PALEMBANG,LamanQu.com – Sebuah perjalanan panjang akan segera mencapai garis akhir. Setelah hampir satu bulan menjalankan berbagai kegiatan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat, pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 0418/Palembang kini memasuki tahap akhir.
Namun, sehari menjelang acara penutupan, aktivitas Satgas TMMD belum berhenti. Justru pada tahap inilah ketelitian dan kekompakan kembali diuji. Seluruh rangkaian kegiatan harus dipastikan benar-benar tuntas sebelum program secara resmi ditutup.
Rabu (12/8/2026), personel Satgas TMMD ke-129 bersama anggota Makodim 0418/Palembang berkumpul di Lapangan Sepak Bola Kelurahan Talang Jambe, Kecamatan Sukarami, Kota Palembang, yang menjadi lokasi pelaksanaan acara penutupan.
Apel pagi menjadi awal kegiatan. Setelah menerima arahan dan pembagian tugas, personel kemudian bergerak menjalankan tanggung jawab masing-masing.
Sebagian membersihkan area lapangan. Sebagian lainnya menata lokasi, memeriksa fasilitas pendukung, hingga memastikan berbagai kebutuhan untuk acara penutupan berada dalam kondisi siap digunakan.
Tidak ada pekerjaan yang dianggap terlalu kecil.
Membersihkan lapangan, merapikan fasilitas, memeriksa sarana pendukung hingga memastikan kondisi lokasi tetap tertata menjadi bagian dari pekerjaan penting menjelang berakhirnya sebuah program besar.
Sederhana, tetapi memiliki arti.
Sebab, sebuah program tidak hanya membutuhkan kerja keras ketika dilaksanakan, tetapi juga membutuhkan keseriusan ketika memasuki tahap akhir. Bagi Satgas TMMD, keberhasilan sebuah kegiatan tidak hanya diukur dari banyaknya sasaran yang berhasil diselesaikan, tetapi juga dari bagaimana seluruh rangkaian kegiatan dituntaskan secara tertib dan bertanggung jawab.
Dansatgas TMMD ke-129 Kodim 0418/Palembang, Kolonel Arh Erik Novianto, S.Sos., mengatakan seluruh personel tetap diminta memberikan perhatian penuh hingga seluruh rangkaian kegiatan berakhir.
“Menjelang penutupan TMMD ke-129, seluruh personel Satgas bersama anggota Makodim terus melaksanakan persiapan, baik dari segi personel maupun sarana dan prasarana di lokasi,” ujarnya.
Penutupan TMMD ke-129 dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 13 Agustus 2026. Karena itu, seluruh persiapan dilakukan secara maksimal agar pelaksanaan acara dapat berjalan lancar.
Bagi Kolonel Erik, apel pagi yang dilaksanakan sehari sebelum penutupan bukan sekadar rutinitas. Apel menjadi ruang untuk menyamakan langkah, memastikan pembagian tugas, sekaligus mengingatkan kembali setiap personel terhadap tanggung jawab yang harus diselesaikan.
“Kita ingin seluruh rangkaian kegiatan TMMD ke-129 ini dapat ditutup dengan baik. Untuk itu, saya mengimbau kepada seluruh personel agar tetap menjaga kekompakan, disiplin dan semangat gotong royong sampai seluruh kegiatan selesai,” tegasnya.
Pesan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa semangat TMMD tidak boleh berhenti hanya karena pembangunan fisik telah memasuki tahap akhir.
Sejak dimulai, TMMD ke-129 Kodim 0418/Palembang tidak hanya menyasar pembangunan infrastruktur. Berbagai kegiatan juga diarahkan untuk meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat, memperkuat kepedulian sosial, serta membangun kedekatan antara prajurit dan warga.
Di sejumlah titik sasaran, personel TNI bekerja bersama masyarakat menyelesaikan berbagai pekerjaan. Mulai dari pembangunan dan perbaikan rumah warga, fasilitas ibadah, sumur bor, pos keamanan lingkungan, jalan, hingga sejumlah fasilitas pendukung lainnya.
Dalam proses tersebut, batas antara prajurit dan masyarakat seolah menjadi lebih tipis.
Pagi hingga sore, mereka bekerja bersama. Ada yang mengangkat material, membersihkan lingkungan, memperbaiki fasilitas, hingga menyelesaikan pekerjaan yang membutuhkan tenaga dan ketelitian.
Dari aktivitas tersebut tumbuh kebersamaan yang menjadi salah satu ruh utama TMMD.
Kini, ketika penutupan sudah berada di depan mata, suasana kerja itu masih terlihat. Lapangan yang akan menjadi lokasi penutupan kembali dibersihkan dan ditata. Berbagai fasilitas diperiksa satu per satu. Personel bergerak sesuai tugas masing-masing tanpa banyak seremoni.
Mereka memahami bahwa pekerjaan belum selesai hanya karena sebagian besar sasaran pembangunan telah dituntaskan.
Masih ada satu tahap penting yang harus dilewati: memastikan seluruh rangkaian TMMD berakhir dengan baik.
Bagi masyarakat Talang Jambe dan wilayah sasaran lainnya, penutupan TMMD bukan berarti berakhirnya hubungan yang telah terbangun selama program berlangsung. Justru setelah para prajurit meninggalkan lokasi, hasil pembangunan yang telah dikerjakan bersama diharapkan dapat terus dirawat dan dimanfaatkan masyarakat.
Lebih dari itu, semangat gotong royong yang tumbuh selama pelaksanaan TMMD diharapkan tidak ikut berhenti ketika acara penutupan selesai.
Itulah sebabnya, bagi Satgas TMMD ke-129, penutupan bukan sekadar seremoni. Penutupan merupakan titik penanda bahwa seluruh tugas yang diamanahkan telah dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
Tidak ada istilah selesai sebelum benar-benar selesai.
Semangat itulah yang terus dibawa para personel hingga penghujung pelaksanaan TMMD ke-129 Kodim 0418/Palembang.
Ketika acara penutupan digelar pada 13 Agustus nanti, yang diharapkan bukan hanya selesainya sebuah program, tetapi juga meninggalkan manfaat nyata bagi masyarakat.
Pembangunan boleh mencapai garis akhir. Namun, semangat kebersamaan, gotong royong dan kemanunggalan TNI dengan rakyat diharapkan tetap hidup dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat setelah TMMD ke-129 resmi ditutup.
(Yanti)










