• Indeks
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Hubungi-kami
Sabtu, Oktober 24, 2026
No Result
View All Result
lamanqu.com
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi
No Result
View All Result
lamanqu.com
No Result
View All Result
kpid sumsel HUR RI Ke-81, oku selatan banner pemkab muba
ADVERTISEMENT
Home News

Kisah Perang Lima Hari Lima Malam Harus Masuk Dalam Kurikulum

Reporter Editor Sumsel
1 Januari 2022
Komunitas Cagar Budaya, Kisah Perang Lima Hari Lima Malam
Bagikan ke Whatsapp

Palembang, lamanqu.com – Memperingati Perang 5 Hari 5 Malam yang terjadi di Kota Palembang pada 5 Januari 1947 yang silam tepatnya Sabtu (1/1/2021) .

Komunitas Sahabat Cagar Budaya (SCB) menggelar kegiatan mengheningkan cipta , bincang pusaka dan Heritage Walk Palembang dengan tema Meet The Heroes di Taman Tentara Pelajar di Jalan Merdeka, Palembang.

Dengan pemateri sejarawan dari Universitas Sriwijaya (Unsri) Syafruddin Yusuf .Juga hadir Sultan Palembang Darussalam Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) IV Jaya Wikrama R M Fauwaz Diradja SH Mkn dan anggota SCB dan masyarakat umum.

Syafruddin Yusuf menjelaskan perang lima hari lima malam di Palembang sangat penting dan harus diperingati karena perang lima hari lima malam ini merupakan wujud dari masyarakat di Palembang dan Sumatera Selatan (Sumsel) secara umum punya tekad untuk melaksanakan proklamasi kemerdekaan.

“Kalau generasi tua pasti tahu perang lima hari lima malam cuma generasi muda ini yang umur 20 tahunan kurang, karena mata pelajaran sejarah yang membahas perang lima hari lima malam tidak ada dalam kurikulum, “ katanya.

Repotnya menurutnya guru-guru tidak berani menyampaikan materi lokal diluar kurikulum yang ada.“ Mestinya sasaran pertama kalau mau perang ini dikenal masyarakat khususnya generasi muda sekarang di lembaga pendidikan ini nanti kaitannya nanti Dinas Pendidikan yang mewajibkan memberikan materi tentang perang lima hari lima malam itu,” katanya.

Selain itu menurutnya ada beberapa faktor kenapa Belanda ingin menguasai Palembang dalam perang lima hari lima malam, yaitu faktor ekonomi di mana Palembang kaya dan banyak penghasilan sumber daya alam.
Lalu faktor politik dimana Palembang adalah pusat pemerintahan wilayah Sumatera Bagian Selatan dimana secara politik menguasai Palembang berarti bisa menaklukkan daerah lain di luar kota Palembang.

“Faktor militer, Palembang juga pusat kekuatan militer untuk Sumatera Bagian Selatan dan dari sisi sosial dimana waktu zaman Jepang , orang Belanda ditahan dan disiksa oleh Jepang , oleh karena itu Belanda ingin mengembalikan citra Belanda adalah bangsa yang besar dan kuat , satu-satunya jalan dia ingin mengembalikan citra itu dengan menguasai Palembang,” katanya.

Untuk titik perang lima hari lima malam paling sengit menurutnya diantaranya di Charitas , Bagus Kuning Plaju, Gedung Handlezaken, Talang Semut dan pusat kekuatan Belanda di Benteng Kuto Besak dan Charitas.
“Ini sifatnya perang kota ,” katanya.

Menurutnya kalau sampai generasi muda tidak tahu perang lima hari lima malam di Palembang ini dinilainya sangat berbahaya sekali.“Nanti nilai-nilai dia untuk menghargai kepahlawanan itu sangat kurang, sebab didalam perang lima hari lima malam itu khan dihilangkan faktor agama, faktor kesukuan yang penting sama-sama mempertahankan kemerdekaan,” bebernya.

Menurut Penggagas Komunitas Cagar Budaya Robby Sunata menjelaskan kalau perang lima hari lima malam di kota Palembang menurutnya perang besar yang juga mendapatkan perhatian dari pemerintah pusat.

“Dari situ saja jelas kalau perang ini penting, perang ini diperhatikan oleh pemerintah pusat yang ada di Yogyakarta, karena Palembang waktu itu ada dua kilang minyak terbesar di Asia Tenggara jadi sekitar 70 persen penghasil minyak di Indonesia ada di Palembang, jadi secara ekonomi dan politik Palembang penting ,” pungkasnya.

Tags: Komunitas Sahabat Cagar Budayaperang lima hari lima malamproklamasi kemerdekaan
ADVERTISEMENT
Previous Post

Rutan Kelas 1 Palembang Akan Optimalkan Pelayanan Berbasis HAM

Next Post

Terima Sepeda Motor, Epes; Terima Kasih Bapak Mayjen Agus Subiyanto

Editor Sumsel

Info Terkait

HUT ke 80 Kemerdekaan RI

Tujuh Belasan Ke 80 Ini Yang Dilakukan Pemprov Sumsel, Ini Yang Disampaikan

4 Agustus 2025
belajar sejarah lewat kuliner

Lukisan Mural Perang Lima Hari Lima Malam Dipasang Dibakso Granat Mas Aziz Bukit

6 Januari 2022

Berita Terbaru

THE 1O1 Palembang Rajawali Gelar CSR “1O1 Cares – Little Lungs, Big Care” untuk Dukung Kesehatan Anak di Kawasan TPA Karya Jaya

Ribuan Masker Dibagikan Kepada Masyarakat, Berikut Disampaikan Ketua Astindo Sumsel

Kematian Jon Daus Dipertanyakan, Keluarga Desak Polda Sumsel Segera Ekshumasi Jenazah

Polda Sumsel Tangani 62 Perkara Karhutla, Kapolda Tegaskan Penegakan Hukum Berbasis Ilmiah

Akselarasi Investasi Sumsel Harus Berkolaborasi Seluruh Pemangku Kepentingan, Ini Beberapa Hal Diungkap Kadis

Chairul Matdiah: Jangan Beri Ampun Korporasi Pembakar Lahan

Jaga Kondusivitas Sumsel, Bagindo Togar Apresiasi Dirintelkam Polda Sumsel Kedepankan Dialog dan Kolaborasi

Herison Bidik Yongmoodo Sumsel Mandiri, Pembinaan Atlet Diperluas ke 17 Kabupaten/Kota

Berita Populer

Bagikan Seribu Bingkisan Vitamin, Madu, Air Mineral, dan Masker FOKAL IMM Bergerak Bersama Peduli Kabut Asap

Bagikan Seribu Bingkisan Vitamin, Madu, Air Mineral, dan Masker FOKAL IMM Bergerak Bersama Peduli Kabut Asap
Reporter YN
14 Oktober 2026

Palembang,LamanQu.Com-Forum Komunikasi Alumni Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (FOKAL IMM) Sumatera Selatan terlihat melakukan kegiatan sosial membagikan seribu bingkisan berupa vitamin, madu,...

Read more

Ponpes Darul Quran Mufidatul Ilmi Menjadi Pilot Projek Penanaman Perdana GSMP, Ini Yang Disampaikan

Ponpes Darul Quran Mufidatul Ilmi Menjadi Pilot Projek Penanaman Perdana GSMP, Ini Yang Disampaikan
Reporter YN
17 Oktober 2026

Banyuasin,LamanQu.Com-Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel) dalam hal ini Gubernur Sumsel dan Pemerintah Kabupaten Banyuasin (Pemkab) dalam ini Bupati Banyuasin...

Read more

Bersama Masyarakat, Polda Sumsel Berantas Premanisme demi Keamanan dan Kelancaran Pembangunan

Bersama Masyarakat, Polda Sumsel Berantas Premanisme demi Keamanan dan Kelancaran Pembangunan
Reporter YN
14 Oktober 2026

PALEMBANG,LamanQu.Com— Polda Sumatera Selatan memperkuat komitmen dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat melalui penindakan terhadap aksi premanisme di seluruh wilayah...

Read more

Lebri Oktora Desak Kapolda Sumsel Usut Tuntas Dugaan Pengeroyokan Mahasiswa Cipayung dan Insan Pers

Pengeroyokan Mahasiswa Cipayung
Reporter Editor Sumsel
14 Oktober 2026

Palembang, LamanQu.Com — Konsultan Hukum dan Aktivis Sumatera Selatan dari Yayasan Bantuan Hukum Sumsel Berkeadilan, Lebri Oktora, S.H., mendesak Kapolda...

Read more

© 2026 DIgital Media Sriwijaya

  • Indeks
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Hubungi-kami
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi

© 2026 DIgital Media Sriwijaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In