PALEMBANG,LamanQu.Com-M Hidayat kembali dipercaya memimpin Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) Provinsi Sumatera Selatan. Ia terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum Perbasi Sumsel dalam Musyawarah Provinsi (Musprov) Perbasi Sumsel ke-10 yang digelar di Hotel Maxone Palembang, Jumat (11/9/2026).
Musprov ke-10 Perbasi Sumsel tersebut mengagendakan penyampaian laporan pertanggungjawaban kepengurusan periode sebelumnya serta pemilihan Ketua Umum Perbasi Sumsel untuk periode lima tahun mendatang.
Terpilihnya kembali M Hidayat secara aklamasi menjadi bukti kepercayaan pengurus Perbasi kabupaten dan kota terhadap kepemimpinannya untuk kembali membawa organisasi bola basket Sumatera Selatan ke arah yang lebih baik.
M Hidayat menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pengurus dan insan basket di Sumatera Selatan yang kembali memberikan kepercayaan kepadanya untuk memimpin Perbasi Sumsel.
“Terima kasih atas kepercayaan dari kawan-kawan yang kembali mempercayakan amanah ini kepada saya. Perbasi akan kuat apabila kita semua kompak,” ujar M Hidayat.
Ia menegaskan, lima tahun ke depan menjadi momentum untuk semakin memperkuat organisasi dan meningkatkan soliditas seluruh pengurus Perbasi, mulai dari tingkat provinsi hingga kabupaten dan kota.
Menurutnya, kemajuan olahraga bola basket di Sumatera Selatan tidak dapat diwujudkan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan kerja sama, kekompakan, serta komitmen seluruh pengurus dan pelaku olahraga basket dalam membangun pembinaan yang berkesinambungan.
“Ke depan, lima tahun lagi kita ingin menjadi lebih baik. Insya Allah, kita akan memperkuat organisasi dan menjadi lebih solid,” katanya.
M Hidayat juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas penyelenggaraan pertandingan dengan mengikuti perkembangan dan standar kompetisi yang terus diperbarui.
Selain itu, ia meminta pengurus Perbasi di seluruh kabupaten dan kota di Sumatera Selatan untuk lebih aktif menggelar berbagai turnamen dan kompetisi sebagai bagian dari upaya menjaring bibit-bibit atlet muda.
Menurutnya, pembinaan atlet harus dilakukan sejak usia dini melalui kompetisi yang berjenjang dan berkesinambungan.
“Kabupaten dan kota harus aktif melaksanakan event untuk menjaring atlet-atlet muda. Misalnya kompetisi antarsiswa SMP dan SMA, karena dari sana kita bisa menemukan bibit-bibit atlet potensial,” ujarnya.

Ia juga mendorong agar kompetisi bola basket di tingkat pelajar, mahasiswa, hingga klub semakin diintensifkan. Hal tersebut dinilai penting sebagai persiapan menghadapi berbagai agenda besar, termasuk Pra-PON 2027.
“Usia SMA, mahasiswa, klub, liga dan kompetisi harus lebih intens. Kita harus fokus pada pembinaan atlet,” katanya.
M Hidayat mengapresiasi daerah-daerah di Sumatera Selatan yang telah mulai menunjukkan perkembangan dalam pembinaan atlet basket. Salah satunya Kabupaten Banyuasin yang berhasil mengirimkan dua atlet untuk mengikuti seleksi tim nasional.
Menurutnya, pencapaian tersebut menjadi bukti bahwa potensi atlet basket di daerah sangat besar apabila didukung dengan pembinaan dan kompetisi yang baik.
“Harapan saya Perbasi Sumsel semakin solid. Kabupaten dan kota harus aktif membuat event karena kalian merupakan ujung tombak kemajuan basket di daerah,” tegasnya.
Ia menambahkan, pembinaan atlet tidak boleh hanya berorientasi pada prestasi jangka pendek. Lebih dari itu, pembinaan harus dilakukan secara konsisten untuk melahirkan generasi atlet yang mampu membawa nama Sumatera Selatan di tingkat nasional bahkan internasional.
Sementara itu, Wakil Sekretaris Jenderal DPP Perbasi, Setia Dharma Madjid, mengatakan kegiatan dan program pembinaan bola basket harus dilaksanakan secara konsisten, berkesinambungan dan berkelanjutan.
Menurutnya, hal tersebut menjadi bagian penting dalam membangun fondasi olahraga bola basket yang kuat di Sumatera Selatan.
“Kegiatan harus dibuat secara konsisten, berkesinambungan dan berkelanjutan. Ini sangat penting untuk pembangunan dan kemajuan basket di Sumatera Selatan,” katanya.
Ia menambahkan, olahraga basket tidak hanya berbicara tentang prestasi di lapangan, tetapi juga memiliki peran besar dalam membangun karakter generasi muda.
Melalui olahraga, kata dia, generasi muda dapat belajar tentang disiplin, kerja sama, tanggung jawab, sportivitas dan semangat pantang menyerah.
“Melalui basket kita membangun karakter generasi muda. Karena itu organisasi harus dikelola dengan baik,” ujarnya.
Setia Dharma Madjid juga menekankan pentingnya ketegasan dalam menata organisasi. Menurutnya, sebuah organisasi olahraga membutuhkan sumber daya manusia yang memiliki komitmen dan kemauan untuk bekerja demi kemajuan bersama.
“Kita harus tegas dalam menata organisasi. Kekompakan, kinerja, kebersamaan dan konsistensi merupakan hal yang sangat penting,” katanya.
Ia berharap kepengurusan Perbasi Sumsel ke depan mampu membangun kebersamaan yang semakin kuat di antara seluruh unsur organisasi serta menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas.
Dengan terpilihnya kembali M Hidayat sebagai Ketua Umum Perbasi Sumsel, diharapkan organisasi bola basket di Sumatera Selatan semakin solid serta mampu meningkatkan program pembinaan dan prestasi atlet.
Sinergi antara pengurus provinsi dan Perbasi kabupaten/kota diharapkan menjadi kekuatan utama dalam melahirkan atlet-atlet potensial yang dapat mengharumkan nama Sumatera Selatan di berbagai ajang nasional.
(Yanti)










