• Indeks
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Hubungi-kami
Sabtu, Oktober 24, 2026
No Result
View All Result
lamanqu.com
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi
No Result
View All Result
lamanqu.com
No Result
View All Result
kpid sumsel HUR RI Ke-81, oku selatan banner pemkab muba
ADVERTISEMENT
Home News

Angka Korban 1234 Sudah, Media Asing Sorot Kegagalan Early Warning, dan Penanganan Lamban

Reporter Editor Sumsel
2 Oktober 2018
Angka Korban 1234 Sudah, Media Asing Sorot Kegagalan Early Warning, dan Penanganan Lamban
Bagikan ke Whatsapp

Palu, lamanqu.com — Bencana Donggala dan Palu terus menjadi pusat perhatian dunia dan hampir mengarah kepada tuduhan krisis kemanusian entah mana yang benar. Mudah mudahan saja tulisan ini tidak diinterprestasikan sebagai provokasi atau propaganda tahun politik karena masih ada secercah atau dua cercah manusia Indonesia orang yang sehat masih mampu untuk mengatakan tidak atau ya pada porsi kejujuran nurani apalagi melihat saudara saudara kita di Donggala dan Palu sedang mengalami cobaan hidup yang maha Dahsyat dan sangat luar biasa kekuatan nya, oleh siapa lagi jika tidak karena dia yang maha mengetahui kesanggupan si penerima Cobaan Itu sendiri Sang Pemilik kehidupan ini.

“Indonesia quake, tsunami toll jumps to 1,234: Disaster agency” begitu tajuk yang ditulis Aljazeera dalam laporan Asia nya.
Dengan mengutip keterangan BNPB disampaikan nya jumlah korban sudah mencapai 1,234 jiwa per Selasa, 18 ETA, 1/10/18.

Media sehebat Aljazeera yang trackrecord nya tak diragukan ini juga mengungkapkan kisah humanis seorang Ayah dan suami Korban, Abdul Sidik.

Kata Abdullah Sidik, diungkap Aljazeera, kejadian berawal ketika dia beranjak meninggalkan rumah untuk sholat magrib saat itu lah goncangan 7,5 skala lifter robohkan rumahnya dimana istri dan anak gadisnya terkubur bersamah reruntuhan rumahnya.

“Bumi terasa seperti digoncang goncang disusul dengan sapuan air lumpur dalam waktu sangat cepat”, tutur Sidik.

Dia juga mengisahkan kakinya yang remuk tertimpah tembok dan dia tidak bisa berbuat apa apa dan tak bisa bergerak, bantuan pun belum juga ia peroleh.

“I hope we can get aid from the government. Please pay attention to us. Palu is part of Indonesia. It feels like a dead city,” Sidik said.

“Saya berharap bantuan dari pemerintah. Perhatikanlah kami. Palu ini bagian dari Indonesia. Ini rasa seperti kota mati”, ungkap Sidik.

“I want to bury my wife and children. Please help me find them inside,” he said.

“Aku ingin menguburkan istri dan anak anak ku, tolong lah bantu aku mengangkat jasad mereka dari reruntuhan itu”, ungkap nya perih.

Sementara itu media online Thestar.co.my menyorot soal system early warning yang ada di Indonesia.

Kepala BNPB blak blakan mengungkap keadaan yang sesungguhnya tentang ketersediaan alat deteksi Sunami yang sedang kita miliki.

National Disaster Mitigation Agency (BNPB) spokesman Sutopo Purwo Nugroho said Indonesia had been having problems installing real-time tsunami detection equipment since 2012.

“No tsunami detection buoys are in operation in our country right now, which are necessary to detect such waves early.

“Most of them are broken because of, for example, vandalism,” Sutopo said, adding that the procurement of such equipment could run up against budgeting constraints.

“Alat alat yang kita miliki sebagian rusak dan upaya untuk membeli yang baru sering kali terkendala anggaran”.

The Washingtonpost mengungkapkan keheranan dan menjadi tanda tanya bagi kebanyakan orang di Sulawesi,

Bagaimana bisa dan apa yang telah diperbuat pemerintah akan kesiapan serta kecepatan tanggab darurat karena pastinya sudah sadar akan keadaan sebagai Negara yang rawan gempa karena dalam posisi pada the ring of fire. Telah terbukti dalam bulan bulan terakhir terjadi guncangan serupa tewaskan 600 orang di kepulauan Lombok pada Agustus lalu.

Questions are swirling, particularly among the people of Sulawesi, about their government’s disaster preparedness and ability to respond quickly to crises. Indonesia is in the Ring of Fire, an arc of fault lines and volcanoes in the Pacific Ocean. The country has been rocked by earthquakes in recent months, including a major one and strong aftershocks on the island of Lombok that killed almost 600 in August, Arjeli (2/10/2018).

Tags: Korban Gempa dan tsunami PaluTuduhan krisis kemanusian di Palu
ADVERTISEMENT
Previous Post

Ombudsman Sumsel Akan Kawal Penerimaan CPNS 2018, “Laporkan Jika Ada Indikasi Kecurangan!”

Next Post

Seutuhnya Herman Deru Ingin Dimiliki Rakyat, Bersama Bangun Sumsel Lebih Baik

Editor Sumsel

Info Terkait

No Content Available

Berita Terbaru

THE 1O1 Palembang Rajawali Gelar CSR “1O1 Cares – Little Lungs, Big Care” untuk Dukung Kesehatan Anak di Kawasan TPA Karya Jaya

Ribuan Masker Dibagikan Kepada Masyarakat, Berikut Disampaikan Ketua Astindo Sumsel

Kematian Jon Daus Dipertanyakan, Keluarga Desak Polda Sumsel Segera Ekshumasi Jenazah

Polda Sumsel Tangani 62 Perkara Karhutla, Kapolda Tegaskan Penegakan Hukum Berbasis Ilmiah

Akselarasi Investasi Sumsel Harus Berkolaborasi Seluruh Pemangku Kepentingan, Ini Beberapa Hal Diungkap Kadis

Chairul Matdiah: Jangan Beri Ampun Korporasi Pembakar Lahan

Jaga Kondusivitas Sumsel, Bagindo Togar Apresiasi Dirintelkam Polda Sumsel Kedepankan Dialog dan Kolaborasi

Herison Bidik Yongmoodo Sumsel Mandiri, Pembinaan Atlet Diperluas ke 17 Kabupaten/Kota

Berita Populer

Bagikan Seribu Bingkisan Vitamin, Madu, Air Mineral, dan Masker FOKAL IMM Bergerak Bersama Peduli Kabut Asap

Bagikan Seribu Bingkisan Vitamin, Madu, Air Mineral, dan Masker FOKAL IMM Bergerak Bersama Peduli Kabut Asap
Reporter YN
14 Oktober 2026

Palembang,LamanQu.Com-Forum Komunikasi Alumni Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (FOKAL IMM) Sumatera Selatan terlihat melakukan kegiatan sosial membagikan seribu bingkisan berupa vitamin, madu,...

Read more

Ponpes Darul Quran Mufidatul Ilmi Menjadi Pilot Projek Penanaman Perdana GSMP, Ini Yang Disampaikan

Ponpes Darul Quran Mufidatul Ilmi Menjadi Pilot Projek Penanaman Perdana GSMP, Ini Yang Disampaikan
Reporter YN
17 Oktober 2026

Banyuasin,LamanQu.Com-Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel) dalam hal ini Gubernur Sumsel dan Pemerintah Kabupaten Banyuasin (Pemkab) dalam ini Bupati Banyuasin...

Read more

Bersama Masyarakat, Polda Sumsel Berantas Premanisme demi Keamanan dan Kelancaran Pembangunan

Bersama Masyarakat, Polda Sumsel Berantas Premanisme demi Keamanan dan Kelancaran Pembangunan
Reporter YN
14 Oktober 2026

PALEMBANG,LamanQu.Com— Polda Sumatera Selatan memperkuat komitmen dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat melalui penindakan terhadap aksi premanisme di seluruh wilayah...

Read more

Lebri Oktora Desak Kapolda Sumsel Usut Tuntas Dugaan Pengeroyokan Mahasiswa Cipayung dan Insan Pers

Pengeroyokan Mahasiswa Cipayung
Reporter Editor Sumsel
14 Oktober 2026

Palembang, LamanQu.Com — Konsultan Hukum dan Aktivis Sumatera Selatan dari Yayasan Bantuan Hukum Sumsel Berkeadilan, Lebri Oktora, S.H., mendesak Kapolda...

Read more

© 2026 DIgital Media Sriwijaya

  • Indeks
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Hubungi-kami
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi

© 2026 DIgital Media Sriwijaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In