• Indeks
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Hubungi-kami
Rabu, September 30, 2026
No Result
View All Result
lamanqu.com
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi
No Result
View All Result
lamanqu.com
No Result
View All Result
kpid sumsel HUR RI Ke-81, oku selatan banner pemkab muba
ADVERTISEMENT
Home News

Erik Agusdiansyah, Bagaimana Membangun Kesadaran Kritis Pelajar yang Bertanggung Jawab

Reporter YN
30 September 2025
Erik Agusdiansyah
Bagikan ke Whatsapp

Palembang, LamanQu.Com – Arus digital yang deras belum sepenuhnya berbanding lurus dengan peningkatan mutu pendidikan di Indonesia. Pola pendidikan yang masih cenderung klasikal dinilai mengekang ruang gerak pelajar, sehingga mereka ibarat berada di dalam ruang kedap suara yang sulit menyampaikan gagasan. Kondisi ini, menurut aktivis muda Sumsel Erik Agusdiansyah, justru mendorong pelajar mencari jalan lain, termasuk turun ke jalan dalam berbagai aksi demonstrasi.

“Selama puluhan tahun kita memberikan pelajaran PPKn dan Agama yang sarat nilai moral, tetapi di lapangan pelajar justru lebih sering terjebak pada perilaku tidak tertib. Bahkan akhir-akhir ini, mereka ramai turun aksi di berbagai kota,” ujar Erik, Selasa (30/9/2025).

Fenomena ini, tambahnya, terlihat jelas saat gelombang demonstrasi pelajar pada Agustus–September 2025 yang berujung pada pengamanan 3.337 pelajar di 20 kota. Aksi tersebut bahkan menelan korban jiwa seorang driver online, AFFAN.

Menurut Erik, kondisi itu harus dibaca sebagai alarm bagi dunia pendidikan. “Sistem pendidikan kita membatasi ruang gerak anak. Mereka tidak punya kebebasan mengungkapkan buah pikirannya. Ketika ruang itu tertutup, wajar kalau akhirnya meluap di jalan,” tegasnya.

Melalui Departemen Kajian dan Bacaan Eksekutif Kota Palembang Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (Ek-LMND), Erik menegaskan pentingnya membangun saluran resmi bagi pelajar agar tidak lagi terjebak dalam tindakan anarkis.

Ia mengutip pemikiran filsuf Brasil, Paulo Freire: “Pendidikan bukanlah mengisi bejana, melainkan menyalakan api.” Bagi Erik, pelajar bukan sekadar objek pengetahuan, melainkan subjek yang harus dibekali kemampuan berpikir kritis dan rasional.

Sekolah sejatinya adalah tempat menyemai warga yang kritis dan bertanggung jawab. Kalau kita ingin mereka peduli sejak dewasa, pendidikan kritis harus dimulai sejak dini. Tapi yang kita lihat hari ini, pemerintah justru melarang pelajar menyampaikan pendapat, baik di media sosial maupun ruang publik. Itu kontradiktif dengan misi pendidikan,” jelasnya.

Dilema saat ini, kata Erik, adalah bagaimana melindungi pelajar sekaligus memberi ruang aman bagi mereka untuk menyampaikan aspirasi. “Melarang hanya akan memperparah masalah. Yang penting adalah bagaimana membuat keterlibatan pelajar tetap sehat, terukur, dan tidak membahayakan,” katanya.

Menurutnya, peran orang tua, sekolah, serta pemangku kepentingan pendidikan seperti Dinas Pendidikan dan Kementerian Pendidikan sangat sentral. Mereka harus bersama-sama membangun kesadaran kritis, kesadaran politik, dan rasa tanggung jawab yang justru bisa lebih ‘menakutkan’ bagi oligarki dibanding aksi anarkis.

Erik menawarkan empat gagasan utama untuk mengubah fenomena demonstrasi pelajar menjadi ruang partisipasi yang lebih konstruktif:

1. Mengubah Larangan Menjadi Aksi Terukur

Energi kritis pelajar tidak boleh dipadamkan. Peran orang tua, sekolah, dan pemerintah adalah mengarahkan aspirasi itu ke jalur yang sehat dan produktif.

2. Membangun Fondasi di Sekolah

Integrasi pendidikan politik ke dalam kurikulum berbasis proyek. Misalnya, siswa dilatih mengidentifikasi masalah di komunitas, menganalisis penyebab, lalu menyusun proposal solusi untuk diajukan ke pemerintah daerah. Organisasi pelajar seperti OSIS, IPM, dan lainnya juga perlu diberdayakan menjalankan program sosial dan lingkungan.

3. Mengoptimalkan Partisipasi Lokal dan Komunitas

Sekolah dapat membentuk forum penulis muda yang dibimbing guru bahasa atau jurnalis lokal. Hasil karya pelajar, seperti opini atau artikel isu sosial, bisa dipublikasikan melalui rubrik khusus “Suara Pelajar” di media lokal.

4. Melindungi dan Mengarahka

Dibentuk tim penyuluhan khusus bersama Dinas Pendidikan yang melibatkan akademisi, psikolog, dan aktivis. Tim ini bertugas memberikan sosialisasi tentang hak-hak warga negara, etika berdemokrasi, serta cara berpartisipasi dalam aksi damai.

Bagi Erik, membangun ruang aspirasi bagi pelajar bukanlah pilihan, melainkan keharusan. “Kalau kita terus membungkam, pelajar akan mencari jalannya sendiri yang sering kali tidak terkontrol. Tapi kalau kita memberi ruang yang sehat, mereka bisa tumbuh jadi warga negara kritis, rasional, dan bertanggung jawab,” pungkasnya.

Tags: mutu pendidikanPelajar yang Bertanggung Jawabruang gerak pelajar
ADVERTISEMENT
Previous Post

Subdit V Kamsus Dit Intelkam Polda Sumsel Gelar FGD Bahas Strategi Pengawasan Gerakan Pangan Murah Lewat Media Sosial

Next Post

Melalui Mimbar Aspirasi Rakyat, Pimpinan dan Anggota DPRD Banyuasin Tanda Tangani Pakta Integritas

YN

Info Terkait

penerapan kurikulum merdeka

SMA Negeri 13 Palembang Siap Terapkan Kurikulum Merdeka

21 Juli 2022

Berita Terbaru

PT CCL Kembali Wujudkan Komitmen Perbaiki Jalan Penghubung B2-Mekar Jadi-Bentayan

Bupati Bandung Jadi Saksi Sidang Dugaan Korupsi PT BDS

Kandidat Bacalon Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Sumsel Berdomisili Di Palembang, Berikut Yang Disampaikan

Satu Dekade ALTO Menyala dan Silaturahmi

Panen Melon di SAE Rutan Palembang, Wujud Pembinaan Kemandirian dan Dukungan Ketahanan Pangan

PLN UID S2JB Perkuat Kolaborasi Keselamatan Ketenagalistrikan di Ruang Usaha dan Ruang Publik

Sidang Sempat Terheti, Afdhal Azmi Jambak Minta Ganti Majelis Hakim Karena Langgar Kode Etik dan UU

Keren! TraffyGo Karya Siswa SMAN 2 Talang Ubi Sabet Juara 1 Nasional Lomba Karya Ilmiah Korlantas

Penyebaran Fitnah dan Pencemaran Nama Baik, Facebook BubblyAlligator5908 Dilaporkan Ke Polisi

Berita Populer

Kodam III Siliwangi Gelar Bakti Sosial Kesehatan Gratis di Cimahi

Bakti Sosial Kesehatan Gratis
Reporter UMR
20 September 2026

Cimahi, LamanQu.Com - Dalam rangka HUT TNI ke-81, Kodam III/Siliwangi menggelar bakti sosial kesehatan bertempat di Rumah Sakit TK II...

Read more

Hadapi Musim Kering, PT RHM Kelola Tata Air untuk Cegah Karhutla

Hadapi Musim Kering, PT RHM Kelola Tata Air untuk Cegah Karhutla
Reporter YN
19 September 2026

Muba,LamanQu.Com – Menjaga ketersediaan air menjadi salah satu bagian penting dalam upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di...

Read more

Greebel Gelar Lomba Mewarnai di PTC Palembang, 300 Anak Tunjukkan Kreativitas

Greebel Gelar Lomba Mewarnai di PTC Palembang, 300 Anak Tunjukkan Kreativitas
Reporter YN
20 September 2026

PALEMBANG,LamanQu.Com-Sekitar 300 anak dari jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Taman Kanak-kanak (TK), hingga Sekolah Dasar (SD) se-Kota Palembang mengikuti...

Read more

Sempat Jadi Dugaan Pelanggaran Berlapis, Kepemilikan Kios Karya Tani Angkat Suara Ke Beberapa Awak Media

Kios Karya Tani
Reporter TNS
27 Agustus 2026

Oku Selatan, LamanQu.Com - Sempat viral di media sosial dan menjadi dugaan pelanggaran berlapis, kios Karya Tani yang berlokasi di...

Read more

© 2026 DIgital Media Sriwijaya

  • Indeks
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Hubungi-kami
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi

© 2026 DIgital Media Sriwijaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In