bantah Isu Pungli Tenda Lapak

23 Juli 2025

Berita Terbaru

Dari Energi untuk Negeri hingga Kepedulian bagi Sesama, Kilang Plaju Hadirkan Harapan melalui Donor Darah

Mobil Listrik di Sumsel Tumbuh Dua Kali Lipat, PLN Perkuat Layanan melalui SPKLU Center Pertama di Sumsel

Kisruh Internal Universitas PGRI Palembang Memanas, Edi Harapan: Saya Diangkat Yayasan

Perkuat Kapasitas Politisi Perempuan, KPPI Sumsel Gelar Seminar Lintas Partai

FKS Sumsel Satukan Persepsi Komite dan Sekolah, Cegah Multitafsir Pengelolaan Anggaran

Pemprov Sumsel Percepat Pengembangan 3.258 Koperasi Desa Merah Putih

Bantuan Presiden untuk Karhutla Cair, Pemprov Sumsel Tekankan Kecepatan dan Akuntabilitas

Kapal Tongkang OCEANIC 238 Dilelang Negara, PT TJM Tegaskan Bukan Penggelapan

Ini Bentuk Sinergi Bersama Untuk Dukung GSMP, Berikut Beberapa Hal Disampaikan

Berita Populer

Hadapi Musim Kering, PT RHM Kelola Tata Air untuk Cegah Karhutla

Hadapi Musim Kering, PT RHM Kelola Tata Air untuk Cegah Karhutla
Reporter YN
19 September 2026

Muba,LamanQu.Com – Menjaga ketersediaan air menjadi salah satu bagian penting dalam upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di...

Read more

Kodam III Siliwangi Gelar Bakti Sosial Kesehatan Gratis di Cimahi

Bakti Sosial Kesehatan Gratis
Reporter UMR
20 September 2026

Cimahi, LamanQu.Com - Dalam rangka HUT TNI ke-81, Kodam III/Siliwangi menggelar bakti sosial kesehatan bertempat di Rumah Sakit TK II...

Read more

Greebel Gelar Lomba Mewarnai di PTC Palembang, 300 Anak Tunjukkan Kreativitas

Greebel Gelar Lomba Mewarnai di PTC Palembang, 300 Anak Tunjukkan Kreativitas
Reporter YN
20 September 2026

PALEMBANG,LamanQu.Com-Sekitar 300 anak dari jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Taman Kanak-kanak (TK), hingga Sekolah Dasar (SD) se-Kota Palembang mengikuti...

Read more

Sempat Jadi Dugaan Pelanggaran Berlapis, Kepemilikan Kios Karya Tani Angkat Suara Ke Beberapa Awak Media

Kios Karya Tani
Reporter TNS
27 Agustus 2026

Oku Selatan, LamanQu.Com - Sempat viral di media sosial dan menjadi dugaan pelanggaran berlapis, kios Karya Tani yang berlokasi di...

Read more

© 2026 DIgital Media Sriwijaya

  • Indeks
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Hubungi-kami
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi

© 2026 DIgital Media Sriwijaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In