Palembang,LamanQu.Com-Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) dari Daerah Pemilihan (Dapil) I Kota Palembang menggelar Reses Masa Sidang VI Tahun Anggaran 2026 sebagai upaya menyerap aspirasi masyarakat dan para pemangku kepentingan secara langsung.
Reses Dapil I meliputi wilayah Kecamatan Bukit Kecil, Ilir Barat I, Ilir Barat II, Gandus, Jakabaring, Plaju, Seberang Ulu I, Seberang Ulu II, dan Kertapati. Pada Rabu (8/7/2026), kegiatan reses dipusatkan di Kantor Camat Seberang Ulu I dan dihadiri Camat Seberang Ulu I, sekretaris kecamatan, kepala puskesmas, para lurah, ketua RT/RW, tokoh masyarakat, serta warga.
Kegiatan dipimpin Koordinator Dapil I, Chairul S. Matdiah, S.H., M.H. dari Fraksi Partai Demokrat, didampingi anggota DPRD Sumsel lainnya, yakni Aryuda Perdana Kusuma, S.Sos. (Fraksi Golkar), Firmansyah Hakim, S.H. (Fraksi NasDem), Ir. Romiana Hidayati (Fraksi PDI Perjuangan), Muhammad Toha, S.Ag. (Fraksi PKS), dan Abdullah Taufik, S.E., M.M. (Fraksi Gerindra).
Dalam dialog bersama masyarakat, Firmansyah Hakim mengatakan sebagian besar aspirasi yang diterima masih berkaitan dengan kebutuhan dasar masyarakat, terutama pembangunan infrastruktur, peningkatan fasilitas pendidikan, serta pelayanan publik.
“Kami hadir di Kecamatan Seberang Ulu I untuk mendengarkan langsung berbagai kebutuhan masyarakat. Aspirasi mengenai perbaikan jalan, pemasangan lampu penerangan jalan, hingga fasilitas pendidikan akan kami perjuangkan melalui koordinasi dengan Pemerintah Kota Palembang maupun Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan. Seluruh proposal yang disampaikan akan kami kawal agar menjadi prioritas pembangunan,” ujar Firmansyah.
Menurutnya, reses bukan sekadar agenda rutin DPRD, melainkan wadah untuk memastikan setiap persoalan yang dihadapi masyarakat dapat diketahui secara langsung oleh wakil rakyat sehingga dapat diperjuangkan melalui fungsi penganggaran, legislasi, dan pengawasan.
“Kami ingin pembangunan benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat. Karena itu setiap usulan akan kami inventarisasi dan disampaikan kepada instansi terkait sesuai kewenangannya,” katanya.
Berbagai aspirasi mencuat dalam sesi dialog. Warga Kelurahan 5 Ulu, Zulkifli, mempertanyakan mekanisme Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB).
Menurutnya, masih terdapat warga yang berdomisili dekat sekolah negeri namun tidak diterima, sementara siswa yang rumahnya lebih jauh justru memperoleh kursi.
Di bidang pendidikan, Kepala SD Negeri 69 Palembang, Nurhayati, mengusulkan pembangunan gedung sekolah bertingkat.
Ia menjelaskan sekolah yang dipimpinnya memiliki lahan terbatas sehingga membutuhkan bangunan dua lantai agar proses belajar mengajar dapat berkembang lebih optimal.
Sementara itu, Kepala SMP Negeri 61 Palembang, Eni, mengungkapkan sekolah yang berdiri sejak 2021 masih kekurangan ruang kelas, laboratorium, ruang UKS, serta lapangan. Menurutnya, tingginya minat masyarakat untuk menyekolahkan anak di SMP Negeri 61 perlu diimbangi dengan penambahan sarana dan prasarana.
Aspirasi lainnya datang dari Arifin Kalender yang mengusulkan pembangunan SMA Negeri baru di wilayah Seberang Ulu I. Menurutnya, keberadaan sekolah negeri tambahan akan mempermudah akses pendidikan bagi masyarakat karena jarak menuju SMA Negeri yang ada saat ini relatif jauh.
Persoalan infrastruktur juga menjadi perhatian warga. Ketua RT 02, Mona, mengeluhkan minimnya lampu penerangan jalan yang menyebabkan lingkungan menjadi gelap pada malam hari.
Sedangkan Ketua RT 44, Reni, menyampaikan bahwa usulan pemasangan lampu jalan di lima titik yang sebelumnya telah disurvei hingga kini belum juga direalisasikan. Selain itu, masyarakat juga berharap percepatan pembangunan jalan lingkungan yang masih belum diaspal.
Menanggapi berbagai masukan tersebut, Firmansyah Hakim menegaskan seluruh aspirasi masyarakat akan menjadi bahan pembahasan bersama pemerintah daerah agar dapat direalisasikan secara bertahap sesuai skala prioritas dan kemampuan anggaran.
“Kami ingin masyarakat merasakan kehadiran wakil rakyat tidak hanya saat reses, tetapi juga ketika aspirasi yang disampaikan benar-benar diperjuangkan hingga terealisasi. Kami akan terus mengawal setiap usulan agar pembangunan di Kecamatan Seberang Ulu I semakin merata dan berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.
Camat Seberang Ulu I, Dian Mayasari, S.STP., M.Si., mengapresiasi pelaksanaan reses DPRD Sumsel karena menjadi ruang dialog yang efektif antara pemerintah, masyarakat, dan legislatif.
Menurutnya, berbagai usulan yang muncul mulai dari pembangunan infrastruktur, peningkatan layanan kesehatan, pendidikan hingga pemberdayaan masyarakat akan terus dikawal pemerintah kecamatan agar dapat ditindaklanjuti oleh instansi terkait.
“Kami berharap sinergi antara DPRD, Pemerintah Kota Palembang, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, dan masyarakat dapat mempercepat realisasi berbagai kebutuhan pembangunan di Kecamatan Seberang Ulu I,” ujarnya.
(Yanti)










