Palembang,LamanQu.Com – Ruang belajar tidak selalu berada di dalam kelas. Bagi mahasiswa Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Sriwijaya (Unsri), pemahaman mengenai pembangunan masyarakat justru diperoleh melalui pengalaman langsung saat mengunjungi Pos Komando Taktis (Poskotis) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 Kodim 0418/Palembang di Kelurahan Talang Jambe, Kecamatan Sukarami, Sabtu (1/8/2026).
Kunjungan yang berlangsung pada hari ke-18 pelaksanaan TMMD Tahun Anggaran 2026 itu menjadi kesempatan bagi para mahasiswa untuk melihat dari dekat bagaimana program terpadu yang digagas TNI dilaksanakan bersama pemerintah daerah dan masyarakat. Selama ini mereka lebih banyak mengenal TMMD sebagai program pembangunan fisik. Namun di lapangan, mereka menyaksikan bahwa program tersebut juga menyentuh aspek sosial, kesehatan, pendidikan, hingga pemberdayaan masyarakat.
Setibanya di Poskotis, rombongan mahasiswa disambut Babinsa setempat, Serma Mulyadi. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa TMMD merupakan program lintas sektoral yang mengedepankan semangat gotong royong untuk mempercepat pembangunan di wilayah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Di hadapan para mahasiswa, Serma Mulyadi memaparkan berbagai sasaran fisik yang sedang dikerjakan Satgas TMMD Ke-129, mulai dari pembangunan jalan, rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH), pembangunan mushola, pembangunan pos kamling, hingga pembuatan sumur bor yang diharapkan mampu memenuhi kebutuhan air bersih warga.
Menurutnya, seluruh pekerjaan tersebut dilakukan secara bertahap dengan melibatkan personel TNI bersama masyarakat setempat sehingga tercipta rasa memiliki terhadap hasil pembangunan yang dikerjakan.
“Melalui TMMD, kami ingin menghadirkan manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat. Bukan hanya membangun fasilitas umum dan rumah warga, tetapi juga memperkuat semangat kebersamaan antara TNI dan masyarakat,” ujar Serma Mulyadi.
Selain pembangunan fisik, ia juga menjelaskan bahwa TMMD memiliki sasaran nonfisik yang tidak kalah penting. Berbagai penyuluhan rutin digelar, mulai dari penyuluhan kesehatan, hukum, wawasan kebangsaan, bela negara, hingga edukasi mengenai pemberdayaan masyarakat.
Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia sehingga masyarakat tidak hanya memperoleh infrastruktur yang lebih baik, tetapi juga pengetahuan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Bagi para mahasiswa FK Unsri, penjelasan tersebut memberikan perspektif baru mengenai makna pembangunan. Mereka melihat bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari berdirinya bangunan atau terbukanya akses jalan, tetapi juga dari tumbuhnya kesadaran masyarakat untuk hidup sehat, menjaga persatuan, serta berpartisipasi aktif dalam pembangunan lingkungannya.
Serma Mulyadi berharap kunjungan tersebut dapat memperluas wawasan mahasiswa mengenai peran TNI dalam mendukung pembangunan nasional melalui pendekatan yang menyeluruh.
“Kami berharap kunjungan ini memberikan gambaran kepada adik-adik mahasiswa bahwa TMMD tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga membangun kualitas sumber daya manusia melalui berbagai kegiatan pemberdayaan. Harapannya, pengalaman ini dapat menjadi bekal bagi mereka ketika nantinya mengabdi di tengah masyarakat,” katanya.
Kegiatan kunjungan berlangsung dalam suasana akrab dan penuh antusiasme. Para mahasiswa aktif mengajukan pertanyaan mengenai mekanisme pelaksanaan TMMD, bentuk sinergi dengan pemerintah daerah, hingga keterlibatan masyarakat dalam setiap tahapan pembangunan.
Melalui kunjungan tersebut, mahasiswa memperoleh pemahaman bahwa pembangunan desa membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Kehadiran TNI, pemerintah daerah, dunia pendidikan, dan masyarakat menjadi fondasi penting dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan. Bagi para mahasiswa, pengalaman belajar langsung di Poskotis TMMD menjadi pelajaran berharga bahwa pengabdian kepada masyarakat dapat diwujudkan melalui berbagai profesi dengan semangat gotong royong sebagai kekuatan utamanya.
(Yanti)










