Palembang,LamanQu.Com-Dalam waktu dekat ini di bulan November 2026 Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) akan menyelenggarakan Musyawarah Daerah (Musda) Kwarda Gerakan Pramuka.
Untuk persiapan Musda tersebut, alhamdulillah kalau untuk mempersiapkannya sudah membentuk panitia, sudah audiensi kepada Ketua dan Wakil Ketua Majelis Pembimbing Daerah (Mabida) Gerakan Pramuka Sumsel yang sekaligus Gubernur dan Wakil Gubernur Sumsel untuk meminta arahan-arahannya, sekaligus menyampaikan sudah 70 persen.
Walaupun masih lama untuk pelaksanannya sendiri. Dalam Musda tersebut untuk pemilihan Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Sumsel, demikian diutarakan Ketua Kwartir Daerah (Ka Kwarda) Gerakan Pramuka Sumsel Drs H Riza Fahlevi, M.M.
Dikatakan Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Sumsel Drs H Riza Fahlevi, M.M, saya sendiri tidak meneruskan mencalonkan lagi, saya langsung saja membantu dimana saja diposisikan, karena saya juga pengurus nasional, yakni pengurus nasional di koordinator wilayah Sumatera.
Jadi saya untuk Kwarda nya mungkin ya orang lainlah, siapa yang direkomendasikan oleh Kepala Mabida dan sekaligus yang akan dipilih oleh kepala Kwartil cabang (kwarcab).
“Itu khusus Kwarda Gerakan Pramuka Sumsel saja untuk mencari pengganti saya, dan untuk pengurus baru, karena saya kan sudah satu periode yakni 5 tahun, bahkan ditambah Pelaksanaan Tugas (PLT) menjadi 6 tahun,” ujarnya.
Kemudian, saya selalu kaderisasi, tidak perlu mau menjabat dua kali, tiga empat kali untuk menjadi ketua. Kalau saya memang alhamdulillah kalau kita bekerja itu yang penting penuh tanggung jawab. Jika kita bekerjanya sudah sesuai dengan real apa yang diarahkan, diberikan petunjuk oleh pimpinan kita dalam hal ini Kamabida sekaligus Gubernur Sumsel itu saja sudah syukur alhamdulillah.
Kalau kita sudah membawa nama Pramuka, apalagi seluruh karyawannya atau seluruh kawan-kawan, lebih baik kita itu sudah menanamkan pondasinya dengan baik dan benar, ya lanjutkan kaderisasi.
“Supaya apa, supaya jangan menunggu orang bosan lah, kalau sudah bosan kan tidak enak lagi kesannya. Tinggal kita sehubungan tetap baik terus sampai kapan pun, dimana pun kita kan masih bisa memberikan masukan-masukan, serta bisa bermitra,” ungkapnya.
Dilanjutkannya, jadi saya beda dengan orang lain, mayoritas kan orang lain ini kalau sudah satu periode, mau dua periode, dari dua periode ingin menjadi tiga periode, bahkan sudah dari provinsi mau balik ke kota, dari kota balik ke provinsi, istilahnya loh lagi loh lagi, itu tidak kena di watak dan sifat saya. Di mana saya memimpin selalu apapun jabatan, baik dalam organisasi tidak sampai dua periode, cukup satu periode semuanya berganti, yakni di kaderisasi.
Terpenting berkelakuan baik, dan bermoral baik di Aturan Rumah Tangga (ART) itu jelas itu, berkelakuan baik tidak itu sebenarnya pernah narapidana, hindari jangan patut diduga, apalagi si pemakai narkoba, atau zat adiktif itu kan berlawan dengan Dasa Dasar Pramuka, serta Tri Satya Pramuka.
“Ketiga Amoral, apa lagi kasarnya amoral itu mohon maaf ya yang menjadi contoh itu kan anak-anak titipan orang tua, kalau amoral misalkan untuk berkemah saja orang tua bimbang dan ragu mana jadi kemah itu, dan itu dahulu syarat mutlak,” katanya.
Masih dilanjutkannya, memang dia pengurus Pramuka, ya tentu sebaiknya dapat izin dari pimpinan, atau rekomendasi, yang paling penting dipilih oleh perwakilan kabupaten/kota. Untuk calon sendiri dari luar kota, boleh-boleh saja, cuma kita mungkin kwa kwarcab dalam hal ini atasannya Kepala Mabicab, Bupati, Walikota kan, ya bagaimana roda organisasi akan berjalan, kalau misalkan terpilih dari luar kota Palembang, sedangkan sentral kantornya ada di kota Palembang.
Janganlah itu, yang jelas bisa kerjasama dengan pimpinan lah, nomer dua kan, kalau dengan atasan, yang kedua bisa menghimpun minimal dia tinggal berdomisili disinilah, diusahakan di kota Palembang biar semua prosesnya lebih mudah.
“Ya paling tidak harus berapa lama, kalau dia sudah andalan Kwarda, otomatis kan dari Kwarda kan kalau pemimpinnya satu periode itu kan dia masuk, apakah sebagai Ka Mabida Kama Wabida, Ka Kwarda, Ka Kwarcab, ya disini andalan Kwarda yang ikut disini, kepengurusan kita misalkan, itu bisa, silahkan, kalau dicalonkan,” ucapnya.
Masih disampaikannya, tapi rata-rata Pramuka ini mayoritas aklamasi, tidak gontok-gontokan lah, guyub lah, namanya kan harus ditunjukkan organisasi mengayomi, digugu, dan ditiru. Tidak ada mau sikut kanan, sikut kiri, itu bukan wataknya pramuka.
Untuk bakal calonnya sendiri insya Allah terlihat, tapi masih dirahasiakan. Sudah saya laporkan dengan pimpinan dalam hal ini Ka Mabida, yakni Gubernur Sumsel, dan Gubernur Sumsel melihat yang kita usulkan itu ya semuanya masuk standar.
“Saya juga bukti, sampai hari ini, masih kan saya tunggu Kwarda Gerakan Pramuka Sumsel itu lah bentuk tanggung jawab saya, setelah serah terima, baru silahkan kan siapa pun yang duduk nanti, hebat kan organisasi begitu, welcome, siapa saja, yang penting majukan Pramuka di Sumsel,” imbuhnya.
(rilis)










