• Indeks
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Hubungi-kami
Rabu, Januari 14, 2026
No Result
View All Result
lamanqu.com
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi
No Result
View All Result
lamanqu.com
No Result
View All Result
danau ranau, oku selatan banner pemkab muba
ADVERTISEMENT
Home News Kesehatan

Tempe Dituding Pemicu Keracunan Massal 173 Siswa di PALI, Pemasok Sebut Produksi 120 Kilogram Hanya di MBG yang Bermasalah

Reporter RZ
23 Mei 2025
Pemicu Keracunan Massal
Bagikan ke Whatsapp

PALI, LamanQu.Com – Kasus keracunan massal program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) berbuntut panjang setelah hasil uji laboratorium resmi diumumkan oleh Dinas Kesehatan PALI, Jum’at (23/5/2025).

Pelaksana Tugas (Plt) Dinas Kesehatan PALI Andre Fajar Wijaya, menyatakan bahwa berdasarkan hasil uji laboratorium diketahui terdapat dua sumber yang diduga kuat menjadi penyebab keracunan massal tersebut, yakni pada tempe goreng dan air yang digunakan. Sementara untuk ikan tongkol hasilnya negatif.

“Hasil uji laboratorium mengungkap bahwa kandungan bakteri Staphylococcus aureus pada tempe goreng melebihi nilai baku mutu, dimana hasilnya mencapai 45.000 CFU,” ujarnya.

Namun setelah hasil uji laboratorium tersebut keluar, protes keras justru datang dari pengusaha tempe usai tempe dituding menjadi penyebab keracunan massal 173 siswa.

Maryati, pemasok tempe program Makan Bergizi Gratis (MBG) di PALI menegaskan bahwa dalam memenuhi pasokan tempe pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) tersebut, pihaknya sejauh ini selalu menyediakan tempe dengan kualitas terbaik.

“Kami ni bingung kalau memang dari tempe jelaskan dari mananya, kami merasa dirugikan lantaran tempe yang kami anter tempe baru, tempe yang masih bagus,” tegasnya.

Dijelaskannya, bahwa di hari yang sama pihaknya memproduksi total sekitar 120 kilogram tempe yang juga dipasok ke beberapa tempat seperti pasar dan rumah makan termasuk dapur Makan Bergizi Gratis (MBG).

“hari kejadian itu 120 kilo, kesana 50 kilo yang 70 kilo dipasok keluar tapi gak ada kendala, yang bermasalah hanya di MBG,” jelasnya.

Bahkan, ia menduga jika persoalan keracunan massal itu bukan berasal dari tempe yang diproduksi, namun bisa jadi disebabkan oleh cara penyimpanan dan pengolahan pihak dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang kurang tepat.

Lebih lanjut, ia pun mengungkap bahwa pada hari insiden keracunan massal tersebut pihak dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) hanya memesan 300 keping tempe dari yang biasanya 600 keping dengan alasan masih ada stok lama.

“Kejadian terakhir itu mereka cuma pesan 300 dari yang biasanya 600 keping, alasannya masih ada stok yang dibekukan, jadikan bisa jadi sebabnya dari sana,” ungkapnya.

Tags: MBG yang BermasalahPemicu Keracunan Massal
ADVERTISEMENT
Previous Post

Kepemimpinan Baru HIPMI Palembang: Peby Anggi Bawa Visi Kolaboratif dan Inklusif

Next Post

Kunjungan Dinkominfo Palembang Studi Tiru dan Sharing Pelaksanaan E-Walidata SIPD RI ke Dinkominfo Muba

RZ

Info Terkait

No Content Available

Berita Terbaru

Loud Budgeting: Gaya Hidup Hemat ala Gen Z

Libatkan Seni, Budaya, dan UMKM, Car Free Night Kolonel Atmo Diharapkan Jadi Ikon Baru Palembang

Sultan Palembang Darussalam Sultan Uskandar Mahmud Badaruddin dalam Rangkaian Haul Akbar Datuk Kiai Marogan ke-125

Pengambilan Sumpah dan Penandatanganan Pakta Integritas Seleksi PKN Tingkat II dan PKP 2026

Wakapolda Sumsel Pimpin Apel Pagi Perdana, Tekankan Disiplin dan Profesionalisme Personel

POSE RI Demo Kantor SENSENOW AI dan OJK Sumsel, Tuntut Pengembalian Dana Rp225 Juta

Menyikapi Rencana Panglima TNI untuk Membentuk Batalyon Khusus Olahraga: Sinergi Strategis Antara Kekuatan Pertahanan dan Pengembangan Prestasi Olahraga Nasional

Napak Tilas Dakwah Kiai Marogan, Herman Deru Tegaskan Warisan Ulama Harus Terus Dihidupkan

Warga Talang Buluh Butuh Perhatian Pemerintah Perbaiki Jalan Rusak

Berita Populer

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Launching Penerimaan Mahasiswa Baru dan RPL Tahun 2026

UIN Raden Fatah Palembang
Reporter YN
7 Januari 2026

Palembang, LamanQu.Com - Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang secara resmi melaunching Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) dan Rekognisi Pembelajaran...

Read more

Meriahkan HAB ke-80, Kemenag Sumsel Gelar Bazar Kerukunan

HAB ke-80
Reporter YN
7 Januari 2026

Palembang, LamanQu.Com - Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag Sumsel menggelar kegiatan Bazar Kerukunan dalam rangka memeriahkan Hari Amal Bakti (HAB) ke-80...

Read more

Dibalik Toga Hitam Chairul S Matdiah Pernah Gugat Presiden Megawati Soekarnoputri

Toga Hitam Chairul S Matdiah
Reporter YN
7 Januari 2026

Palembang, LamanQu.Com - Sosok advokat senior sekaligus legislator, Chairul S Matdiah, SH, MHKes, bersiap meluncurkan karya literatur terbarunya yang bertajuk...

Read more

Matinya Nyali Garuda : Menagih Wibawa Indonesia di Tengah Terorisme Global Washington

Terorisme Global Washington
Reporter YN
4 Januari 2026

​Oleh: Ki Edi Susilo Sekretaris Jenderal Himpunan Keluarga Tamansiswa Indonesia (HIMPKA Tamansiswa) Palembang, LamanQu.Com - ​Dunia mengawali tahun 2026 dengan...

Read more

© 2025 DIgital Media Sriwijaya

  • Indeks
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Hubungi-kami
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi

© 2025 DIgital Media Sriwijaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In