• Indeks
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Hubungi-kami
Sabtu, Oktober 24, 2026
No Result
View All Result
lamanqu.com
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi
No Result
View All Result
lamanqu.com
No Result
View All Result
kpid sumsel HUR RI Ke-81, oku selatan banner pemkab muba
ADVERTISEMENT
Home News

Ratusan Guru “Ngadu” Ke DPRD Sumsel, Tuntut Upah Layak Dan Deskriminatif Batasan Usia CPNS K2

Reporter Editor Sumsel
5 Oktober 2018
Ratusan Guru “Ngadu” Ke DPRD Sumsel, Tuntut Upah Layak Dan Deskriminatif Batasan Usia CPNS K2
Bagikan ke Whatsapp

Palembang, lamanqu.com — Guru pahlawan tanpa tanda jasa tak ada berani bantah. Tapi apakah cita cita jadi guru prioritas impian anak anak ber-IQ tinggi ? Ada mungkin tak banyak. Disitu lah pandangam negara kita terhadap profesi yang memiliki beban penting dalam kecerdasan bangsa. Tak ada gunanya anggaran pendidikan diatas kertas 20 {8683c2092de492d2a190cf7fbc06166f47c1e4e1eec97bd8c795afb1b4b0e460} yang legitimacy selangit tapi indeks pembangunan kecerdasan spiritual samar habis ditelan indikator tak jelas.

Miris, Tabiat anak kian tak tahu arah diserbuh pengaruh gudget menumpulkan semua tehnik pedagogik bias pendidikan modern terlalu teoritis menghabiskan anggaran tak jelas. Dibalik itu juga penghargaan profesi ini dikucilkan tak dihargai jerih payah mereka tak ada nilai.

Sewajar nya jika para pejuang kecerdasan anak bangasa ini dalam jumlah ratusan, mereka tergabung dalam guru guru honorer K2 Sumsel melakukan aksi demo di DPRD Provinsi Sumsel, Kamis (04/10/2018).

Suasana saat berlangsungnya aksi

Mereka mendesak DPRD Provinsi Sumsel untuk melayangkan surat ke Presiden agar tidak membatasi usia honor K2 yang mengikuti pendaftaran CPNS 2018. Selain itu, mereka meminta Gubernur beserta Walikota dan Bupati agar memberikan insentif khusus kepada honor K2 berdasarkan Upah Minimum Guru (UMG).

Salah seorang guru yang berorasi Syahrial mengatakan, demo ini untuk menyampaikan aspirasi terkait nasib guru honor K2. “Kami kesini dengan niat baik, menangis memperjuangkan nasib kami. Kami menyampaikan aspirasi karena sudah dibuka pembukaan CPNS. Penerimaan CPNS khususnya honorer mengalami hambatan aturan yang dibatasi usia maksimal 35 tahun. Padahal guru honorer K2 ini usianya banyak diatas 35 tahun, karena ada yang mengabdi lebih dari 15 tahun, 25 tahun,” ujarnya.

Dia menambahkan, pengabdian guru honor K2 ini sudah dianalisis oleh organisasi PGRI. Jumlah guru honor K2 sebanyak 7.033 guru. “Usia guru honor K2 disini ada yang 50 tahun, 45 tahun. Gaji guru honor ada yang Rp 250 ribu. Kami minta legislatif untuk menyampaikan aspirasi kami ke pusat, ” katanya.

Jika aturan usia 35 tahun itu sudah dikunci, lanjut dia, pihaknya berharap ada jalan keluarnya. Apalagi sudah 9 bulan guru honor K2 ini belum gajian. Artinya harus ada Pergub, atau Perbub dan Perwali yang melegalkan dana BOS agar dapat digunakan untuk menggaji guru honor.

“Kami minta batasan umur yang boleh ikut CPNS boleh 45 tahun. Apabila terjadi hambatan soal usia, honor guru honorer janganlah dipersulit. Karena guru telah berpuluh-puluh tahun mengabdi. Kalau tidak lulus CPNS, kami minta guru honorer dijadikan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) atau pegawai kontrak tanpa tes. Kalau pemerintah pusat memberikan kuota guru honorer menjadi P3K, perbanyaklah diurut berdasarkan umur,” katanya.

Selain itu, lanjut dia, pihaknya berharap Gubernur membuat Pergub atau Perbup atau Perwali, dan DPRD menyetujui agar ada anggaran dari Pemda untuk guru honor. “Kami berharap ada Upah Minimum Guru (UMG) Rp 1 juta. Mudah-mudahan aspirasi kami bisa diterima, ” ucapnya.

Menanggapai aksi demo, Anggota Komisi V Aksweni menuturkan, pihaknya akan memperjuangkan kesejahteraan guru. “Saya mewakili 75 anggota DPRD Sumsel, kami bisa terpilih berkat dukungan para guru. Kami akan memperjuangkan nasib 7.033 guru,” katanya.

Dia menuturkan, pemerintah harus melakukan pendataan guru honor K2. “Yang tidak lulus tes CPNS, harusnya diangkat P3K. Kita akan berjuang untuk mensejehterakan guru. Kami akan menyampaikan ke Presiden, Menteri terkait, ” tandasnya.

Sementara itu, Ketua PGRI Sumsel A Zulinto mengatakan, para guru honorer ini datang kesini untuk menyampaikan aspirasi ke DPRD Sumsel. Mereka meminta pengecualian, kalau bisa diangkat menjadi CPNS. “Buatlah pengecualian, mereka ada yang mengabdi 13 tahun, 25 tahun. Kalaupun yang tidak lulus CPNS, maka angkatlah jadi pegawai kontrak. Kita bicara instansi, kita sampaikan aspirasi mereka,” bebernya.

Zulinto menuturkan, guru honor berjuang agar mereka diangkat menjadi CPNS. Itu wajar, karena sekarang ada honorer yang usianya diatas 35 tahun. “Kami minta Kepres, masalah usia itu tidak dibatasi. Kalau usianya dibatasi 45 tahun, itu wajar,” bebernya.

Zulinto mengungkapkan, Kepres P3K harus dilaksanakan. “Kita berharap usia tertua diangkat P3K sampai kuotanya,” ucapnya.

Sementara itu, Gubernur Sumsel Herman Deru mengungkapkan, secara pribadi dirinya memahami apa mau mereka. “Mereka mengabdi ada yang 25 tahun. Saya akan diskusikan dengan Menpan agar ada regulasi khusus,” katanya.

Herman Deru mengatakan, dirinya sebagai utusan Pemerintah pusat di daerah, dia menghimbau Bupati dan Walikota agar memberikan honor yang memadai untuk guru honor. “Ke Pusat akan saya sampaikan agar mereka diangkat. Apalagi disini kekurangan guru, ” pungkasnya. (RS)

Tags: Guru honor K2 melakukan aksi ke DPRD Sumsel
ADVERTISEMENT
Previous Post

Tempatkan Kontraktor Lokal “Leading Development”, Gubernur Deru Membuka Musda IV DPD Gapeksindo Sumsel

Next Post

Air PDAM Keruh, Begini Penjelasannya

Editor Sumsel

Info Terkait

No Content Available

Berita Terbaru

THE 1O1 Palembang Rajawali Gelar CSR “1O1 Cares – Little Lungs, Big Care” untuk Dukung Kesehatan Anak di Kawasan TPA Karya Jaya

Ribuan Masker Dibagikan Kepada Masyarakat, Berikut Disampaikan Ketua Astindo Sumsel

Kematian Jon Daus Dipertanyakan, Keluarga Desak Polda Sumsel Segera Ekshumasi Jenazah

Polda Sumsel Tangani 62 Perkara Karhutla, Kapolda Tegaskan Penegakan Hukum Berbasis Ilmiah

Akselarasi Investasi Sumsel Harus Berkolaborasi Seluruh Pemangku Kepentingan, Ini Beberapa Hal Diungkap Kadis

Chairul Matdiah: Jangan Beri Ampun Korporasi Pembakar Lahan

Jaga Kondusivitas Sumsel, Bagindo Togar Apresiasi Dirintelkam Polda Sumsel Kedepankan Dialog dan Kolaborasi

Herison Bidik Yongmoodo Sumsel Mandiri, Pembinaan Atlet Diperluas ke 17 Kabupaten/Kota

Berita Populer

Bagikan Seribu Bingkisan Vitamin, Madu, Air Mineral, dan Masker FOKAL IMM Bergerak Bersama Peduli Kabut Asap

Bagikan Seribu Bingkisan Vitamin, Madu, Air Mineral, dan Masker FOKAL IMM Bergerak Bersama Peduli Kabut Asap
Reporter YN
14 Oktober 2026

Palembang,LamanQu.Com-Forum Komunikasi Alumni Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (FOKAL IMM) Sumatera Selatan terlihat melakukan kegiatan sosial membagikan seribu bingkisan berupa vitamin, madu,...

Read more

Ponpes Darul Quran Mufidatul Ilmi Menjadi Pilot Projek Penanaman Perdana GSMP, Ini Yang Disampaikan

Ponpes Darul Quran Mufidatul Ilmi Menjadi Pilot Projek Penanaman Perdana GSMP, Ini Yang Disampaikan
Reporter YN
17 Oktober 2026

Banyuasin,LamanQu.Com-Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel) dalam hal ini Gubernur Sumsel dan Pemerintah Kabupaten Banyuasin (Pemkab) dalam ini Bupati Banyuasin...

Read more

Bersama Masyarakat, Polda Sumsel Berantas Premanisme demi Keamanan dan Kelancaran Pembangunan

Bersama Masyarakat, Polda Sumsel Berantas Premanisme demi Keamanan dan Kelancaran Pembangunan
Reporter YN
14 Oktober 2026

PALEMBANG,LamanQu.Com— Polda Sumatera Selatan memperkuat komitmen dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat melalui penindakan terhadap aksi premanisme di seluruh wilayah...

Read more

Lebri Oktora Desak Kapolda Sumsel Usut Tuntas Dugaan Pengeroyokan Mahasiswa Cipayung dan Insan Pers

Pengeroyokan Mahasiswa Cipayung
Reporter Editor Sumsel
14 Oktober 2026

Palembang, LamanQu.Com — Konsultan Hukum dan Aktivis Sumatera Selatan dari Yayasan Bantuan Hukum Sumsel Berkeadilan, Lebri Oktora, S.H., mendesak Kapolda...

Read more

© 2026 DIgital Media Sriwijaya

  • Indeks
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Hubungi-kami
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi

© 2026 DIgital Media Sriwijaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In