• Indeks
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Hubungi-kami
Kamis, Oktober 1, 2026
No Result
View All Result
lamanqu.com
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi
No Result
View All Result
lamanqu.com
No Result
View All Result
kpid sumsel HUR RI Ke-81, oku selatan banner pemkab muba
ADVERTISEMENT
Home News

TSC Gelar Diskusi Dengan Tema Mencari Solusi Tingginya Harga Sembako Saat Ini

Reporter YN
18 Maret 2024
Tingginya Harga Sembako
Bagikan ke Whatsapp

Palembang, lamanqu.com – Sejumlah wartawan senior di Sumatera Selatan (Sumsel) yang tergabung dalam Talk Sriwijaya Community (TSC) menggelar diskusi sambil menanti waktu berbuka puasa.

Diskusi perdana yang berlangsung di Cafe Pojok Tembesu (Kopi Nusantara) yang berlokasi di komplek Dinas Kehutanan Provinsi Sumsel.

Diskusi akhir pekan tersebut mengusung tema, Mencari Solusi Tingginya Harga Sembako Saat Ini.

Menghadirkan nara sumber yang kompeten diantaranya, Pelaksanaan Harian (Plh) Kepala Dinas Perdagangan Sumsel Henny Yulianti, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumsel Ruzuan Effendi dan dosen Fakultas Pertanian Universitas Sriwijaya (Unsri) Umar Harun MS.

Diskusi yang berlangsung serius dan santai dididukung Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) Komisaris Daerah (Komda) Wilayah Sumsel dan Lampung dan diikuti Agus Harizal Pemimpin Redaksi Suara Nusantara dan Koransn.co, Eko Prasetyo Redaktur Pelaksana RMOL Sumsel yang memandu diskusi, Maspril Aries wartawan kingdomsriwijaya, Syarif Abdullah Kepala Biro Antara Sumsel, Indra Gultom wartawan Antaranews.

Bahkan hadir pula, Firdaus Komar Pemimpin Redaksi Extranews yang juga Direktur UKW PWI Pusat, M Nasir, Pemimpin Umum KetikPos.com sekaligus Dosen Universitas PGRI Palembang, Aina Rumiyati Aziz mantan Kepala Biro Koran Sindo yang kini advokat,

Yosep wartawan RMOL Sumsel, Danu wartawan ketikPos.com dan Dedy Suhendra wartawan Suara Nusantara dan Koransn serta Iwan Setiawan Ketua APHI Komda Wilayah Sumsel dan Lampung.

Plh Kepala Dinas Perdagangan Sumsel Henny Yulianti mengatakan, “Beras saat ini di Sumsel bukan langka, namun sebelumnya stoknya sedikit yang disebabkan adanya dampak El Nino,”

Untuk mengatasi hal itu Pemerintah Provinsi Sumsel melalui Dinas Perdagangan Sumsel telah melakukan kegiatan pasar murah bekerjasama dengan BUMD. Kemudian ada juga langkah dari Dinas Ketahanan Pangan Sumsel, yakni gerakan pangan murah serta ada juga kegiatan kebutuhan pokok yang dijual di bawah harga pasar.

“Mulai 13 Maret 2024 pasar murah telah dilaksanakan yang jadwalnya setiap hari Senin, Selasa, Rabu dan Jumat dengan lokasi berbeda-beda. Ke depannya pasar murah ada di Pasar Talang Kelapa, Pasar Gandus, Alang-Alang Lebar dan terakhir di halaman Kantor Dinas Perdagangan Sumsel. Pasar murah ini terakhir 3 April 2024 nanti,” ujar Henny.

Menurut Henny, “Dengan adanya pasar murah diharapkan dapat mengendalikan harga dan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat. Pada pasar murah 13 Maret menyalurkan 2 ton beras SPHP,”

Kemudian pada 15 Maret ada 5 ton beras SPHP. “Selain beras dalam pasar murah dijual juga gula, minyak, bawang, cabai dan daging,” tandas Henny.

Sementara itu Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Sumsel, Ruzuan Efendi memaparkan bahwa Provinsi Sumsel adalah daerah lumbung pangan nomor lima nasional dan daerah produksi beras tertinggi di Pulau Sumatera.

“Jadi beras di Sumsel berlimpah, hanya saja harga jualnya ke masyarakat memang fluktuatif. Sementara Bulog memang tidak pernah membeli gabah dari para petani karena Bulog ini sifatnya hanya melalui mitra. Meskipun demikian untuk di Sumsel ketersediaan beras mencukupi,” kata Ruzuan.

Menurut Ruzuan, beras produksi Sumsel tidak hanya dijual di Sumsel tapi juga ke provinsi lain termasuk ke Jakarta. “Terkait beras ini tidak ada regulasi yang membatasi untuk pengiriman dari daerah atau kabupaten lainnya. Beras itu komoditi bebas dari siapa dan dari mana pun,”

“Untuk stok daging, daging ayam dan telur Sumsel saat ini mencukupi. Dilemanya masalah naiknya harga ini, dikarenakan banyaknya permintaan seperti saat bulan puasa Ramadhan dan menjelang lebaran,” jelas Ruzuan.

“Sedangkan untuk telur ayam Provinsi Sumsel merupakan daerah surplus telur. Telur ayam dari Sumsel ada yang dikirim ke Banten, Bangka Belitung, Jakarta hingga Bekasi,” tambah Ruzuan. .

Untuk menekan harga kebutuhan pokok, menurut Ruzuan harus memperhatikan pada bagian hilirnya.

“Untuk menekan harga yang naik di pasar pada bagian hilir produksi disiapkan dalam bentuk kemasan beku atau frozen hingga bisa menjadi stok. Seperti pada komoditi daging atau cabai yang sudah digiling. Jika terjadi kenaikan harga di pasar saat ini lantaran adanya permintaan meningkat karena bulan puasa dan menjelang lebaran,” papar Ruzuan.

Menurut Ruzuan, beras produksi Sumsel tidak hanya dijual di Sumsel, tetapi juga ke provinsi lain termasuk ke Jakarta.

“Terkait beras ini tidak ada regulasi yang membatasi untuk pengiriman dari daerah atau kabupaten lainnya. Beras itu komoditi bebas dari siapa dan dari mana pun,” ungkapnya.

Sementara Dosen Fakultas Pertanian Unsri Umar Harun melihat kenaikan harga sembako merupakan fenomena yang terjadi setiap tahun menjelang puasa Ramadhan dan lebaran Idul Fitri. “Fenomena ini muncul terus setiap tahunnya, sedangkan di China dengan jumlah penduduk mencapai 1,43 miliar jiwa tenang-tenang saja,” kata Umar.

Kenaikan harga sembako menurutnya, karena adanya permasalahan yang kompleks, contohnya seperti beras di mana ada proses fenomena setiap sirkulasinya.

“Kita contohkan saja seperti gabah ada tokenya, kalau mau beli harus lewat tokenya. Hal inilah yang sulit dijangkau dan disentuh oleh pemerintah,” terang Umar.

“Upaya pemerintah dalam menekan harga kebutuhan pokok yang meroket yang terjadi saat ini dengan menggelar pasar murah merupakan langkah dan upaya yang sudah benar dan tepat untuk menekan harga. Tapi bagaimana untuk menyikapi kedepannya? Karena harga naik ini sudah menjadi fenomena tahunan,” kata dosen FP Unsri.

Umar mengingatkan, ke depan harus ada langkah untuk mengatas masalah yang selalu berulang. Juga perlu dilakukan cek data-data konsumsi masyarakat setiap kabupaten, kota dan provinsi. “Kemudian, setiap minggu berapa beras yang dibutuhkan masyarakat dan berapa jumlah beras yang diproduksi,”

Untuk jangka menengahnya, Umar memberikan saran perlu ada pergudangan untuk memasok stok. “Karena saya yakin naiknya harga ini setiap tahun terjadi, dan ini hanya sesaat saja,” ujar Umar.

“Menurut saya solusi untuk menekan naiknya harga sembako yang terjadi setiap tahun ini adalah diperbaiki dulu rantai perdagangannya di pasar serta sediakan pergudangan untuk jangka panjangnya,” pungkas Umar.

Tags: harga kebutuhan pokokkenaikan harga sembakoTalk Sriwijaya Community
ADVERTISEMENT
Previous Post

Puluhan Media Nasional Tarik Dukungan Dari Kepengurusan Aliansi Media, LSM dan Avokad Banyuwangi Selatan

Next Post

Gebrakan Pj Bupati Apriyadi, Buat Seluruh Desa di Muba Dialiri Listrik

YN

Info Terkait

Aksi di Kawasan Rumah Ibadah

Kapolrestabes Palembang Ingatkan Tidak Boleh Melakukan Aksi di Kawasan Rumah Ibadah

16 September 2022

Berita Terbaru

Diduga Tipu Korban Hingga Rp 488 Juta, Oknum Bhayangkari WNS Dilaporkan ke Polrestabes Palembang

Lebih dari Sekadar Makan, Meja Makan Kembali Menjadi Ruang untuk Berkumpul

Danlanud Smh Menerima Kunjungan Tim Sosialisasi Binkonsos dengan Komponen Bangsa TA.2026 dari Pusterau

Kepengurusan MTI Sumsel Sah Dikukuhkan, Berikut Beberapa Hal Disampaikan

Kepala Rutan Palembang Perkuat Sinergitas dengan Kejaksaan Negeri melalui Kunjungan Silaturahmi

Perkuat Sinergitas dan Keamanan, Kepala Rutan dan Kalapas Palembang Silaturahmi dengan Kapolrestabes

Usai Bupati Dadang Bersaksi, Terjadi Dugaan Intimidasi Terhadap Seorang Jurnalis yang Sedang Meliput

Ruang Bersama Indonesia Pertama di Palembang, Kilang Plaju Dukung Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat

Kuasa Hukum Alim Perdana Kusuma Ungkap Sejumlah Kejanggalan dalam Proses Penanganan Perkara

Berita Populer

Kodam III Siliwangi Gelar Bakti Sosial Kesehatan Gratis di Cimahi

Bakti Sosial Kesehatan Gratis
Reporter UMR
20 September 2026

Cimahi, LamanQu.Com - Dalam rangka HUT TNI ke-81, Kodam III/Siliwangi menggelar bakti sosial kesehatan bertempat di Rumah Sakit TK II...

Read more

Hadapi Musim Kering, PT RHM Kelola Tata Air untuk Cegah Karhutla

Hadapi Musim Kering, PT RHM Kelola Tata Air untuk Cegah Karhutla
Reporter YN
19 September 2026

Muba,LamanQu.Com – Menjaga ketersediaan air menjadi salah satu bagian penting dalam upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di...

Read more

Greebel Gelar Lomba Mewarnai di PTC Palembang, 300 Anak Tunjukkan Kreativitas

Greebel Gelar Lomba Mewarnai di PTC Palembang, 300 Anak Tunjukkan Kreativitas
Reporter YN
20 September 2026

PALEMBANG,LamanQu.Com-Sekitar 300 anak dari jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Taman Kanak-kanak (TK), hingga Sekolah Dasar (SD) se-Kota Palembang mengikuti...

Read more

Sempat Jadi Dugaan Pelanggaran Berlapis, Kepemilikan Kios Karya Tani Angkat Suara Ke Beberapa Awak Media

Kios Karya Tani
Reporter TNS
27 Agustus 2026

Oku Selatan, LamanQu.Com - Sempat viral di media sosial dan menjadi dugaan pelanggaran berlapis, kios Karya Tani yang berlokasi di...

Read more

© 2026 DIgital Media Sriwijaya

  • Indeks
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Hubungi-kami
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi

© 2026 DIgital Media Sriwijaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In