• Indeks
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Hubungi-kami
Minggu, Januari 11, 2026
No Result
View All Result
lamanqu.com
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi
No Result
View All Result
lamanqu.com
No Result
View All Result
danau ranau, oku selatan banner pemkab muba
ADVERTISEMENT
Home News

Tanaman di Tanah Bisa Gunakan Pupuk Ini, Berikut Penjelasannya

Reporter YN
17 Agustus 2025
pupuk dari sisa batubara
Bagikan ke Whatsapp

Palembang, LamanQu.Com – Berdasarkan himbauan Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) sebagaimana tertuang dalam Peraturan Gubernur (Pergub) Sumsel Nomer 15 Tahun 2024 tentang penerapan inovasi daerah mendorong pemanfaatan potensi lokal secara inovatif termasuk pengelolaan material sisa yang memiliki nilai guna sebagai bagian dari implementasi inovasi yang berkelanjutan.

Menindaklanjuti himbauan tersebut maka dari Dinas Energi Sumber Daya Mineral dan Batubara (ESDM) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) dalam hal ini Kepala Dinas (Kadis) ESDM Provinsi Sumse Hendriansyah, S.T., M.M melalui Muhammad Ilham Afrandy selaku Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Geologi dan Laboratorium ESDM Provinsi Sumsel menjelaskan mengenai pupuk yang berasal dari sisa batubara, demikian diutarakannya saat ditemui diruang kerjanya.

Dikatakan Kepala UPTD Geologi dan Laboratorium ESDM Provinsi Sumsel Muhammad Ilham Afrandy, dari layanan larut ini kami ada tiga, yang pertama menganalisa batubara, menganalisa air, yakni air untuk air bersih, analisa untuk kimia batubara mineral.

Jadi ketika kami menguji batubara kan ada sisanya batubara yang tidak terpakai, atas dasar itu berdasarkan arahan pimpinan dari Kadis ESDM Provinsi Sumsel kami mencoba berinovasi.

“Tentunya kami mencari dari literatur-literatur yang ada, ternyata sisa batubara ini bisa di manfaatkan bagi pupuk yang namanya yakni Pupuk Asam Lumat,” ujarnya.

Kemudian, jadi prosesnya batubara itu kita larutkan dengan larutan NHA atau KOH, prosesnya dicampur, sudah dicampur diaduk, setelah diaduk dilakukan penyaringan, setelah disaring itu, ya itulah cairan itu bisa dipakai.

Setelah itu kita ukur lagi PH nya, kalau dari penyaringan awal itu PH nya diatas 10, kita belum memenuhi idealnya PH 7.

“Artinya di tambahkan larutan lagi, kita tambahkan asam sulfat sehingga PH airnya jadi 7, di mana PH 7 inilah kita bisa memanfaatkan untuk dipakai ke tanaman atau tumbuhan,” ungkapnya.

Dilanjutkannya, karena kan asam batubara itu berasal dari tumbuhan-tumbuhan itu, dari kayu-kayu yang sudah tertimbun ribuan tahun. Bisa berkembali ke tanah lagi berdasarkan itu, karena batubara itu berasal dari tumbuhan-tumbuhan, pohon-pohonan terutama yang lama tertimbun didalam tanah sehingga dia bentuk batubara.

Sebenarnya kalau kita ini belum yang mendalam sekali, hanya sebatas dari referensi saja, terbukti dan sudah kita terapkan dalam Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (GSMP).

“Kita sudah siram dengan pupuk tadi yakni tadi dari yang dari sisa batubara, tapi tidak setiap hari, itu kalau kita coba itu yakni seminggu sekali,” katanya.

Masih dilanjutkannya, kalau sementara ini belum ada kita karena memanfaatkan sisa batubara tadi, kita coba berinovasi dengan referensi-referensi yang sudah ada, yang sebenarnya pupuk ini sudah ada yang menerapkan juga.

Kalau selama ini kita di tanah, belum pernah coba di hidroponik, ya artinya kalau hidpronik bisa juga kemungkinan karena dia kan cairan dengan PH yang sama.

“Air kan PH 7, tadi kan pupuk itu PH 7 juga, karena dia tadi pupuk umat ya itu lebih ke tanaman yang di tanah, tanaman yang ditanam di tanah, tapi untuk yang hidpronik belum kita coba untuk sementara ini,” ucapnya.

Masih disampaikannya, kalau tentang hasil itu belum kalau kami uji coba, yang jelas yang telah kami tetapkan artinya dia bisa hidup, dan hidup. Dan memang awal-awlanya penyesuaiannya sedikit layu, tetapi beberapa hari kemudian dia bisa menyesuaikan, minimal jenis bonsai dahulu untuk jenis tanamannya.

Ke depan kita coba, karena kan untuk yang lebih mendalam perlu waktu yang lebih belum secara mendalam, kita berdasarkan referensi dahulu. Harapannya yang pertama dengan adanya GSMP ini kita bisa memenuhi kebutuhan kita sehari-hari tidak usah beli lagi, kita bisa metik langsung kan yang mana ada di kantor.

“Kalau dikantor ini kita sistemnya tetap beli, jadi hasil dari disini itu kalau pegawai boleh beli, nanti uangnya di pakai untuk biaya beli bibit lagi, biaya beli pupuk untuk pemeliharaannya tadi,” imbuhnya.

Tags: implementasi inovasipemanfaatan potensi lokalpengelolaan material sisa
ADVERTISEMENT
Previous Post

Ki Edi Susilo : Dirgahayu RI Tahun 2025, Warga Sumsel Sangat Bersukur atas Kebijakan H. Herman Deru yang Membebaskan Pajak untuk Warganya

Next Post

Penambahan Perjalanan LRT Sumsel Hadirkan Kenyamanan Bagi Pelanggan di Momen HUT RI 17 Agustus 2025

YN

Info Terkait

No Content Available

Berita Terbaru

Terimakasih, Nisya: Sebuah Audit dari Balik Sanggul Palsu

Operasi Gaktiblin, Propam Sasar Anggota Polri

Perkuat Budaya Kerja Unggul, Kilang Pertamina Plaju Konsisten Bangun Mindset Keselamatan

Kejati Sumsel Selamatkan Keuangan Negara Rp 616 Milyar Dalam Perkara Dugaan Tipikor Fasilitas Pinjaman Kredit di Salah Satu Bank Pemerintah Kepada PT. BSS dan PT. SAL

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Launching Penerimaan Mahasiswa Baru dan RPL Tahun 2026

Meriahkan HAB ke-80, Kemenag Sumsel Gelar Bazar Kerukunan

Dibalik Toga Hitam Chairul S Matdiah Pernah Gugat Presiden Megawati Soekarnoputri

Bintang Sumsel Bersinar Nasional, Daeng Supriyanto Pimpin Urusan Umum KSMI

Marciano Norman Apresiasi Kegiatan KSMI, Arahkan Perbaikan Roda Organisasi untuk Keberlanjutan Sepak Bola Mini

Berita Populer

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Launching Penerimaan Mahasiswa Baru dan RPL Tahun 2026

UIN Raden Fatah Palembang
Reporter YN
7 Januari 2026

Palembang, LamanQu.Com - Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang secara resmi melaunching Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) dan Rekognisi Pembelajaran...

Read more

Meriahkan HAB ke-80, Kemenag Sumsel Gelar Bazar Kerukunan

HAB ke-80
Reporter YN
7 Januari 2026

Palembang, LamanQu.Com - Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag Sumsel menggelar kegiatan Bazar Kerukunan dalam rangka memeriahkan Hari Amal Bakti (HAB) ke-80...

Read more

Dibalik Toga Hitam Chairul S Matdiah Pernah Gugat Presiden Megawati Soekarnoputri

Toga Hitam Chairul S Matdiah
Reporter YN
7 Januari 2026

Palembang, LamanQu.Com - Sosok advokat senior sekaligus legislator, Chairul S Matdiah, SH, MHKes, bersiap meluncurkan karya literatur terbarunya yang bertajuk...

Read more

Matinya Nyali Garuda : Menagih Wibawa Indonesia di Tengah Terorisme Global Washington

Terorisme Global Washington
Reporter YN
4 Januari 2026

​Oleh: Ki Edi Susilo Sekretaris Jenderal Himpunan Keluarga Tamansiswa Indonesia (HIMPKA Tamansiswa) Palembang, LamanQu.Com - ​Dunia mengawali tahun 2026 dengan...

Read more

© 2025 DIgital Media Sriwijaya

  • Indeks
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Hubungi-kami
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi

© 2025 DIgital Media Sriwijaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In