• Indeks
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Hubungi-kami
Kamis, Mei 28, 2026
No Result
View All Result
lamanqu.com
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi
No Result
View All Result
lamanqu.com
No Result
View All Result
danau ranau, oku selatan banner pemkab muba
ADVERTISEMENT
Home News

Angka Korban 1234 Sudah, Media Asing Sorot Kegagalan Early Warning, dan Penanganan Lamban

Reporter Editor Sumsel
2 Oktober 2018
Angka Korban 1234 Sudah, Media Asing Sorot Kegagalan Early Warning, dan Penanganan Lamban
Bagikan ke Whatsapp

Palu, lamanqu.com — Bencana Donggala dan Palu terus menjadi pusat perhatian dunia dan hampir mengarah kepada tuduhan krisis kemanusian entah mana yang benar. Mudah mudahan saja tulisan ini tidak diinterprestasikan sebagai provokasi atau propaganda tahun politik karena masih ada secercah atau dua cercah manusia Indonesia orang yang sehat masih mampu untuk mengatakan tidak atau ya pada porsi kejujuran nurani apalagi melihat saudara saudara kita di Donggala dan Palu sedang mengalami cobaan hidup yang maha Dahsyat dan sangat luar biasa kekuatan nya, oleh siapa lagi jika tidak karena dia yang maha mengetahui kesanggupan si penerima Cobaan Itu sendiri Sang Pemilik kehidupan ini.

“Indonesia quake, tsunami toll jumps to 1,234: Disaster agency” begitu tajuk yang ditulis Aljazeera dalam laporan Asia nya.
Dengan mengutip keterangan BNPB disampaikan nya jumlah korban sudah mencapai 1,234 jiwa per Selasa, 18 ETA, 1/10/18.

Media sehebat Aljazeera yang trackrecord nya tak diragukan ini juga mengungkapkan kisah humanis seorang Ayah dan suami Korban, Abdul Sidik.

Kata Abdullah Sidik, diungkap Aljazeera, kejadian berawal ketika dia beranjak meninggalkan rumah untuk sholat magrib saat itu lah goncangan 7,5 skala lifter robohkan rumahnya dimana istri dan anak gadisnya terkubur bersamah reruntuhan rumahnya.

“Bumi terasa seperti digoncang goncang disusul dengan sapuan air lumpur dalam waktu sangat cepat”, tutur Sidik.

Dia juga mengisahkan kakinya yang remuk tertimpah tembok dan dia tidak bisa berbuat apa apa dan tak bisa bergerak, bantuan pun belum juga ia peroleh.

“I hope we can get aid from the government. Please pay attention to us. Palu is part of Indonesia. It feels like a dead city,” Sidik said.

“Saya berharap bantuan dari pemerintah. Perhatikanlah kami. Palu ini bagian dari Indonesia. Ini rasa seperti kota mati”, ungkap Sidik.

“I want to bury my wife and children. Please help me find them inside,” he said.

“Aku ingin menguburkan istri dan anak anak ku, tolong lah bantu aku mengangkat jasad mereka dari reruntuhan itu”, ungkap nya perih.

Sementara itu media online Thestar.co.my menyorot soal system early warning yang ada di Indonesia.

Kepala BNPB blak blakan mengungkap keadaan yang sesungguhnya tentang ketersediaan alat deteksi Sunami yang sedang kita miliki.

National Disaster Mitigation Agency (BNPB) spokesman Sutopo Purwo Nugroho said Indonesia had been having problems installing real-time tsunami detection equipment since 2012.

“No tsunami detection buoys are in operation in our country right now, which are necessary to detect such waves early.

“Most of them are broken because of, for example, vandalism,” Sutopo said, adding that the procurement of such equipment could run up against budgeting constraints.

“Alat alat yang kita miliki sebagian rusak dan upaya untuk membeli yang baru sering kali terkendala anggaran”.

The Washingtonpost mengungkapkan keheranan dan menjadi tanda tanya bagi kebanyakan orang di Sulawesi,

Bagaimana bisa dan apa yang telah diperbuat pemerintah akan kesiapan serta kecepatan tanggab darurat karena pastinya sudah sadar akan keadaan sebagai Negara yang rawan gempa karena dalam posisi pada the ring of fire. Telah terbukti dalam bulan bulan terakhir terjadi guncangan serupa tewaskan 600 orang di kepulauan Lombok pada Agustus lalu.

Questions are swirling, particularly among the people of Sulawesi, about their government’s disaster preparedness and ability to respond quickly to crises. Indonesia is in the Ring of Fire, an arc of fault lines and volcanoes in the Pacific Ocean. The country has been rocked by earthquakes in recent months, including a major one and strong aftershocks on the island of Lombok that killed almost 600 in August, Arjeli (2/10/2018).

Tags: Korban Gempa dan tsunami PaluTuduhan krisis kemanusian di Palu
ADVERTISEMENT
Previous Post

Ombudsman Sumsel Akan Kawal Penerimaan CPNS 2018, “Laporkan Jika Ada Indikasi Kecurangan!”

Next Post

Seutuhnya Herman Deru Ingin Dimiliki Rakyat, Bersama Bangun Sumsel Lebih Baik

Editor Sumsel

Info Terkait

No Content Available

Berita Terbaru

Prof Sri Rahayu: Jambore Sumsel Harus Berlanjut dan Masuk Agenda Wisata Tahunan Sumsel

Sering Salah Sasaran, Chairul S Matdiah Jelaskan Mengapa Gubernur Tak Bisa Perbaiki Semua Jalan Rusak

PWNU Sumsel dan DPW PKB Gelar Mancing Bersama, Perkuat Sinergi untuk Umat

Ketua DPRD Sumsel Andie Dinialdie Titip Pesan Persatuan untuk AMKI Sumsel

PLN Sampaikan Progres Pemulihan Kelistrikan di Sumatra, Pulih bertahap, Lebih dari 8,3 juta Pelanggan Telah Menikmati Kembali Pasokan Listrik

Fakar Indonesia Dorong Pembentukan Akademik Khusus Cetak Guru Profesional

Targetkan Generasi Muda, Acara LIKE IT 2026 Resmi Diluncurkan di Yogyakarta

Laga Persib vs Persijap, KAI Bandung Imbau Penumpang Tak Pakai Atribut Bola

Program MBG Lindungi ASI Eksklusif, Kepala BGN Luruskan Aturan Makan Bergizi Gratis

Berita Populer

Program MBG Lindungi ASI Eksklusif, Kepala BGN Luruskan Aturan Makan Bergizi Gratis

Program MBG, ASI Eksklusif
Reporter lian
23 Mei 2026

LamanQu.Com - Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana meluruskan kabar miring soal Program Makan Bergizi Gratis. Oleh karena itu, pihaknya...

Read more

SPMB Ramah 2026 Sumsel Diluncurkan, Penerimaan Siswa Objektif, Transparan, Akuntabel, Berkeadilan dan Tanpa Diskriminasi

SPMB Ramah 2026 Sumsel Diluncurkan, Penerimaan Siswa Objektif, Transparan, Akuntabel, Berkeadilan dan Tanpa Diskriminasi
Reporter YN
23 Mei 2026

Palembang,LamanQu. Com-Peluncuran Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Ramah Tahun 2026 Provinsi Sumatera Selatan resmi digelar di Aula SMA Negeri 1...

Read more

Wakil Ketua DPRD Sumsel Nopianto Hadiri Peluncuran SPMB 2026 Sumsel, Siap Awasi SPMP Secara Menyeluruh

Wakil Ketua DPRD Sumsel Nopianto Hadiri Peluncuran SPMB 2026 Sumsel, Siap Awasi SPMP Secara Menyeluruh
Reporter YN
23 Mei 2026

Palembang, LamanQu.Com - Peluncuran Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Ramah Tahun 2026 Provinsi Sumatera Selatan resmi digelar di Aula SMA...

Read more

Gandeng Green Diplomacy Network, Wapres Gibran Pacu Kualitas SDM Muda di Kancah Global

Green Diplomacy Network
Reporter lian
21 Mei 2026

LamanQu.Com - Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming menerima kunjungan kehormatan dari perwakilan Green Diplomacy Network (GDN) di Istana Wakil Presiden,...

Read more

© 2026 DIgital Media Sriwijaya

  • Indeks
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Hubungi-kami
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi

© 2026 DIgital Media Sriwijaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In