• Indeks
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Hubungi-kami
Selasa, Mei 26, 2026
No Result
View All Result
lamanqu.com
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi
No Result
View All Result
lamanqu.com
No Result
View All Result
danau ranau, oku selatan banner pemkab muba
ADVERTISEMENT
Home News Kesehatan

Mana Yang Prioritas..! Undang Undang Wabah Penyakit Menular Atau Hak Pasien?

Reporter Editor Sumsel
21 Desember 2020
Mana Yang Prioritas..! Undang Undang Wabah Penyakit Menular Atau Hak Pasien?

Wahyudi, Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi, Mahasiswa  Magister Hukum  Universitas Hang Tuah Surabaya

Bagikan ke Whatsapp

(Pulang Paksa Pasien  COVID–19 Dikatakan Melanggar Aturan Tentang Wabah, Benarkah?)

PALEMBANG, lamanqu.com–Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2). Virus ini merupakan jenis baru yang belum pernah diidentifikasi pada manusia. Virus ini menular melalui percikan dahak (droplet) dari saluran pernapasan, misalnya ketika berada di ruang tertutup yang ramai dengan sirkulasi udara yang kurang baik atau kontak langsung dengan droplet.

Demam, batuk, dan sesak napas merupakan gejala umum infeksi COVID-19 yang diawali dengan masa inkubasi rata-rata 5 sampai dengan 6 hari. Pada infeksi yang berat akan menimbulkan komplikasi pneumonia, sindroma pernafasan akut, gagal ginjal, hingga kematian.

Keputusan Presiden Nomor 11 Tahun 2020 tentang Penetapan Kedaruratan Kesehatan Masyarakat Corona Virus Disease 2019 (COVID-19). Dengan dikeluarkannya Keputusan Presiden tersebut menetapkan COVID-19 sebagai jenis penyakit yang menimbulkan Kedaruratan Kesehatan Masyarakat (KKM) dan menetapkan KKM COVID-19 di Indonesia yang wajib dilakukan upaya penanggulangan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

COVID-19 bisa menyerang siapa saja. Menurut data yang dirilis Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Republik Indonesia, jumlah kasus terkonfirmasi positif semakin meningkat. Untuk wilayah Provinsi Sumatera Selatan sendiri per tanggal 12 Desember 2020 didapatkan 10.226 total kasus. Dimana angka tersebut dapat lebih besar dikarenakan terdapat beberapa kasus suspek COVID-19 yang menolak untuk dilakukan pemeriksaan dan pengobatan lanjutan.

Adapun beberapa kasus pasien suspek COVID-19 maupun terkonfirmasi positif COVID-19 yang menolak untuk dirawat di Rumah Sakit mereka minta pulang paksa karena beberapa alasan, seperti merasa sudah tidak tahan di rumah sakit, atau takut efek ketakutan yang disebabkan stigma negatif penderita COVID-19.

Pada bulan Juli 2020 pemerintah dalam hal ini Kementrian Kesehatan mengeluarkan panduan untuk kriteria terbaru kasus COVID-19 yang terdiri dari kasus Suspek, Kasus Probable, Kasus Konfirmasi.

Kasus suspek apabila seseorang yang memiliki salah satu dari kriteria berikut:

Orang dengan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) DAN pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala memiliki riwayat perjalanan atau tinggal di negara/wilayah Indonesia yang melaporkan transmisi lokal.

Orang dengan salah satu gejala/tanda ISPA dan pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala memiliki riwayat kontak dengan kasus konfirmasi/probable COVID-19.

Orang dengan ISPA berat/pneumonia berat yang membutuhkan perawatan di rumah sakit DAN tidak ada penyebab lain berdasarkan gambaran klinis yang meyakinkan.

 Kasus Probable  

Kasus suspek dengan ISPA Berat/ARDS/meninggal dengan gambaran klinis yang meyakinkan COVID-19 DAN belum ada hasil pemeriksaan laboratorium RT-PCR.

Kasus Konfirmasi

Seseorang yang dinyatakan positif terinfeksi virus COVID-19 yang dibuktikan dengan pemeriksaan laboratorium RT-PCR. Kasus konfirmasi dibagi menjadi kasus konfirmasi dengan gejala (simptomatik) dan kasus konfirmasi tanpa gejala (asimptomatik).

Prinsip dasar upaya penanggulangan COVID-19 bertumpu pada penemuan kasus suspek/probable (find), yang dilanjutkan dengan upaya untuk isolasi (isolate) dan pemeriksaan laboratorium (test). Ketika hasil test RT-PCR positif dan pasien dinyatakan sebagai kasus konfirmasi, maka tindakan selanjutnya adalah pemberian terapi sesuai dengan protokol.

Hingga saat ini WHO merekomendasikan pemeriksaan molekuler sebagai goldstandar untuk pasien dugaan COVID-19. Pemeriksaan yang dimaksud seperti swab PCR ataupun swab TCM. Untuk rapid test sendiri tidak digunakan sebagai diagnosis, tetapi digunakan skrining pada populasi spesifik atau pada situasi khusus. WHO merekomendasikan penggunaan Rapid Test sebatas penelitian epidemiologi dan penelitian lainnya.

Salah satu permasalahan yang timbul di rumah sakit saat ini yang sering timbul dimana pasien yang sudah didiagnosa dengan kasus suspek menunggu beberapa hari hasil swab PCR, sehingga menimbulkan kecemasan dan kekhawatiran karena harus ditempatkan di ruangan isolasi sehingga tidak sedikit yang melakukan tindakan pulang paksa atas permintaan sendiri.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 mengingatkan kepada seluruh masyarakat untuk tidak membawa pulang paksa jenazah Covid-19. Tindakan tersebut bisa dikategorikan tindak pidana, didenda dan juga membahayakan keluarga serta orang lain. Tindakan jemput paksa pasien COVID-19 ini melanggar Undang-Undang No. 6 tahun 2018 tentang tentang Kekarantinaan Kesehatan. Selain itu, tindakan ini membuat dinas kesehatan harus melakukan tracing terhadap keluarga pasien, agar tidak terjadi klaster baru.

Namun ada beberapa orang beranggapan bahwa pasien juga memiliki hak untuk menolak tindakan medis. Jika dilihat dari sudut pandang tentang Hak Pasien, telah diatur dalam Pasal 32 Undang-Undang No. 44 Tahun 2009 Tentang Rumah Sakit  pasien mempunyai haknya tersendiri.

Tetapi dalam dalam hal rumah sakit juga berhak atas atas kesehatan pasien pasien. Apabilah pasien COVID-19 ini tidak berkenan menuruti prosedur pemeriksaan kesehatan, maka pasien dapat dijerat dengan Pasal 14 ayat (1) dan  (2) Undang-UndangNo. 4 tahun. 1984 tentang Wabah Penyakit Menular yang mengatur: Barang siapa dengan sengaja menghalangi pelaksanaan penanggulangan wabah sebagaimana diatur dalam Undang-Undang ini, diancam dengan pidana penjara selama-lamanya 1 (satu) tahun dan/atau denda setinggi-tingginya Rp 1.000.000,- (satu juta rupiah). Barang siapa karena kealpaannya mengakibatkan terhalangnya pelaksanaan penanggulangan wabah sebagaimana diatur dalam Undang-Undang ini, diancam dengan pidana kurungan selama-lamanya 6 (enam) bulan dan/atau denda setinggi-tingginya Rp 500.000,- (lima ratus ribu rupiah).

Disini butuh peran aktif kita sebagai masyarakat bukan hanya bertumpu kepada Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Republik Indonesia. Masyarakat diharapkan tidak memberikan stigma negatif apabila mengetahui ada tetangga yang telah terkonfirmasi COVID-19 ataupun baru dinyatakan suspek dan tidak menolak untuk dilakukan pemeriksaan lanjutan ataupun bahkan perawatan.

Pemerintah diharapkan menyediakan dan memberikan pelayanan yang cepat dan berstandar yang berhubungan dalam menentukan diagnosa. Seperti menambah fasilitas swab PCR yang ada di masing-masing daerah dengan waktu tunggu hasil yang singkat. Dengan demikian kasus yang suspek akan cepat mendapat kepastian.(*)

Penulis : Wahyudi, Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi, Mahasiswa         

                  Magister Hukum  Universitas Hang Tuah Surabaya

 

 

 

 

Tags: Covid-19Dokter Spesialis Obstetri dan GinekologiMagister HukumUndang undang KesehatanUndang Undang Rumah SakitUniversitas Hang Tuah Surabayawabah penyakit menularWahyudi
ADVERTISEMENT
Previous Post

Tahun 2021 Pemkab Muba Rencanakan Pengangkatan PPPK dan ASN

Next Post

Santer Nama Cik Ani Dicalonkan Ketua Karang Taruna, Dukungan Pun Mengalir

Editor Sumsel

Info Terkait

posko pancur pungah pastikan Pemudik Tidak Membawa Virus

 Cek Poin Kantor Lurah Pancur Pungah Pastikan Pemudik Bebas Covid 19 Demi Kenyamanan Bersama

3 Mei 2021
30 Ribu Vaksin Telah Tiba di Sumsel

Herman Deru : Tidak Ada Alasan Menolak Vaksinasi

6 Januari 2021
Update COVID-19 Muba: Nihil Penambahan Kasus

Update COVID-19 Muba: Nihil Penambahan Kasus

26 Desember 2020
Musyawarah Desa Gunung Terang, Disebut BLT DD Terus Dilanjutkan Karena Covid Belum Berakhir

Musyawarah Desa Gunung Terang, Disebut BLT DD Terus Dilanjutkan Karena Covid Belum Berakhir

19 Desember 2020
wabah penyakit menular, apresiasi dan penghargaan, bahaya Covid-19, dampak Pandemi Covid-19, pola tatanan kehidupan masyarakat, peningkatan disiplin

Raperda Peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukum Dikaji Lebih Dalam

16 November 2020
wabah penyakit menular, bencana nasional, Forkompimda

Penegakan Hukum Penting Untuk Mencegah Wabah Penyakit Menular

10 November 2020

Berita Terbaru

Prof Sri Rahayu: Jambore Sumsel Harus Berlanjut dan Masuk Agenda Wisata Tahunan Sumsel

Sering Salah Sasaran, Chairul S Matdiah Jelaskan Mengapa Gubernur Tak Bisa Perbaiki Semua Jalan Rusak

PWNU Sumsel dan DPW PKB Gelar Mancing Bersama, Perkuat Sinergi untuk Umat

Ketua DPRD Sumsel Andie Dinialdie Titip Pesan Persatuan untuk AMKI Sumsel

PLN Sampaikan Progres Pemulihan Kelistrikan di Sumatra, Pulih bertahap, Lebih dari 8,3 juta Pelanggan Telah Menikmati Kembali Pasokan Listrik

Fakar Indonesia Dorong Pembentukan Akademik Khusus Cetak Guru Profesional

Targetkan Generasi Muda, Acara LIKE IT 2026 Resmi Diluncurkan di Yogyakarta

Laga Persib vs Persijap, KAI Bandung Imbau Penumpang Tak Pakai Atribut Bola

Program MBG Lindungi ASI Eksklusif, Kepala BGN Luruskan Aturan Makan Bergizi Gratis

Berita Populer

Program MBG Lindungi ASI Eksklusif, Kepala BGN Luruskan Aturan Makan Bergizi Gratis

Program MBG, ASI Eksklusif
Reporter lian
23 Mei 2026

LamanQu.Com - Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana meluruskan kabar miring soal Program Makan Bergizi Gratis. Oleh karena itu, pihaknya...

Read more

SPMB Ramah 2026 Sumsel Diluncurkan, Penerimaan Siswa Objektif, Transparan, Akuntabel, Berkeadilan dan Tanpa Diskriminasi

SPMB Ramah 2026 Sumsel Diluncurkan, Penerimaan Siswa Objektif, Transparan, Akuntabel, Berkeadilan dan Tanpa Diskriminasi
Reporter YN
23 Mei 2026

Palembang,LamanQu. Com-Peluncuran Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Ramah Tahun 2026 Provinsi Sumatera Selatan resmi digelar di Aula SMA Negeri 1...

Read more

Wakil Ketua DPRD Sumsel Nopianto Hadiri Peluncuran SPMB 2026 Sumsel, Siap Awasi SPMP Secara Menyeluruh

Wakil Ketua DPRD Sumsel Nopianto Hadiri Peluncuran SPMB 2026 Sumsel, Siap Awasi SPMP Secara Menyeluruh
Reporter YN
23 Mei 2026

Palembang, LamanQu.Com - Peluncuran Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Ramah Tahun 2026 Provinsi Sumatera Selatan resmi digelar di Aula SMA...

Read more

Gandeng Green Diplomacy Network, Wapres Gibran Pacu Kualitas SDM Muda di Kancah Global

Green Diplomacy Network
Reporter lian
21 Mei 2026

LamanQu.Com - Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming menerima kunjungan kehormatan dari perwakilan Green Diplomacy Network (GDN) di Istana Wakil Presiden,...

Read more

© 2026 DIgital Media Sriwijaya

  • Indeks
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Hubungi-kami
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi

© 2026 DIgital Media Sriwijaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In