• Indeks
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Hubungi-kami
Sabtu, November 7, 2026
No Result
View All Result
lamanqu.com
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi
No Result
View All Result
lamanqu.com
No Result
View All Result
kpid sumsel HUR RI Ke-81, oku selatan banner pemkab muba
ADVERTISEMENT
Home Serba Serbi Discovery

Kampung Harta Karun di Pulau Kemaro

Reporter Editor Sumsel
31 Oktober 2021
harta karun di pulau kemaro, harta karun di sungai musi, pemburu harta karun
Bagikan ke Whatsapp

lamanqu.com – Napas Budiman tersengal-sengal saat muncul ke permukaan air. Melepas masker oksigen yang menutupi seluruh wajahnya, tangan Budiman yang terulur disambut Badarudin yang menunggu di atas kapal.

Dari saku celananya menyembul barang-barang temuan dari dasar sungai. Pecahan keramik dikeluarkannya. Dari belakang celananya, Budiman mengeluarkan satu barang unik: benda tajam berbahan logam menyerupai mata tombak sepanjang 30 sentimeter dengan patahan kayu di pangkalnya.

Mata tombak itu benda paling menarik yang ditemukan oleh Budiman selama dua jam menyelam di Sungai Musi hari itu. Sisanya pecahan keramik, yang bisa dijual murah di Pasar Mingguan Cinde. Setengah hari itu, rombongan lima orang pemburu harta karun asal Pulau Kemaro ini belum mendapatkan emas.

Pulau Kemaro merupakan delta kecil yang terletak di timur laut pusat Kota Palembang, ibukota provinsi Sumatera Selatan. Luasnya hanya 79 hektar, pemukiman yang hanya ada di pesisir pulau berisi seratusan rumah tinggal. Sisanya merupakan kawasan wisata tempat Pagoda berlantai, makam putri Sriwijaya, Klenteng Hok Tjing Rio, Kuil Buddha, dan kawasan yang paling luas sawah padi rawa.

Geliat para penyelam Sungai Musi tidak terlepas dari aktivitas mencari balok kayu dan besi bekas di dasar sungai yang terjatuh dari kapal pengangkut barang sejak tahun 1970-an. Sejak dahulu pun barang-barang kuno sudah mulai ditemukan. Warga zaman dulu tidak mengetahui nilainya sehingga tidak banyak dikoleksi atau dijual kembali.

Namun sejak balok kayu dan besi bekas semakin sulit didapatkan, warga pun mulai mengetahui bahwa barang kuno tersebut bisa dijual mahal, ditambah semakin banyak orang yang ingin membeli barang tersebut, lama kelamaan fokus penyelaman mereka berganti menjadi pemburu harta karun.

Kini, hampir seluruh warga Pulau Kemaro berprofesi sebagai pemburu harta karun. Hanya warga lansia yang berusia lebih dari 60 tahun yang tak lagi aktif sebagai penyelam, hanya bertani dan penyedia jasa transportasi penyeberangan sungai. Sekitar 15 kapal asal Pulau Kemaro yang setiap harinya beroperasi mencari harta karun.

Salah satu warga lansia yang masih berprofesi sebagai pemburu harta adalah Hamid. Usianya 58 tahun, ikut dalam kapal milik Wisnu, salah satu pengepul dan cukong para pemburu harta. Hamid mengaku sudah melakoni profesi pemburu harta karun sejak 2009. Dulu, dirinya masih sanggup untuk menyelam hingga dua jam. Namun usia yang semakin tua memaksa dirinya hanya menjadi kru kapal dan mentor bagi para penyelam muda. Anak keenam Hamid, Budiman, bahkan menjadi penyelam pertama di tim ini.

“Memang yang berprofesi sebagai penyelam ini kebanyakan masih memiliki hubungan keluarga. Anak saya dua jadi penyelam, saya hanya membimbing dan membantu dari atas kapal saja kalau sekarang,” kata Hamid.

Sedangkan Badarudin, penyelam kedua di tim ini masih memiliki hubungan kekerabatan dengan Hamid. Dua generasi warga Pulau Kemaro yang sudah berprofesi sebagai penyelam sejak 1970, berhasil menggantungkan hidupnya dari mencari sisa-sisa peninggalan peradaban masa lalu.

Budiman sudah melakoni profesi penyelam Sungai Musi sejak empat tahun lalu. Bapak dua orang anak berusia 30 tahun ini memilih ikut dengan ayahnya mencari benda kuno agar dapur tetap mengepul.

Budi mengaku harus menjaga kondisi tubuhnya tetap fit agar bisa menyelam setiap harinya. Berbekal minyak gosok yang membuat tubuh hangat, Budi bisa bertahan menyelam hingga dua jam. Sungai Musi dengan kedalaman 15-25 meter dijajalnya setiap hari. Hanya selang yang terhubung antara mesin kompresor dengan hidungnya yang mempertahankan nyawanya. Sisanya gelap. Air keruh Sungai Musi membuat lingkungan tempat bekerjanya tak terlihat.

Budi hanya bisa meraba menggunakan tangan agar bisa memvisualisasikan alam sekitarnya. Tak jarang kaki Budi terluka karena menginjak kerikil, batu, bahkan sampah di dasar sungai yang berserakan. Namun diantara sampah itu, dengan bantuan visualisasi imajinasinya, Budi mengantongi barang-barang yang dibawanya ke permukaan.

“Kalau lagi pilek nggak bisa. Di bawah sangat dingin. Kalau sedang fit saya bisa bertahan dua jam menyelam. Tidak tentu berapa jamnya. Kalau sudah tidak kuat dingin, saya raih tali yang terhubung ke kapal, taring selang tiga kali kasih kode untuk dimatikan mesinnya, dan saya naik ke atas kapal,” kata Budi.

Yang paling mudah ditemukan oleh para pemburu harta karun di Sungai Musi adalah serbuk emas. Mereka menggunakan pompa air untuk menyedot pasir di dasar Sungai. Pasir yang seukuran kerikil dikumpulkan kemudian direndam ke dalam air merkuri. Proses tersebut akan memisahkan pasir dengan serbuk emas yang kemudian dikumpulkan.

Satu gram emas dihargai Rp500 ribu yang dijual ke penadah.

pemburu harta karun, harta karun di Sungai Musi

“Jumlah yang didapat tidak tentu per harinya. Namun sebulan bisa dapat Rp3-5 juta dari jual serbuk emas itu,” ujar Adi, salah satu penyelam lain.

Benda yang juga sering ditemukan adalah pecahan keramik berupa mangkuk, piring, atau gerabah. Pecahan barang berbahan keramik tidak mahal dijual, namun tetap laku dijual di Pasar Cinde. Pecahan keramik dihargai Rp50-100 ribu, tergantung keutuhannya. Namun barang kuno berbahan keramik yang ditemukan utuh bisa sangat berharga. Paling mahal bisa mencapai Rp10 juta, tergantung kelangkaannya saat diidentifikasi umurnya.

Manik-manik berwarna-warni pun masih banyak ditemukan di Sungai Musi, juga koin-koin kuno beraksara China. Manik-manik yang ditemukan berbentuk butiran, kemudian diuntai agar bisa dibuat gelang atau kalung.

Yang paling berharga adalah benda berbahan emas, baik itu cincin, anting, maupun potongan perhiasan yang tak utuh. Meskipun jarang ditemukan, namun sekali dapat bisa berharga sangat mahal. Cincin emas dengan simbol agama Buddha yang menjadi koleksi Wisnu, sejak ditemukan pada 2018 masih disimpannya dengan baik.

“Mau dijual sayang, tapi kalau ada yang menawar dengan harga sesuai bakal dilepas juga,” ujar Wisnu semringah.

Wisnu memiliki dua kapal, namun satu yang masih aktif beroperasi. Kekurangan kru menjadi alasan kapal lain milik dirinya masih menganggur.

Tags: barang temuan dari dasar sungaiberprofesi sebagai penyelamcukong para pemburu hartamencari harta karun
ADVERTISEMENT
Previous Post

Harga Emas 24 Karat di Pegadaian Kembali Turun

Next Post

Manchester United Kembali Bangkit Dengan Melibas Tottenham Hotspur Tanpa Perlawanan

Editor Sumsel

Info Terkait

No Content Available

Berita Terbaru

PPP Palembang Satu Suara, Dukung Keputusan DPP

Kepengurusan K3S SMA Swasta Dikota Palembang Sah Dikukuhkan, Berikut Beberapa Pesan Disampaikan

Refleksi Hari Pahlawan Dan Korelasi Perjuangan KOSGORO Dalam Bingkai Kebangsaan Masa Kini

PASTIKAN KEPATUHAN HUKUM YANG AKURAT, DISNAKERTRANS MUBA PUBLIKASIKAN PASAL-PASAL KRUSIAL DAN PASAL PENDUKUNG TINDAK LANJUT UU NO. 27 TAHUN 2026 TENTANG PELINDUNGAN KETENAGAKERJAAN

Terjun Padamkan Karhutla di PALI dan Muara Enim, PEP Adera 24 Kali Bantu Atasi Kabut Asap

PLN UP Bukit Asam Perkuat Ekonomi Desa, Kelompok Budidaya Jamur Terima Bantuan Peralatan

Taiwan dan Dunia Bersinergi Menciptakan Solusi Iklim

Penguatan Layanan Keagamaan dan Tata Kelola, Kakanwil Syafitri Irwan Lantik 42 Kepala KUA dan Tiga Kaur TU Madrasah

NasDem Sumsel Rayakan HUT ke-15 dengan Doa Bersama dan Aksi Berbagi dengan Anak Yatim

Berita Populer

Disnakertrans Muba Fasilitasi Mediasi Perselisihan PT Sriwijaya Nusantara Sejahtera dan SBPI KASBI

Disnakertrans Muba Fasilitasi Mediasi Perselisihan PT Sriwijaya Nusantara Sejahtera dan SBPI KASBI
Reporter YN
4 November 2026

SEKAYU,LamanQu. Com-Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Musi Banyuasin memfasilitasi mediasi lanjutan perselisihan hubungan industrial antara PT Sriwijaya Nusantara...

Read more

Bagikan Seribu Bingkisan Vitamin, Madu, Air Mineral, dan Masker FOKAL IMM Bergerak Bersama Peduli Kabut Asap

Bagikan Seribu Bingkisan Vitamin, Madu, Air Mineral, dan Masker FOKAL IMM Bergerak Bersama Peduli Kabut Asap
Reporter YN
14 Oktober 2026

Palembang,LamanQu.Com-Forum Komunikasi Alumni Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (FOKAL IMM) Sumatera Selatan terlihat melakukan kegiatan sosial membagikan seribu bingkisan berupa vitamin, madu,...

Read more

Ponpes Darul Quran Mufidatul Ilmi Menjadi Pilot Projek Penanaman Perdana GSMP, Ini Yang Disampaikan

Ponpes Darul Quran Mufidatul Ilmi Menjadi Pilot Projek Penanaman Perdana GSMP, Ini Yang Disampaikan
Reporter YN
17 Oktober 2026

Banyuasin,LamanQu.Com-Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel) dalam hal ini Gubernur Sumsel dan Pemerintah Kabupaten Banyuasin (Pemkab) dalam ini Bupati Banyuasin...

Read more

Bersama Masyarakat, Polda Sumsel Berantas Premanisme demi Keamanan dan Kelancaran Pembangunan

Bersama Masyarakat, Polda Sumsel Berantas Premanisme demi Keamanan dan Kelancaran Pembangunan
Reporter YN
14 Oktober 2026

PALEMBANG,LamanQu.Com— Polda Sumatera Selatan memperkuat komitmen dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat melalui penindakan terhadap aksi premanisme di seluruh wilayah...

Read more

© 2026 DIgital Media Sriwijaya

  • Indeks
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Hubungi-kami
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi

© 2026 DIgital Media Sriwijaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In