• Indeks
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Hubungi-kami
Rabu, Januari 14, 2026
No Result
View All Result
lamanqu.com
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi
No Result
View All Result
lamanqu.com
No Result
View All Result
danau ranau, oku selatan banner pemkab muba
ADVERTISEMENT
Home Ekobis

Dinamika Potensi Kenaikan Harga Minyak Global Akibat Kekhawatiran Terganggunya Pasokan dari Timur Tengah

Reporter Editor Sumsel
5 Oktober 2024
Serangan Israel di Lebanon

Serangan Israel di Lebanon (Reuters)

Bagikan ke Whatsapp

Palembang, LamanQu.Com – Ketegangan geopolitik terus meningkat di Timur Tengah, Konflik semakin memanas dan kembali menjadi sorotan dunia, terutama setelah Israel meluaskan serangannya hingga ke Lebanon yang menewaskan ratusan warga sipil dan petugas medis. Konflik berlanjut pada Selasa (1/10/2024) dini hari melalui akun media sosial X militer Israel (IDF), Israel mengumukan akan memulai invansi darat ke Lebanon.

Imbas dari ketegangan di Timur Tengah ini merambah ke berbagai sektor salah satunya pada pasokan minyak dunia. Hal ini diakibatkan oleh kekhawatiran akan terganggunya pasokan minyak dari Timur Tengah.

Timur Tengah merupakan wilayah yang sangat vital bagi produksi minyak dunia. Negara-negara seperti Arab Saudi, Irak, dan Iran merupakan penghasil minyak mentah terbesar. Oleh karena itu, setiap gangguan keamanan atau politik di wilayah ini dapat berdampak signifikan terhadap pasar minyak global.

“Pasar minyak khawatir meningkatnya ketegangan di kawasan itu menyeret produsen minyak OPEC lebih dekat ke arah keterlibatan,” kata analis ANZ yang mengaku was-was akibat mendidihnya konflik timteng.

Keadaan ini dipicu kekhawatiran akan negara Iran yang merupakan salah satu pemasok minyak mentah terbesar OPEC akan ikut serta turun ke medan perang, hal ini tentunya akan berdampak besar pada kestabilan harga minyak global.

Kemungkinan meluasnya konflik Timur Tengah akan melibatkan Iran diperkuat setelah Israel meningkatkan serangannya terhadap kelompok militan Hizbullah dan Houthi yang didukung Iran.

Peningkatan tersebut menambah kemungkinan Iran ikut teseret konflik Timur Tengah tersebut yang akan berisiko signikan terhadap pasokan dari produsen OPEC.
Israel sendiri mengatakan, dua hari setelah membunuh pemimpin Hizbullah Sayyed Hassan Nasrallah pada konflik di Lebanon, mereka melanjutkan serangan dengan mengebom target Houthi di Yaman yang kemudian memperluas konfrontasinya dengan sekutu Iran.

Wewenang kemudian diserahkan oleh Lloyd Austin, Menteri Pertahanan AS kepada militer untuk menguatkan kehadiran mereka di tengah konflik panas Timur Tengah. Pentagon kemudian memberi pernyataan akan mengambil tindakan apapun yang diperlukan untuk melindungi rakyatnya jika Iran, mitranya, atau proksinya menargetkan personel atau kepentingan AS.

Semua ketegangan konflik ini berimbas pada Senin (30/9) mengutip dari CNN, Harga minyak menanjak pada perdagangan awal Asia di senin pagi.

Harga minyak mentah West Texas Intermediate AS (WTI AS) meningkat sebesar 8 sen, atau 0,12 persen, menjadi seharga US$68,26 per barel. Sementara, pada pukul 00.43 GMT harga minyak Brent berjangka naik 16 sen, atau 0,22 persen, menjadi US$72,14 per barel untuk pengiriman November. Diikuti kenaikan 10 sen, atau 0,14 persen, menjadi US$71,64 per barel pada harga kontrak untuk pengiriman Desember.

Meski begitu, berita terbaru pada hari keesokan harinya pada Selasa (1/10/2024) bersamaan dengan pengumuman invansi darat Israel harga minyak mentah dunia kembali stabil.

Potensi kenaikan harga minyak sebagai bagian dari akibat konflik di Timur Tengah diimbangi oleh keyakinan bahwa akan ada pasokan tambahan yang tersedia untuk pasar di tengah penurunan permintaan global.

Grafik Harga Minyak Dunia
Grafik Harga Minyak Dunia (OPEC)

Harga minyak mentah West Texas Intermediate AS (WTI AS) naik 11 sen atau 0,16 persen menjadi US$68,28 per barel pada saat ini, sementara harga minyak mentah berjangka Brent menjadi seharga US$71,83 per barel dengan kenaikan tipis yaitu 13 sen atau 0,18 persen. Produsen utama mempersiapkan peningkatan produksi sebelum akhir tahun sebagai tanggapan terhadap perang Timur Tengah yang memanas.

Analis ANZ mengatakan dalam sebuah catatan yang dikutip Reuters bahwa, meskipun ada upaya menstabilkan pasar minyak, namun harga tetap tertekan. Akan tetapi risiko gangguan pasokan di Timur Tengah tersebut masih terus diimbangi oleh prospek kenaikan produksi OPEC.

OPEC+, yang merupakan gabungan anggota OPEC dan sekutu seperti Rusia, dijadwalkan untuk menaikkan produksi sebesar 180 ribu barel per hari pada Desember 2024.

Penulis : Nabila Putri Adriyani

Tags: Harga Minyak Globalinvansi darat Israel
ADVERTISEMENT
Previous Post

Ada Jembatan Instagramable membelah Asia Afrika Bandung

Next Post

Bedah Buku Dugaan Kekeliruan Hakim Dalam Kasus Korupsi Libatkan Mardani H Maming

Editor Sumsel

Info Terkait

No Content Available

Berita Terbaru

Loud Budgeting: Gaya Hidup Hemat ala Gen Z

Libatkan Seni, Budaya, dan UMKM, Car Free Night Kolonel Atmo Diharapkan Jadi Ikon Baru Palembang

Sultan Palembang Darussalam Sultan Uskandar Mahmud Badaruddin dalam Rangkaian Haul Akbar Datuk Kiai Marogan ke-125

Pengambilan Sumpah dan Penandatanganan Pakta Integritas Seleksi PKN Tingkat II dan PKP 2026

Wakapolda Sumsel Pimpin Apel Pagi Perdana, Tekankan Disiplin dan Profesionalisme Personel

POSE RI Demo Kantor SENSENOW AI dan OJK Sumsel, Tuntut Pengembalian Dana Rp225 Juta

Menyikapi Rencana Panglima TNI untuk Membentuk Batalyon Khusus Olahraga: Sinergi Strategis Antara Kekuatan Pertahanan dan Pengembangan Prestasi Olahraga Nasional

Napak Tilas Dakwah Kiai Marogan, Herman Deru Tegaskan Warisan Ulama Harus Terus Dihidupkan

Warga Talang Buluh Butuh Perhatian Pemerintah Perbaiki Jalan Rusak

Berita Populer

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Launching Penerimaan Mahasiswa Baru dan RPL Tahun 2026

UIN Raden Fatah Palembang
Reporter YN
7 Januari 2026

Palembang, LamanQu.Com - Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang secara resmi melaunching Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) dan Rekognisi Pembelajaran...

Read more

Meriahkan HAB ke-80, Kemenag Sumsel Gelar Bazar Kerukunan

HAB ke-80
Reporter YN
7 Januari 2026

Palembang, LamanQu.Com - Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag Sumsel menggelar kegiatan Bazar Kerukunan dalam rangka memeriahkan Hari Amal Bakti (HAB) ke-80...

Read more

Dibalik Toga Hitam Chairul S Matdiah Pernah Gugat Presiden Megawati Soekarnoputri

Toga Hitam Chairul S Matdiah
Reporter YN
7 Januari 2026

Palembang, LamanQu.Com - Sosok advokat senior sekaligus legislator, Chairul S Matdiah, SH, MHKes, bersiap meluncurkan karya literatur terbarunya yang bertajuk...

Read more

Matinya Nyali Garuda : Menagih Wibawa Indonesia di Tengah Terorisme Global Washington

Terorisme Global Washington
Reporter YN
4 Januari 2026

​Oleh: Ki Edi Susilo Sekretaris Jenderal Himpunan Keluarga Tamansiswa Indonesia (HIMPKA Tamansiswa) Palembang, LamanQu.Com - ​Dunia mengawali tahun 2026 dengan...

Read more

© 2025 DIgital Media Sriwijaya

  • Indeks
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Hubungi-kami
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi

© 2025 DIgital Media Sriwijaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In