• Indeks
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Hubungi-kami
Selasa, Mei 26, 2026
No Result
View All Result
lamanqu.com
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi
No Result
View All Result
lamanqu.com
No Result
View All Result
danau ranau, oku selatan banner pemkab muba
ADVERTISEMENT
Home News

Ratusan Guru “Ngadu” Ke DPRD Sumsel, Tuntut Upah Layak Dan Deskriminatif Batasan Usia CPNS K2

Reporter Editor Sumsel
5 Oktober 2018
Ratusan Guru “Ngadu” Ke DPRD Sumsel, Tuntut Upah Layak Dan Deskriminatif Batasan Usia CPNS K2
Bagikan ke Whatsapp

Palembang, lamanqu.com — Guru pahlawan tanpa tanda jasa tak ada berani bantah. Tapi apakah cita cita jadi guru prioritas impian anak anak ber-IQ tinggi ? Ada mungkin tak banyak. Disitu lah pandangam negara kita terhadap profesi yang memiliki beban penting dalam kecerdasan bangsa. Tak ada gunanya anggaran pendidikan diatas kertas 20 {8683c2092de492d2a190cf7fbc06166f47c1e4e1eec97bd8c795afb1b4b0e460} yang legitimacy selangit tapi indeks pembangunan kecerdasan spiritual samar habis ditelan indikator tak jelas.

Miris, Tabiat anak kian tak tahu arah diserbuh pengaruh gudget menumpulkan semua tehnik pedagogik bias pendidikan modern terlalu teoritis menghabiskan anggaran tak jelas. Dibalik itu juga penghargaan profesi ini dikucilkan tak dihargai jerih payah mereka tak ada nilai.

Sewajar nya jika para pejuang kecerdasan anak bangasa ini dalam jumlah ratusan, mereka tergabung dalam guru guru honorer K2 Sumsel melakukan aksi demo di DPRD Provinsi Sumsel, Kamis (04/10/2018).

Suasana saat berlangsungnya aksi

Mereka mendesak DPRD Provinsi Sumsel untuk melayangkan surat ke Presiden agar tidak membatasi usia honor K2 yang mengikuti pendaftaran CPNS 2018. Selain itu, mereka meminta Gubernur beserta Walikota dan Bupati agar memberikan insentif khusus kepada honor K2 berdasarkan Upah Minimum Guru (UMG).

Salah seorang guru yang berorasi Syahrial mengatakan, demo ini untuk menyampaikan aspirasi terkait nasib guru honor K2. “Kami kesini dengan niat baik, menangis memperjuangkan nasib kami. Kami menyampaikan aspirasi karena sudah dibuka pembukaan CPNS. Penerimaan CPNS khususnya honorer mengalami hambatan aturan yang dibatasi usia maksimal 35 tahun. Padahal guru honorer K2 ini usianya banyak diatas 35 tahun, karena ada yang mengabdi lebih dari 15 tahun, 25 tahun,” ujarnya.

Dia menambahkan, pengabdian guru honor K2 ini sudah dianalisis oleh organisasi PGRI. Jumlah guru honor K2 sebanyak 7.033 guru. “Usia guru honor K2 disini ada yang 50 tahun, 45 tahun. Gaji guru honor ada yang Rp 250 ribu. Kami minta legislatif untuk menyampaikan aspirasi kami ke pusat, ” katanya.

Jika aturan usia 35 tahun itu sudah dikunci, lanjut dia, pihaknya berharap ada jalan keluarnya. Apalagi sudah 9 bulan guru honor K2 ini belum gajian. Artinya harus ada Pergub, atau Perbub dan Perwali yang melegalkan dana BOS agar dapat digunakan untuk menggaji guru honor.

“Kami minta batasan umur yang boleh ikut CPNS boleh 45 tahun. Apabila terjadi hambatan soal usia, honor guru honorer janganlah dipersulit. Karena guru telah berpuluh-puluh tahun mengabdi. Kalau tidak lulus CPNS, kami minta guru honorer dijadikan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) atau pegawai kontrak tanpa tes. Kalau pemerintah pusat memberikan kuota guru honorer menjadi P3K, perbanyaklah diurut berdasarkan umur,” katanya.

Selain itu, lanjut dia, pihaknya berharap Gubernur membuat Pergub atau Perbup atau Perwali, dan DPRD menyetujui agar ada anggaran dari Pemda untuk guru honor. “Kami berharap ada Upah Minimum Guru (UMG) Rp 1 juta. Mudah-mudahan aspirasi kami bisa diterima, ” ucapnya.

Menanggapai aksi demo, Anggota Komisi V Aksweni menuturkan, pihaknya akan memperjuangkan kesejahteraan guru. “Saya mewakili 75 anggota DPRD Sumsel, kami bisa terpilih berkat dukungan para guru. Kami akan memperjuangkan nasib 7.033 guru,” katanya.

Dia menuturkan, pemerintah harus melakukan pendataan guru honor K2. “Yang tidak lulus tes CPNS, harusnya diangkat P3K. Kita akan berjuang untuk mensejehterakan guru. Kami akan menyampaikan ke Presiden, Menteri terkait, ” tandasnya.

Sementara itu, Ketua PGRI Sumsel A Zulinto mengatakan, para guru honorer ini datang kesini untuk menyampaikan aspirasi ke DPRD Sumsel. Mereka meminta pengecualian, kalau bisa diangkat menjadi CPNS. “Buatlah pengecualian, mereka ada yang mengabdi 13 tahun, 25 tahun. Kalaupun yang tidak lulus CPNS, maka angkatlah jadi pegawai kontrak. Kita bicara instansi, kita sampaikan aspirasi mereka,” bebernya.

Zulinto menuturkan, guru honor berjuang agar mereka diangkat menjadi CPNS. Itu wajar, karena sekarang ada honorer yang usianya diatas 35 tahun. “Kami minta Kepres, masalah usia itu tidak dibatasi. Kalau usianya dibatasi 45 tahun, itu wajar,” bebernya.

Zulinto mengungkapkan, Kepres P3K harus dilaksanakan. “Kita berharap usia tertua diangkat P3K sampai kuotanya,” ucapnya.

Sementara itu, Gubernur Sumsel Herman Deru mengungkapkan, secara pribadi dirinya memahami apa mau mereka. “Mereka mengabdi ada yang 25 tahun. Saya akan diskusikan dengan Menpan agar ada regulasi khusus,” katanya.

Herman Deru mengatakan, dirinya sebagai utusan Pemerintah pusat di daerah, dia menghimbau Bupati dan Walikota agar memberikan honor yang memadai untuk guru honor. “Ke Pusat akan saya sampaikan agar mereka diangkat. Apalagi disini kekurangan guru, ” pungkasnya. (RS)

Tags: Guru honor K2 melakukan aksi ke DPRD Sumsel
ADVERTISEMENT
Previous Post

Tempatkan Kontraktor Lokal “Leading Development”, Gubernur Deru Membuka Musda IV DPD Gapeksindo Sumsel

Next Post

Air PDAM Keruh, Begini Penjelasannya

Editor Sumsel

Info Terkait

No Content Available

Berita Terbaru

Prof Sri Rahayu: Jambore Sumsel Harus Berlanjut dan Masuk Agenda Wisata Tahunan Sumsel

Sering Salah Sasaran, Chairul S Matdiah Jelaskan Mengapa Gubernur Tak Bisa Perbaiki Semua Jalan Rusak

PWNU Sumsel dan DPW PKB Gelar Mancing Bersama, Perkuat Sinergi untuk Umat

Ketua DPRD Sumsel Andie Dinialdie Titip Pesan Persatuan untuk AMKI Sumsel

PLN Sampaikan Progres Pemulihan Kelistrikan di Sumatra, Pulih bertahap, Lebih dari 8,3 juta Pelanggan Telah Menikmati Kembali Pasokan Listrik

Fakar Indonesia Dorong Pembentukan Akademik Khusus Cetak Guru Profesional

Targetkan Generasi Muda, Acara LIKE IT 2026 Resmi Diluncurkan di Yogyakarta

Laga Persib vs Persijap, KAI Bandung Imbau Penumpang Tak Pakai Atribut Bola

Program MBG Lindungi ASI Eksklusif, Kepala BGN Luruskan Aturan Makan Bergizi Gratis

Berita Populer

Program MBG Lindungi ASI Eksklusif, Kepala BGN Luruskan Aturan Makan Bergizi Gratis

Program MBG, ASI Eksklusif
Reporter lian
23 Mei 2026

LamanQu.Com - Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana meluruskan kabar miring soal Program Makan Bergizi Gratis. Oleh karena itu, pihaknya...

Read more

SPMB Ramah 2026 Sumsel Diluncurkan, Penerimaan Siswa Objektif, Transparan, Akuntabel, Berkeadilan dan Tanpa Diskriminasi

SPMB Ramah 2026 Sumsel Diluncurkan, Penerimaan Siswa Objektif, Transparan, Akuntabel, Berkeadilan dan Tanpa Diskriminasi
Reporter YN
23 Mei 2026

Palembang,LamanQu. Com-Peluncuran Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Ramah Tahun 2026 Provinsi Sumatera Selatan resmi digelar di Aula SMA Negeri 1...

Read more

Wakil Ketua DPRD Sumsel Nopianto Hadiri Peluncuran SPMB 2026 Sumsel, Siap Awasi SPMP Secara Menyeluruh

Wakil Ketua DPRD Sumsel Nopianto Hadiri Peluncuran SPMB 2026 Sumsel, Siap Awasi SPMP Secara Menyeluruh
Reporter YN
23 Mei 2026

Palembang, LamanQu.Com - Peluncuran Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Ramah Tahun 2026 Provinsi Sumatera Selatan resmi digelar di Aula SMA...

Read more

Gandeng Green Diplomacy Network, Wapres Gibran Pacu Kualitas SDM Muda di Kancah Global

Green Diplomacy Network
Reporter lian
21 Mei 2026

LamanQu.Com - Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming menerima kunjungan kehormatan dari perwakilan Green Diplomacy Network (GDN) di Istana Wakil Presiden,...

Read more

© 2026 DIgital Media Sriwijaya

  • Indeks
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Hubungi-kami
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi

© 2026 DIgital Media Sriwijaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In