• Indeks
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Hubungi-kami
Selasa, Maret 24, 2026
No Result
View All Result
lamanqu.com
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi
No Result
View All Result
lamanqu.com
No Result
View All Result
danau ranau, oku selatan banner pemkab muba
ADVERTISEMENT
Home News

Erik Agusdiansyah, Bagaimana Membangun Kesadaran Kritis Pelajar yang Bertanggung Jawab

Reporter YN
30 September 2025
Erik Agusdiansyah
Bagikan ke Whatsapp

Palembang, LamanQu.Com – Arus digital yang deras belum sepenuhnya berbanding lurus dengan peningkatan mutu pendidikan di Indonesia. Pola pendidikan yang masih cenderung klasikal dinilai mengekang ruang gerak pelajar, sehingga mereka ibarat berada di dalam ruang kedap suara yang sulit menyampaikan gagasan. Kondisi ini, menurut aktivis muda Sumsel Erik Agusdiansyah, justru mendorong pelajar mencari jalan lain, termasuk turun ke jalan dalam berbagai aksi demonstrasi.

“Selama puluhan tahun kita memberikan pelajaran PPKn dan Agama yang sarat nilai moral, tetapi di lapangan pelajar justru lebih sering terjebak pada perilaku tidak tertib. Bahkan akhir-akhir ini, mereka ramai turun aksi di berbagai kota,” ujar Erik, Selasa (30/9/2025).

Fenomena ini, tambahnya, terlihat jelas saat gelombang demonstrasi pelajar pada Agustus–September 2025 yang berujung pada pengamanan 3.337 pelajar di 20 kota. Aksi tersebut bahkan menelan korban jiwa seorang driver online, AFFAN.

Menurut Erik, kondisi itu harus dibaca sebagai alarm bagi dunia pendidikan. “Sistem pendidikan kita membatasi ruang gerak anak. Mereka tidak punya kebebasan mengungkapkan buah pikirannya. Ketika ruang itu tertutup, wajar kalau akhirnya meluap di jalan,” tegasnya.

Melalui Departemen Kajian dan Bacaan Eksekutif Kota Palembang Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (Ek-LMND), Erik menegaskan pentingnya membangun saluran resmi bagi pelajar agar tidak lagi terjebak dalam tindakan anarkis.

Ia mengutip pemikiran filsuf Brasil, Paulo Freire: “Pendidikan bukanlah mengisi bejana, melainkan menyalakan api.” Bagi Erik, pelajar bukan sekadar objek pengetahuan, melainkan subjek yang harus dibekali kemampuan berpikir kritis dan rasional.

Sekolah sejatinya adalah tempat menyemai warga yang kritis dan bertanggung jawab. Kalau kita ingin mereka peduli sejak dewasa, pendidikan kritis harus dimulai sejak dini. Tapi yang kita lihat hari ini, pemerintah justru melarang pelajar menyampaikan pendapat, baik di media sosial maupun ruang publik. Itu kontradiktif dengan misi pendidikan,” jelasnya.

Dilema saat ini, kata Erik, adalah bagaimana melindungi pelajar sekaligus memberi ruang aman bagi mereka untuk menyampaikan aspirasi. “Melarang hanya akan memperparah masalah. Yang penting adalah bagaimana membuat keterlibatan pelajar tetap sehat, terukur, dan tidak membahayakan,” katanya.

Menurutnya, peran orang tua, sekolah, serta pemangku kepentingan pendidikan seperti Dinas Pendidikan dan Kementerian Pendidikan sangat sentral. Mereka harus bersama-sama membangun kesadaran kritis, kesadaran politik, dan rasa tanggung jawab yang justru bisa lebih ‘menakutkan’ bagi oligarki dibanding aksi anarkis.

Erik menawarkan empat gagasan utama untuk mengubah fenomena demonstrasi pelajar menjadi ruang partisipasi yang lebih konstruktif:

1. Mengubah Larangan Menjadi Aksi Terukur

Energi kritis pelajar tidak boleh dipadamkan. Peran orang tua, sekolah, dan pemerintah adalah mengarahkan aspirasi itu ke jalur yang sehat dan produktif.

2. Membangun Fondasi di Sekolah

Integrasi pendidikan politik ke dalam kurikulum berbasis proyek. Misalnya, siswa dilatih mengidentifikasi masalah di komunitas, menganalisis penyebab, lalu menyusun proposal solusi untuk diajukan ke pemerintah daerah. Organisasi pelajar seperti OSIS, IPM, dan lainnya juga perlu diberdayakan menjalankan program sosial dan lingkungan.

3. Mengoptimalkan Partisipasi Lokal dan Komunitas

Sekolah dapat membentuk forum penulis muda yang dibimbing guru bahasa atau jurnalis lokal. Hasil karya pelajar, seperti opini atau artikel isu sosial, bisa dipublikasikan melalui rubrik khusus “Suara Pelajar” di media lokal.

4. Melindungi dan Mengarahka

Dibentuk tim penyuluhan khusus bersama Dinas Pendidikan yang melibatkan akademisi, psikolog, dan aktivis. Tim ini bertugas memberikan sosialisasi tentang hak-hak warga negara, etika berdemokrasi, serta cara berpartisipasi dalam aksi damai.

Bagi Erik, membangun ruang aspirasi bagi pelajar bukanlah pilihan, melainkan keharusan. “Kalau kita terus membungkam, pelajar akan mencari jalannya sendiri yang sering kali tidak terkontrol. Tapi kalau kita memberi ruang yang sehat, mereka bisa tumbuh jadi warga negara kritis, rasional, dan bertanggung jawab,” pungkasnya.

Tags: mutu pendidikanPelajar yang Bertanggung Jawabruang gerak pelajar
ADVERTISEMENT
Previous Post

Subdit V Kamsus Dit Intelkam Polda Sumsel Gelar FGD Bahas Strategi Pengawasan Gerakan Pangan Murah Lewat Media Sosial

Next Post

Melalui Mimbar Aspirasi Rakyat, Pimpinan dan Anggota DPRD Banyuasin Tanda Tangani Pakta Integritas

YN

Info Terkait

penerapan kurikulum merdeka

SMA Negeri 13 Palembang Siap Terapkan Kurikulum Merdeka

21 Juli 2022

Berita Terbaru

Open House Idulfitri, Bupati OKu Selatan Pererat Silaturahmi dengan Masyarakat

Firdaus Hasbullah : Halal Bi Halal Jadi Momentum Perkuat Sinergi Alumni UMP

Polrestabes Palembang Gerak Cepat Tangani Kasus Kematian Pascakeributan di Sukarami

Berangkatkan 1.496 Peserta, KESDM Bersama PLN dan BUMN Energi Fasilitasi Mudik Gratis ke 20 Rute Tujuan

Gelar Apel Kelistrikan Nasional, Dirut PLN: 72.053 Personel Terus Siaga Jaga Keandalan Listrik Sambut Idulfitri 1447 H

Tambah Kenyamanan Pemudik EV, PLN Siapkan SPKLU Center di Sepanjang Trans Jawa dan Titik Strategis

Pertamina Patra Niaga Kilang Plaju Gelar Salat Idulfitri 1447 H, Berlangsung Khusyuk dan Khidmat

Sekda Sumsel Sholat Ied Di Masjid Raya Taqwa Palembang, Berikut Beberapa Pesan Disampaikan

Berita Populer

Menyusuri Jalan Terjal, Dedikasi Dansatgas Menjaga Asa TMMD

Menjaga Asa TMMD
Reporter UMR
1 Maret 2026

Kebumen, LamanQu.Com — Pagi merambat pelan di Desa Somagede. Kabut tipis masih bergelayut di pucuk-pucuk pepohonan ketika langkah tegas itu...

Read more

Bata dan Bakti Prajurit, Dari Lumpur ke Martabat, MCK Itu Menjadi Titik Balik di Somagede

Desa Somagede
Reporter UMR
28 Februari 2026

Kebumen, LamanQu.Com — Pagi di Desa Somagede, Kecamatan Sempor, Kabupaten Kebumen, Sabtu (28/02/2026), merekah perlahan. Embun masih setia di ujung...

Read more

Eks Ketua PSI Musi Rawas dan Dua Pengurus PSI Muba Resmi Bergabung ke PDIP Sumsel

Pengurus PSI Muba
Reporter YN
28 Februari 2026

Palembang, LamanQu.Com - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan/PDIP) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) kembali menambah kekuatan politiknya. Bertempat di Kantor...

Read more

Ditengah Malam, Satgas TMMD Kodim 0624/Kabupaten Bandung Genjot Pengecoran Jalan

Satgas TMMD
Reporter UMR
1 Maret 2026

Kabupaten Bandung, LamanQu.Com – Semangat membangun dari akar rumput kembali menggema. Program Satuan Tugas (Satgas) TMMD Reguler ke-127 Kodim 0624/Kabupaten...

Read more

© 2025 DIgital Media Sriwijaya

  • Indeks
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Hubungi-kami
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi

© 2025 DIgital Media Sriwijaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In