• Indeks
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Hubungi-kami
Senin, Oktober 12, 2026
No Result
View All Result
lamanqu.com
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi
No Result
View All Result
lamanqu.com
No Result
View All Result
kpid sumsel HUR RI Ke-81, oku selatan banner pemkab muba
ADVERTISEMENT
Home Opini

Matinya Nyali Garuda : Menagih Wibawa Indonesia di Tengah Terorisme Global Washington

Reporter YN
4 Januari 2026
Terorisme Global Washington
Bagikan ke Whatsapp

​Oleh: Ki Edi Susilo

Sekretaris Jenderal Himpunan Keluarga Tamansiswa Indonesia (HIMPKA Tamansiswa)


Palembang, LamanQu.Com – ​Dunia mengawali tahun 2026 dengan guncangan hebat yang merobek nalar hukum internasional. Penangkapan Presiden Nicolas Maduro oleh operasi militer Amerika Serikat di Caracas bukan sekadar manuver politik. itu adalah Terorisme Negara yang dilegalkan oleh laras senapan.

Washington tidak sedang menegakkan hukum; mereka sedang mempertontonkan premanisme global di halaman belakangnya sendiri.

​Namun, yang jauh lebih menyedihkan dari agresi Amerika adalah sikap diamnya Indonesia. Di tengah gemuruh ketidakadilan ini, saya melihat Garuda kita hanya diam terpaku. Macan Asia yang sering kita banggakan di podium kampanye domestik mendadak kehilangan suaranya, tampak lunglai dan kehilangan taji di panggung diplomasi dunia.

​Anatomi Perlawanan dan Blunder Global

​Caracas tidak menyerah. Melalui aktivasi rencana pertahanan nasional dan dekrit “Keadaan Guncangan Eksternal”, Venezuela telah memilih jalur perang semesta melawan agresi imperialis. Mereka berdiri di atas Pasal 51 Piagam PBB tentang pembelaan diri.

​Tindakan Donald Trump adalah kalkulasi keliru yang bersifat “eksperimental”. Dengan menghancurkan kedaulatan Venezuela, AS seolah ingin menguji nyali aliansi BRICS dan poros perlawanan global. Secara strategis, ini adalah blunder.

Penculikan kepala negara berdaulat tanpa mandat internasional hanya akan memicu radikalisasi global. Jika preseden ini dibiarkan, maka kedaulatan negara mana pun, “termasuk Indonesia di Laut Natuna” akan selalu berada di bawah bayang-bayang ancaman “hukum rimba” kekuatan besar.

Diplomasi “Cari Selamat” dan Belenggu Utang

​Mengapa Kemenlu kita begitu lembek? Mengapa pernyataan resmi Jakarta hanya sebatas diksi “prihatin” yang hambar? Jawabannya mungkin terselip di dalam buku besar utang luar negeri dan ketergantungan investasi.

​Kita sedang terjebak dalam diplomasi “perut kenyang, nyali hilang”. Kita gagah berani meneriakkan nasionalisme di dalam negeri, namun tak berkutik saat sang “Polisi Dunia” melakukan penculikan di negara lain. Kita seolah lupa bahwa kemerdekaan itu, sebagaimana amanat Bung Karno, adalah jembatan emas untuk berdiri sama tinggi, bukan untuk menjadi pelayan kepentingan adidaya demi menjaga stabilitas indeks pasar saham.

Mengubur Roh CONEFO

​Tahun 1965, Bung Karno tidak butuh izin siapa pun untuk menggagas CONEFO (Conference of New Emerging Forces). Beliau paham bahwa PBB seringkali hanya menjadi alat bagi pemegang veto untuk melegalkan kesewenang-wenangan. Bung Karno membangun harga diri bangsa yang tidak bisa dibeli.

​Hari ini, roh itu tampaknya telah dikubur dalam-dalam oleh para pengambil kebijakan di Pejambon. Kita lebih takut pada fluktuasi investasi daripada hilangnya wibawa bangsa. Jika Indonesia hanya berani mengaum di hadapan rakyat sendiri namun “manut” saat kedaulatan negara sahabat dikangkangi, maka gelar “Macan Asia” hanyalah olok-olok sejarah. Kita telah berubah menjadi kucing rumahan yang mengeong manis saat tuannya datang membawa janji bantuan ekonomi.

Menagih Keberanian Indonesia

​Petuah kuno mengatakan, “Sura Dira Jayaningrat, Lebur Dening Pangastuti”. Segala kekuatan akan luluh oleh kebajikan. Namun ingat, kebajikan dan kebenaran tidak bisa ditegakkan tanpa keberanian (Sura).

​Indonesia, sebagai pemegang amanah politik luar negeri Bebas Aktif, wajib mengecam keras serangan washington ke Caracas dan penculikan Maduro. Indonesia harus.

Pertama Menjadi Lokomotif Diplomasi, dengan Menggerakkan Gerakan Non-Blok (GNB) untuk menuntut akuntabilitas Washington di PBB.

Kedua ​Membangun Tatanan Baru, dengan Mempelopori kekuatan dunia baru yang tidak disetir oleh satu negara adidaya.

Ketiga ​Kewaspadaan Energi, dengan Segera mengamankan ketahanan energi nasional dari dampak inflasi konflik Karibia tanpa harus mengemis pada aktor intelektual konflik tersebut.

​Dunia hari ini tidak lagi memiliki wasit. Jika kita membiarkan Caracas terbakar hari ini, kita sebenarnya sedang membiarkan dunia masuk ke dalam kegelapan kekacauan tanpa batas. Jangan biarkan Garuda hanya gagah di lambang negara sementara sayapnya lunglai terjerat tali utang. Indonesia harus tegak, atau kita akan selamanya menjadi penonton yang mengangguk-angguk di pojokan sejarah.

Tags: Hukum InternasionalPertahanan Nasional
ADVERTISEMENT
Previous Post

Pastikan Aset dan Operasi Andal, Kilang Pertamina Plaju Lakukan Physical Check Inventory Menyambut 2026

Next Post

Rahidin H Anang: BDN Sumsel Siap Jamin Gizi dan Ketahanan Pangan

YN

Info Terkait

No Content Available

Berita Terbaru

Kepala L2Dikti Wilayah 2 Terima Jajaran Civitas Akademika UM AD Palembang, Berikut Beberapa Hal Disampaikan

Ulama dan Ketua DKP Soroti Perbandingan Hukuman Irza dan Ajun: Jangan Ada Ketidakadilan

Irza Bantah Gelapkan Dump Truk, Kuasa Hukum Pertanyakan Kerugian Rp2,1 Juta

Peran Strategis INKINDO Dibidang Pembangunan Di Sumsel, Berikut Beberapa Penyampaiannya

Sekda Sumsel Mencatat Sejarah Satu-satunya Perwakilan Pemda Tingkat Provinsi Di Indonesia Raih Peringkat 2 Terbaik Nasional PKN LAN RI

INKINDO Sumsel Genap 44 Tahun, Perkuat Daya Saing dan Kolaborasi Pembangunan

Perbati Sumsel Siapkan Bibit Petinju Muda, Kompetisi Berjenjang Jadi Target Utama

Karhutla di Sumsel Jadi Perhatian, Agung Bahari Minta Pelaku Ditindak Tegas

Malam Kenal Pamit Kapolda Sumsel, Pesan Kebersamaan Jadi Bekal Kepemimpinan Baru

Berita Populer

Kodam III Siliwangi Gelar Bakti Sosial Kesehatan Gratis di Cimahi

Bakti Sosial Kesehatan Gratis
Reporter UMR
20 September 2026

Cimahi, LamanQu.Com - Dalam rangka HUT TNI ke-81, Kodam III/Siliwangi menggelar bakti sosial kesehatan bertempat di Rumah Sakit TK II...

Read more

Hadapi Musim Kering, PT RHM Kelola Tata Air untuk Cegah Karhutla

Hadapi Musim Kering, PT RHM Kelola Tata Air untuk Cegah Karhutla
Reporter YN
19 September 2026

Muba,LamanQu.Com – Menjaga ketersediaan air menjadi salah satu bagian penting dalam upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di...

Read more

Greebel Gelar Lomba Mewarnai di PTC Palembang, 300 Anak Tunjukkan Kreativitas

Greebel Gelar Lomba Mewarnai di PTC Palembang, 300 Anak Tunjukkan Kreativitas
Reporter YN
20 September 2026

PALEMBANG,LamanQu.Com-Sekitar 300 anak dari jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Taman Kanak-kanak (TK), hingga Sekolah Dasar (SD) se-Kota Palembang mengikuti...

Read more

Sempat Jadi Dugaan Pelanggaran Berlapis, Kepemilikan Kios Karya Tani Angkat Suara Ke Beberapa Awak Media

Kios Karya Tani
Reporter TNS
27 Agustus 2026

Oku Selatan, LamanQu.Com - Sempat viral di media sosial dan menjadi dugaan pelanggaran berlapis, kios Karya Tani yang berlokasi di...

Read more

© 2026 DIgital Media Sriwijaya

  • Indeks
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Hubungi-kami
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi

© 2026 DIgital Media Sriwijaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In