Oleh :
M. Sholatudin, S.T
Ketua PDK Kosgoro 1957 Kota Palembang
Palembang,LamanQu.Com
SEKILAS SEJARAH 10 NOVEMBER
Hari Pahlawan yang diperingati setiap 10 November merupakan salah satu peristiwa bersejarah yang ditandai oleh pertempuran Surabaya tahun 1945 antara pasukan dan rakyat Indonesia melawan tentara asing (Sekutu).
Peristiwa di Surabaya tersebut tentunya dilatarbelakangi oleh berakhirnya Perang Dunia 2 yang dimenangkan oleh pihak Sekutu ( Inggris, Francis, Uni Soviet dan Amerika) atas pihak Axis (Jerman, Italia dan Jepang). Kemenangan Sekutu itu ternyata membawa pengaruh besar di Indonesia.
Sebelum perang dunia, kita tahu Indonesia saat itu dijajah oleh Belanda. Dan meletusnya Perang Dunia 2, Jepang dengan ekspansinya ke Pasifik berhasil mengalahkan dan mengusir Belanda dari Indonesia.
Akan tetapi, pada tahun 1945 Perang Dunia 2 mencapai puncaknya dengan kekalahan Jepang, Jerman dan Italia atas Sekutu.
Kekalahan Jepang tersebut disambut gembira Rakyat Indonesia dan pada tanggal 17 Agustus 1945 Bangsa Indonesia menyatakan kemerdekaannya yang bebas dari penjajahan bangsa asing.
Jepang yang kalah dan Indonesia menyatakan kemerdekaannya ternyata membuat Belanda ingin menjajah Indonesia kembali. Lewat pasukan Inggris, Belanda tergabung dalam AFNEI datang ke Surabaya pada 25 Oktober 1945 dengan dalih melucuti tentara Jepang dan membebaskan tawanan.
Namun Inggris bersama Belanda lewat NICA (Netherlands Indies Civil Administration) berniat mengembalikan kekuasaan Belanda di Indonesia. Siasat Belanda itu diketahui oleh Rakyat Indonesia, maka terjadilah beberapa insiden yang menewaskan Brigjen Mallaby (30 Oktober 1945) Pemimpin tentara Inggris di Jawa Timur yang menyulut kemarahan pihak Inggris.
Inggris mengeluarkan ultimatum agar rakyat Surabaya menyerahkan seluruh senjata dan menyerah paling lambat 10 November 1945 pukul 06.00 pagi. Ultimatum itu ditolak tegas oleh rakyat dan para pejuang hingga Inggris menggempur Surabaya dari darat, laut, dan udara.
Para pejuang seperti Bung Tomo, KH Hasyim Asy’ari, dan KH Wahab Hasbullah yang menggerakkan santri serta milisi, rakyat Surabaya untuk melawan Inggris. Perlawanan rakyat Surabaya itulah yang kita kenang sebagai Hari Pahlawan 10 November.
TRIP JAWA TIMUR DAN LAHIRNYA KOSGORO
Tentara Republik Indonesia Pelajar (TRIP) adalah salah satu kesatuan barisan pemuda dan pelajar yang ikut berjuang mati-matian dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia, termasuk pada peristiwa Pertempuran Surabaya 10 November 1945.
Setelah berjalannya waktu dari peristiwa Surabaya dalam mempertahankan kemerdekaan, para pahlawan pejuang khususnya dari tentara pelajar itu kemudian mendirikan organisasi bernama KOSGORO yang bertepatan dengan hari Pahlawan 10 November.
KOSGORO didirikan oleh Mas Isman bersama para mantan pejuang Tentara Republik Indonesia Pelajar (TRIP) Jawa Timur serta para mantan pejuang kemerdekaan 1945 adalah sebagai pengingat bagi para kadernya untuk mewarisi jiwa kepahlawanan, nasionalisme, dan tekad para pejuang dalam mengisi kemerdekaan Indonesia di masa-masa mendatang.
Dalam kerja-kerjanya Kosgoro membentuk koperasi simpan pinjam dan usaha untuk membantu ekonomi rakyat pasca-kemerdekaan. Kini Kosgoro menyalakan kembali semangat gotong royong untuk membangun kemandirian ekonomi masyarakat melalui pemberdayaan UMKM, koperasi, serta peningkatan mutu pendidikan nasional.
HARI PAHLAWAN DAN KORELASI SEMANGAT KOSGORO DALAM BINGKAI KEBANGSAAN
Sejarah 10 November dan momentum lahirnya Kosgoro adalah sebagai pengingat bahwa kemerdekaan diraih oleh para pahlawan dengan pengorbanan jiwa, raga, dan air mata bukan pemberian atau hadiah dari penjajah. Oleh karena itu Kemerdekaan harus diisi dengan pengabdian demi kemajuan dan kesejahteraan bangsa.
Jika dulu para pahlawan berjuang dengan mengangkat senjata, maka generasi saat ini harus berjuang melawan kebodohan, kemiskinan, dan kerusakan lingkungan. Lalu memajukan bangsa hingga di kancah internasional.
Kita sebagai penerus bangsa merayakan hari pahlawan ini tidak hanya sekadar secara seremonial saja, melainkan menghidupkan kembali nilai-nilai kepahlawanan melalui kontribusi nyata lewat keahlian masing-masing dengan satu tujuan demi kemaslahatan rakyat Indonesia.
Hari Pahlawan dan HUT Kosgoro yang sama-sama jatuh pada tanggal 10 November hendaknya direfleksikan dengan selalu berpihak pada kepentingan masyarakat luas, khususnya rakyat di ekonomi akar rumput. Serta memperkokoh rasa kesetiakawanan dan gotong royong antar sesama masyarakat Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat adil dan makmur.
Untuk mengenang jasa perjuangan para pahlawan kita itu, mari kita ucapkan terima kasih serta mengheningkan cipta sebentar untuk mendoakan para pahlawan-pahlawan pejuang bangsa yang sudah mendahului kita agar supaya mereka mendapatkan tempat di sisi surganya Allah SWT. Karena Bangsa yang besar adalah bangsa yang bisa menghargai jasa para pahlawannya.
Salam Pengabdian, kerakyatan dan solidaritas.










