• Indeks
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Hubungi-kami
Minggu, Oktober 11, 2026
No Result
View All Result
lamanqu.com
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi
No Result
View All Result
lamanqu.com
No Result
View All Result
kpid sumsel HUR RI Ke-81, oku selatan banner pemkab muba
ADVERTISEMENT
Home News Kesehatan

Tempe Dituding Pemicu Keracunan Massal 173 Siswa di PALI, Pemasok Sebut Produksi 120 Kilogram Hanya di MBG yang Bermasalah

Reporter RZ
23 Mei 2025
Pemicu Keracunan Massal
Bagikan ke Whatsapp

PALI, LamanQu.Com – Kasus keracunan massal program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) berbuntut panjang setelah hasil uji laboratorium resmi diumumkan oleh Dinas Kesehatan PALI, Jum’at (23/5/2025).

Pelaksana Tugas (Plt) Dinas Kesehatan PALI Andre Fajar Wijaya, menyatakan bahwa berdasarkan hasil uji laboratorium diketahui terdapat dua sumber yang diduga kuat menjadi penyebab keracunan massal tersebut, yakni pada tempe goreng dan air yang digunakan. Sementara untuk ikan tongkol hasilnya negatif.

“Hasil uji laboratorium mengungkap bahwa kandungan bakteri Staphylococcus aureus pada tempe goreng melebihi nilai baku mutu, dimana hasilnya mencapai 45.000 CFU,” ujarnya.

Namun setelah hasil uji laboratorium tersebut keluar, protes keras justru datang dari pengusaha tempe usai tempe dituding menjadi penyebab keracunan massal 173 siswa.

Maryati, pemasok tempe program Makan Bergizi Gratis (MBG) di PALI menegaskan bahwa dalam memenuhi pasokan tempe pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) tersebut, pihaknya sejauh ini selalu menyediakan tempe dengan kualitas terbaik.

“Kami ni bingung kalau memang dari tempe jelaskan dari mananya, kami merasa dirugikan lantaran tempe yang kami anter tempe baru, tempe yang masih bagus,” tegasnya.

Dijelaskannya, bahwa di hari yang sama pihaknya memproduksi total sekitar 120 kilogram tempe yang juga dipasok ke beberapa tempat seperti pasar dan rumah makan termasuk dapur Makan Bergizi Gratis (MBG).

“hari kejadian itu 120 kilo, kesana 50 kilo yang 70 kilo dipasok keluar tapi gak ada kendala, yang bermasalah hanya di MBG,” jelasnya.

Bahkan, ia menduga jika persoalan keracunan massal itu bukan berasal dari tempe yang diproduksi, namun bisa jadi disebabkan oleh cara penyimpanan dan pengolahan pihak dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang kurang tepat.

Lebih lanjut, ia pun mengungkap bahwa pada hari insiden keracunan massal tersebut pihak dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) hanya memesan 300 keping tempe dari yang biasanya 600 keping dengan alasan masih ada stok lama.

“Kejadian terakhir itu mereka cuma pesan 300 dari yang biasanya 600 keping, alasannya masih ada stok yang dibekukan, jadikan bisa jadi sebabnya dari sana,” ungkapnya.

Tags: MBG yang BermasalahPemicu Keracunan Massal
ADVERTISEMENT
Previous Post

Kepemimpinan Baru HIPMI Palembang: Peby Anggi Bawa Visi Kolaboratif dan Inklusif

Next Post

Kunjungan Dinkominfo Palembang Studi Tiru dan Sharing Pelaksanaan E-Walidata SIPD RI ke Dinkominfo Muba

RZ

Info Terkait

No Content Available

Berita Terbaru

INKINDO Sumsel Genap 44 Tahun, Perkuat Daya Saing dan Kolaborasi Pembangunan

Perbati Sumsel Siapkan Bibit Petinju Muda, Kompetisi Berjenjang Jadi Target Utama

Karhutla di Sumsel Jadi Perhatian, Agung Bahari Minta Pelaku Ditindak Tegas

Malam Kenal Pamit Kapolda Sumsel, Pesan Kebersamaan Jadi Bekal Kepemimpinan Baru

Ratusan Alumni Universitas Sumatera Selatan Di Wisuda, Berikut Beberapa Hal Disampaikan

Dukung Pemenuhan Gizi Keluarga, Kilang Plaju Salurkan Paket PMT bagi Ratusan Balita dan Ibu Hamil di Kelurahan Sungai Rebo

Dugaan Penculikan Gegerkan Warga Cengal OKI, Keluarga Masih Mencari Keberadaan Romi

Pembangunan Gedung KDMP Dipersoalkan, Pelapor Sebut Ada Dugaan KKN

Dari Kolaborasi, Tumbuh Kontribusi: Kilang Plaju Terima Apresiasi Bea Cukai Palembang atas Kontribusi Devisa Hasil Ekspor

Berita Populer

Kodam III Siliwangi Gelar Bakti Sosial Kesehatan Gratis di Cimahi

Bakti Sosial Kesehatan Gratis
Reporter UMR
20 September 2026

Cimahi, LamanQu.Com - Dalam rangka HUT TNI ke-81, Kodam III/Siliwangi menggelar bakti sosial kesehatan bertempat di Rumah Sakit TK II...

Read more

Hadapi Musim Kering, PT RHM Kelola Tata Air untuk Cegah Karhutla

Hadapi Musim Kering, PT RHM Kelola Tata Air untuk Cegah Karhutla
Reporter YN
19 September 2026

Muba,LamanQu.Com – Menjaga ketersediaan air menjadi salah satu bagian penting dalam upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di...

Read more

Greebel Gelar Lomba Mewarnai di PTC Palembang, 300 Anak Tunjukkan Kreativitas

Greebel Gelar Lomba Mewarnai di PTC Palembang, 300 Anak Tunjukkan Kreativitas
Reporter YN
20 September 2026

PALEMBANG,LamanQu.Com-Sekitar 300 anak dari jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Taman Kanak-kanak (TK), hingga Sekolah Dasar (SD) se-Kota Palembang mengikuti...

Read more

Sempat Jadi Dugaan Pelanggaran Berlapis, Kepemilikan Kios Karya Tani Angkat Suara Ke Beberapa Awak Media

Kios Karya Tani
Reporter TNS
27 Agustus 2026

Oku Selatan, LamanQu.Com - Sempat viral di media sosial dan menjadi dugaan pelanggaran berlapis, kios Karya Tani yang berlokasi di...

Read more

© 2026 DIgital Media Sriwijaya

  • Indeks
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Hubungi-kami
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi

© 2026 DIgital Media Sriwijaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In