• Indeks
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Hubungi-kami
Rabu, Januari 14, 2026
No Result
View All Result
lamanqu.com
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi
No Result
View All Result
lamanqu.com
No Result
View All Result
danau ranau, oku selatan banner pemkab muba
ADVERTISEMENT
Home News

DPRD Sumsel Desak Hilirisasi Padi, Bulog Diminta Bangun Fasilitas Penggilingan

Reporter YN
8 Maret 2025
Hilirisasi Padi
Bagikan ke Whatsapp

Palembang, LamanQu.Com – Ketua Komisi II DPRD Sumatera Selatan (Sumsel), Ayu Nur Suri, SE., MM., menyoroti lemahnya penyerapan gabah lokal dan minimnya perlindungan harga bagi petani.

Dia meminta Perum Bulog Kanwil Sumsel-Babel segera membangun fasilitas penggilingan padi (rice milling) di sentra produksi. Hal tersebut bertujuan untuk memutus dominasi tengkulak, mempercepat hilirisasi, dan menjaga harga gabah tetap stabil.

“Sumsel ini penghasil padi besar, tapi petaninya terus dirugikan karena Bulog belum punya rice milling sendiri. Selama ini kita cuma jadi penonton permainan harga di lapangan. Sudah saatnya Bulog turun tangan penuh, dengan alat produksi sendiri,” tegas Ayu dalam rapat koordinasi penyerapan gabah bersama stakeholder dan OPD terkait di Ruang Rapat Komisi II DPRD Sumsel, Selasa (04/03/25).

Diungkapkan Ayu, untuk Tahun 2025, Sumsel diperkirakan menghasilkan 2,9 juta ton gabah kering panen. Ironisnya, dari angka itu, Bulog hanya mampu menyerap sekitar 160 ribu ton beras.

Artinya, sebagian besar hasil panen petani dilepas ke pasar bebas tanpa perlindungan harga, dan celah itu dimanfaatkan tengkulak.

“Bayangkan, produksi kita nyaris 3 juta ton, tapi Bulog cuma serap segitu. Sisanya kemana? Jelas jatuh ke tangan tengkulak. Kalau begini terus, petani kita tidak akan pernah sejahtera,” ujar Ayu.

Parahnya lagi, sambung Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sumsel ini, Bulog Sumsel hingga kini tak memiliki satupun fasilitas rice milling. Seluruh proses penggilingan masih menggantungkan diri pada pihak ketiga, yakni 23 pengusaha penggilingan padi yang terikat kontrak. Kondisi ini membuat Bulog kesulitan menjaga standar kualitas, efisiensi biaya, hingga kontrol harga.

“Kalau Bulog punya rice milling sendiri, semua rantai produksi bisa dikendalikan. Harga lebih stabil, kualitas lebih terjamin, petani juga tidak lagi dipaksa menjual murah karena tidak ada pilihan lain,” tambahnya.

Ayu mengingatkan akan pentingnya penerapan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) terbaru sesuai Kepbadan Nomor 2 Tahun 2025. Dalam regulasi itu, harga gabah kering panen (GKP) di tingkat petani ditetapkan Rp 6.500 per kilogram.

“Saya tegaskan, jangan ada yang main mata soal harga. Kalau ada yang beli gabah di bawah Rp 6.500, itu pelanggaran. Bulog wajib jadi garda terdepan menjaga harga petani,” tegas Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Palembang ini.

Adapun rincian harga resmi penyerapan Bulog 2025 adalah: GKP di petani: Rp 6.500/kg, GKP di penggilingan: Rp 6.700/kg, Gabah Kering Giling (GKG) di penggilingan: Rp 8.000/kg, GKG di gudang Bulog: Rp 8.200/kg dan Beras di gudang Bulog: Rp 12.000/kg.

Namun di lapangan, banyak petani yang masih terpaksa menjual gabah jauh di bawah HPP karena lemahnya daya serap Bulog dan kuatnya kendali tengkulak.

Melihat situasi ini, pihaknya dalam waktu dekat bakal merekomendasikan kepada Gubernur Sumsel untuk memanggil seluruh asosiasi pengusaha penggilingan padi.

Langkah ini bertujuan membentuk forum komunikasi yang fokus menjaga keseimbangan harga gabah dan beras di tingkat petani hingga konsumen.

“Ini soal keadilan dan keberpihakan. Kita harus duduk satu meja: pemerintah, Bulog, pengusaha, dan petani. Kalau tidak ada sinergi, harga terus dikendalikan segelintir pemain. Petani cuma jadi korban,” ujarnya.

Selain pembangunan rice milling, Ayu mendorong pemerintah provinsi memperkuat pendampingan petani, mulai dari distribusi pupuk bersubsidi, teknologi pertanian modern, hingga akses pemasaran.

Hilirisasi padi harus dilakukan menyeluruh dari hulu hingga hilir agar Sumsel bukan hanya penghasil gabah, tetapi juga pusat produksi beras berkualitas tinggi.

“Potensi kita luar biasa, tapi tanpa keberanian membangun ekosistem pangan yang adil, petani kita akan terus dikalahkan. Kita tidak boleh biarkan itu terjadi,” tutup Ayu.

Tags: Fasilitas PenggilinganHilirisasi Padimembangun ekosistem pangan
ADVERTISEMENT
Previous Post

Andreas Okdi Priantoro Terpilih Secara Aklamasi sebagai Ketua Umum Pertina Kota Palembang, Siap Lahirkan Generasi Petarung

Next Post

Catat! Pendaftaran RDKK Pupuk Subsidi Dibuka Dari 6-18 Maret

YN

Info Terkait

No Content Available

Berita Terbaru

Loud Budgeting: Gaya Hidup Hemat ala Gen Z

Libatkan Seni, Budaya, dan UMKM, Car Free Night Kolonel Atmo Diharapkan Jadi Ikon Baru Palembang

Sultan Palembang Darussalam Sultan Uskandar Mahmud Badaruddin dalam Rangkaian Haul Akbar Datuk Kiai Marogan ke-125

Pengambilan Sumpah dan Penandatanganan Pakta Integritas Seleksi PKN Tingkat II dan PKP 2026

Wakapolda Sumsel Pimpin Apel Pagi Perdana, Tekankan Disiplin dan Profesionalisme Personel

POSE RI Demo Kantor SENSENOW AI dan OJK Sumsel, Tuntut Pengembalian Dana Rp225 Juta

Menyikapi Rencana Panglima TNI untuk Membentuk Batalyon Khusus Olahraga: Sinergi Strategis Antara Kekuatan Pertahanan dan Pengembangan Prestasi Olahraga Nasional

Napak Tilas Dakwah Kiai Marogan, Herman Deru Tegaskan Warisan Ulama Harus Terus Dihidupkan

Warga Talang Buluh Butuh Perhatian Pemerintah Perbaiki Jalan Rusak

Berita Populer

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Launching Penerimaan Mahasiswa Baru dan RPL Tahun 2026

UIN Raden Fatah Palembang
Reporter YN
7 Januari 2026

Palembang, LamanQu.Com - Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang secara resmi melaunching Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) dan Rekognisi Pembelajaran...

Read more

Meriahkan HAB ke-80, Kemenag Sumsel Gelar Bazar Kerukunan

HAB ke-80
Reporter YN
7 Januari 2026

Palembang, LamanQu.Com - Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag Sumsel menggelar kegiatan Bazar Kerukunan dalam rangka memeriahkan Hari Amal Bakti (HAB) ke-80...

Read more

Dibalik Toga Hitam Chairul S Matdiah Pernah Gugat Presiden Megawati Soekarnoputri

Toga Hitam Chairul S Matdiah
Reporter YN
7 Januari 2026

Palembang, LamanQu.Com - Sosok advokat senior sekaligus legislator, Chairul S Matdiah, SH, MHKes, bersiap meluncurkan karya literatur terbarunya yang bertajuk...

Read more

Matinya Nyali Garuda : Menagih Wibawa Indonesia di Tengah Terorisme Global Washington

Terorisme Global Washington
Reporter YN
4 Januari 2026

​Oleh: Ki Edi Susilo Sekretaris Jenderal Himpunan Keluarga Tamansiswa Indonesia (HIMPKA Tamansiswa) Palembang, LamanQu.Com - ​Dunia mengawali tahun 2026 dengan...

Read more

© 2025 DIgital Media Sriwijaya

  • Indeks
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Hubungi-kami
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi

© 2025 DIgital Media Sriwijaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In