Palembang,LamanQu.Com-Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Sumatera Selatan mengutuk keras tindakan kekerasan yang dialami para aktivis mahasiswa yang tergabung dalam Cipayung plus saat melakukan aksi di depan Mapolda Sumsel terkait kabut asap yang melanda Sumsel pada hari Selasa (13/10/2026).
Tindakan kekerasan yang di alami para aktivis mahasiswa bahkan dilakukan sebelum masa aksi menyampaikan orasinya yang dihadang oleh puluhan oknum LSM yang di duga dari Oknum LSM.
Qodri Usman selaku Kabid KAHMI Sumsel sangat mengutuk keras aksi kekerasan yang dialami para aktivis mahasiswa, dan meminta para pelaku Segera diusut tuntas atas tindakan premanisme ini.
“Hari ini kami menjenguk adik-adik HMI dan Cipayung plus dirumah sakit Bhayangkara melihat kondisi terkini, kami mengutuk keras aksi premanisme dan kekerasan yang terjadi. Kita tau para aktivis mahasiswa mewakili kondisi yang di alami masyarakat namun malah di hadang oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab,” ungkap Qodri.
Lanjutnya meminta untuk pihak kepolisian mengusut tuntas kasus ini hingga ke akarnya.
“Kami meminta pihak kepolisian khususnya Kapolda Sumatera Selatan untuk mengusut tuntas kasus yang dialami para aktivis mahasiswa termasuk jika ada dalang dibelakangnya. Ini sudah sangat mencendrai hak demokrasi bahkan hingga terjadinya tindak kekerasan,” tegasnya.
Ditempat yang sama Dr. Hilmin yang juga alumni HMI yang ikut hadir melihat kondisi para kader HMI dan Cipayung plus menyangkan adanya tindakan premanisme dan kekerasan yang terjadi di depan Mapolda Sumsel.
“Kami sangat menyayangkan terjadi tindakan kekerasan dan premanisme yang dialami para aktivis mahasiswa, yang seharusnya Mapolda Sumsel merupakan tempat yang aman untuk menyampaikan aspirasi adik-adik Mahasiswa, namun peristiwa ini sungguh memprihatinkan merusak tatanan demokrasi untuk penyampaian kebebasan menyampaikan pendapatnya,” ungkapnya.
Dirinya juga menbahkan sudah berdiskusi membentuk tim hukum untuk membela para aktivis untuk melakukan pendampingan agar para pelaku segara ditangkap dan di proses sebagaimana mestinya.
“Kami sudah menyiapkan advokat Alumni HMI yang terhimpun di KAHMI Sumatera Selatan akan membela para Aktivis dan akan membuat laporan secara resmi agar kasus ini diusut tuntas, kita juga meminta Polda Sumatera Selatan menangkap para pelaku kekerasan,” tegas Hilmin.
(Yanti)










