• Indeks
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Hubungi-kami
Jumat, Januari 9, 2026
No Result
View All Result
lamanqu.com
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi
No Result
View All Result
lamanqu.com
No Result
View All Result
danau ranau, oku selatan banner pemkab muba
ADVERTISEMENT
Home Opini

Kisruh KONI Sumsel: Mosi Tidak Percaya Dibalas dengan Ancaman?

Reporter YN
13 Maret 2025
Kisruh KONI Sumsel
Bagikan ke Whatsapp

Palembang, LamanQu.Com – Polemik di tubuh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumatera Selatan semakin memanas. Beredar surat pernyataan dan undangan dari KONI Sumsel yang diduga mengancam cabang olahraga (cabor) untuk memberikan dukungan kepada kepengurusan KONI Sumsel periode 2023-2027.

Jika tidak, cabor tersebut terancam tidak dipertandingkan dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV yang akan digelar di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) tahun 2025.

Kondisi ini menimbulkan keresahan di kalangan atlet dan pengurus cabor. Dunia olahraga Sumsel yang seharusnya menjadi ajang pembinaan dan peningkatan prestasi kini justru diduga menjadi sarana mempertahankan kekuasaan pengurus KONI Sumsel.

Lebih memprihatinkan lagi, sebelumnya muncul isu dugaan pungutan liar dalam perekrutan petugas keamanan (security) oleh oknum yang mengaku sebagai keluarga petinggi KONI Sumsel. Para pekerja yang telah membayar sejumlah uang tak kunjung dipekerjakan, sehingga semakin mencoreng nama baik organisasi olahraga tersebut.

Ancaman terhadap cabor yang tidak mendukung kepengurusan KONI Sumsel menuai gelombang protes. Beberapa pengurus cabor mengaku telah menerima surat panggilan dari KONI Sumsel, yang menegaskan bahwa jika mereka tidak memberikan dukungan, maka cabornya akan dicoret dari Porprov Muba 2025.

Ketua Forum Silaturahmi Cabang Olahraga (FORSICABOR) Sumsel, Lidayanto, menegaskan bahwa keputusan mengenai cabor yang dipertandingkan dalam Porprov harus melalui rapat anggota, bukan keputusan sepihak KONI Sumsel.

“KONI Sumsel tidak bisa mengambil keputusan sendiri. Semua harus diputuskan melalui rapat anggota. Ada dua jenis Porprov, yaitu Porprov prestasi dan Porprov pembinaan. Syarat penyelenggaraannya pun harus mengacu pada aturan Pekan Olahraga Nasional (PON),” ujar Lidayanto saat dikonfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp, Kamis (13/3/2025).

Lidayanto juga menjelaskan bahwa anggaran untuk Porprov berasal dari pemerintah, bukan dari KONI. “KONI hanya bersifat koordinatif. Anggaran harus diajukan melalui pemerintah dengan dasar keputusan yang sudah dibahas dalam rapat anggota. Tidak bisa KONI memutuskan sendiri cabor mana yang akan dipertandingkan tanpa melalui prosedur yang benar,” tambahnya.

Sementara itu, Cik Naya, Sekretaris FORSICABOR, mengungkapkan, Minimnya Legitimasi Kepengurusan Koni Sumsel th 2023-2027. Adanya indikasi cara – cara yang tidak etis dilakukan oleh pengurus KONI sumsel.

adanya dugaan permainan di balik keputusan KONI Sumsel. Menurutnya, KONI Sumsel telah melakukan Penggantian Antar Waktu (PAW) pengurus tanpa koordinasi dengan Ketua Umum Pengprov Cabor yang bersangkutan.

“Beberapa pengurus cabor yang menyatakan mosi tidak percaya terhadap kepengurusan KONI Sumsel tiba-tiba diganti dan dimasukkan ke dalam kepengurusan KONI Sumsel. Ini dilakukan tanpa koordinasi, hanya untuk mendapatkan legitimasi,” ungkap Cik Naya.

Lebih jauh, ia menyoroti adanya dugaan pemanfaatan Porprov XV Muba sebagai alat tawar-menawar politik. Beberapa cabor yang sebelumnya dipertandingkan dalam Porprov XIV di Lahat, kini dicoret dari Porprov XV Muba hanya karena mendukung mosi tidak percaya terhadap kepengurusan KONI Sumsel.

“Ada cabor beladiri yang awalnya dicoret, tapi bisa kembali dipertandingkan asalkan mereka membuat surat pernyataan mendukung kepengurusan KONI Sumsel. Ini sangat mencederai prinsip olahraga yang seharusnya bersih dari intervensi politik dan kepentingan pribadi,” tegasnya.

Selain masalah Porprov, FORSICABOR juga menyoroti dugaan kejanggalan dalam pengelolaan keuangan KONI Sumsel. Mereka menemukan indikasi adanya dua rekening berbeda dalam pengelolaan dana bantuan pihak ketiga.

“Kami menemukan adanya rekening pribadi staf KONI yang digunakan untuk mentransfer dana keberangkatan atlet PON dengan dana mandiri. Ini sangat mencurigakan dan harus segera diusut,” ujar Cik Naya.

Ia juga mempertanyakan mengapa banyak atlet Sumsel yang harus berangkat ke PON dengan biaya sendiri. “Jika pengelolaan KONI Sumsel baik-baik saja, seharusnya atlet-atlet kita tidak perlu mengeluarkan biaya sendiri untuk bertanding di PON,” tambahnya.

Situasi ini menimbulkan kegelisahan di kalangan pengurus cabor dan atlet. Mereka berharap agar Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, Gubernur Sumsel, Ketua DPRD Sumsel, dan aparat penegak hukum segera turun tangan untuk mengusut permasalahan ini.

“MOSI tidak percaya bukanlah suatu kejahatan, karena sudah diatur dalam anggaran dasar KONI. pada bagian ke 6 psl 29 ayat 3 th 2020. Namun, mengancam cabor yang tidak mendukung kepengurusan dengan cara mencoret mereka dari Porprov adalah tindakan tidak etis dan merupakan sebuah kejahatan kekuasaan dan melanggar aturan organisasi,” tegas Cik Naya.

Ia juga memperingatkan bahwa jika situasi ini dibiarkan, maka bukan tidak mungkin akan terjadi aksi protes besar-besaran dari cabor dan atlet Sumsel.

Tidak ada dasar aturan dalam anggaran dasar KONI tentang coret mencoret batal membatalkan Cabor dlm keadaan apapun ketika itu sudah manjadi sebuah keputusan dalam Rakerda.

Mungkin KONI Sumsel Khawatir jika RAKERPROV Dilaksanakan kembali maka akan terulang Peristiwa saat RAKERPROV KONI Sumsel tgl 6-7 di Emilia Hotel Desember 2024 lalu yang mana mereka tinggalkan tanpa Keputusan dan tanggung jawab sebagai Kepanitiaan.

“Jangan sampai ada boikot Porprov dari cabor-cabor yang merasa ditekan dan diintimidasi. Jika ini terjadi, dunia olahraga Sumsel akan semakin terpuruk dan akan Mencederai Marwahnya KONI sebagai simbol patriot olahraga,” pungkasnya.

Tags: Kisruh KONI Sumsel
ADVERTISEMENT
Previous Post

KONI Sumsel: Verifikasi Cabor di Porprov 2025 Berdasarkan Aturan, Bukan Ancaman

Next Post

Gunakan Barcode MyPertamina Isi Solar Subsidi Berulang, Dua Sopir Box Ditangkap Ditreskrimsus Polda Sumsel

YN

Info Terkait

No Content Available

Berita Terbaru

Terimakasih, Nisya: Sebuah Audit dari Balik Sanggul Palsu

Operasi Gaktiblin, Propam Sasar Anggota Polri

Perkuat Budaya Kerja Unggul, Kilang Pertamina Plaju Konsisten Bangun Mindset Keselamatan

Kejati Sumsel Selamatkan Keuangan Negara Rp 616 Milyar Dalam Perkara Dugaan Tipikor Fasilitas Pinjaman Kredit di Salah Satu Bank Pemerintah Kepada PT. BSS dan PT. SAL

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Launching Penerimaan Mahasiswa Baru dan RPL Tahun 2026

Meriahkan HAB ke-80, Kemenag Sumsel Gelar Bazar Kerukunan

Dibalik Toga Hitam Chairul S Matdiah Pernah Gugat Presiden Megawati Soekarnoputri

Bintang Sumsel Bersinar Nasional, Daeng Supriyanto Pimpin Urusan Umum KSMI

Marciano Norman Apresiasi Kegiatan KSMI, Arahkan Perbaikan Roda Organisasi untuk Keberlanjutan Sepak Bola Mini

Berita Populer

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Launching Penerimaan Mahasiswa Baru dan RPL Tahun 2026

UIN Raden Fatah Palembang
Reporter YN
7 Januari 2026

Palembang, LamanQu.Com - Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang secara resmi melaunching Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) dan Rekognisi Pembelajaran...

Read more

Meriahkan HAB ke-80, Kemenag Sumsel Gelar Bazar Kerukunan

HAB ke-80
Reporter YN
7 Januari 2026

Palembang, LamanQu.Com - Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag Sumsel menggelar kegiatan Bazar Kerukunan dalam rangka memeriahkan Hari Amal Bakti (HAB) ke-80...

Read more

Dibalik Toga Hitam Chairul S Matdiah Pernah Gugat Presiden Megawati Soekarnoputri

Toga Hitam Chairul S Matdiah
Reporter YN
7 Januari 2026

Palembang, LamanQu.Com - Sosok advokat senior sekaligus legislator, Chairul S Matdiah, SH, MHKes, bersiap meluncurkan karya literatur terbarunya yang bertajuk...

Read more

Matinya Nyali Garuda : Menagih Wibawa Indonesia di Tengah Terorisme Global Washington

Terorisme Global Washington
Reporter YN
4 Januari 2026

​Oleh: Ki Edi Susilo Sekretaris Jenderal Himpunan Keluarga Tamansiswa Indonesia (HIMPKA Tamansiswa) Palembang, LamanQu.Com - ​Dunia mengawali tahun 2026 dengan...

Read more

© 2025 DIgital Media Sriwijaya

  • Indeks
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Hubungi-kami
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi

© 2025 DIgital Media Sriwijaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In